Bulan Mei, mungkin ini akan menjadi bulan kegelisahan. Satu hal yang aku takutkan terjadi. Hal yang sudah aku perkirakan akan terjadi dan pastinya aku sudah mempersiapkan untuk menerimanya. Tapi nyatanya aku masih tersiksa akan hal ini.
Menjalani sebuah hubungan, menghadirkan sebuh kewajiban diantara kita yang sebelumnya tidak pernah ada dan tetap baik-baik saja. Sudah aku coba untuk mengesampingkan semua itu, tapi aku gagal.
Banyak orang menganggap ini hal yang lumrah bahkan penting, tapi mengel dia ini bukan hal yang penting. Bertukar kabar atau sekedar menyapa melalui gawai.
Bagaimana sebuah hubungan tanpa komunikasi? Tidak, aku tidak menganggap komunikasi kita gagal. Aku yang telah gagal memahami mu. Aku yang gagal melihat cara mu menyayangi ku. Iya aku yang gagal.
Nalar ku disini tetap memaksa berpikir positif, meski sukma ku tersiksa. Belum, aku belum menyerah. Ini baru awal dan ini konsekuensi yang sudah aku ketahui sebelum aku menyatakan perasaan ku. Aku menerimanya.
Susah bukan berarti tidak bisa, seperti itu nalar ku berkata. Aku akan terus dan tetap berusaha memahami mu. Semoga saja kamu juga bisa memahami ku.
Untuk mu yang sedang jauh, jangan membuat ku menyerah.