Berbahagialah ...
Karena Allah yang meminta kita untuk berbahagia. Merayakan hari yang seharusnya dirayakan. Ikut bersuka cita bahkan atas hal kecil yang kita dapatkan.
Jangan sampai terbalik. Perayaan yang datangnya bukan dari Islam kita sambut dengan penuh keceriaan sementara hari rayanya ummat muslim diliputi kesedihan, bahkan ada yang mengaku hari raya ini biasa saja.
Berbahagialah ...
Ketika kita buka siroh Nabawiyyah, akan kita dapati kisah Nabi yang pernah menghibur seorang anak yatim ketika hari raya.
Berbahagialah ...
Atas hal kecil sekalipun. Sekadar melihat tetangga yang sudah tua tapi masih Allah panjangkan umurnya. Atau menemukan anak tetangga yang ternyata sudah besar -dulu kamu lihat pas masih bayi misalnya-.
Berbahagialah ...
Jangan cemari hari raya dengan ketakutan yang hanya karena sebuah pertanyaan "kapan nikah?" Atau pertanyaan berawal kata tanya yang sama. Bisa jadi bukan karena ingin menghakimi kenapa kamu tidak sesuai dengan ekspetasi sosial, tapi bisa jadi karena orang yang bertanya bersungguh-sungguh menginginkan jawaban.
Bukankah akan jadi indah jika momen ditanya seperti itu menjadi ajang untuk meraup segala doa? Minta didoakan ketika memang belum bisa menjawab "kapan". Barangkali ada satu dari sekian penanya yang doanya didengar Allah. Iya, kan?
Berbahagialah, hari ini ...
🌸 تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ 🌸
عيد الفطرى مبارك ١٣٣٥ ه
Mohon maaf lahir batin atas salah, lupa, dan segala ketidaksempurnaan ✨
🌸 Happy Eid Fithr 1445 H 🌸
~ Avrindah ~











