“Ia adalah balon udara yang terlebih dulu menimbun helium dalam tabung lalu pada hari yang ia pilih, mengudaralah ia dengan gagah. Terlihat, tapi tak terkejar.”
— Dee

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Israel
seen from United States
seen from Spain
seen from United States

seen from Netherlands

seen from India
seen from China
seen from Yemen
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Serbia
seen from United States
“Ia adalah balon udara yang terlebih dulu menimbun helium dalam tabung lalu pada hari yang ia pilih, mengudaralah ia dengan gagah. Terlihat, tapi tak terkejar.”
— Dee

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sabar
Ada perjuangan yang belum tertuntaskan.
Ada doa yang belum terkabulkan.
Ada harap yang belum terwujudkan.
Serta ada rasa yang belum tersampaikan.
-
Mungkin sabar adalah sebuah jawaban.
Tiada yang lebih indah dari cinta dua orang di pagi hari. Dengan muka berkilap, bau keringat, gigi bermentega, dan mulut asam... mereka masih berani tersenyum dan saling menyapa ‘selamat pagi’.
(Dee, Filosopi Kopi)
dewi lestari, maudy ayunda
gak pernah sejatuh cinta ini sama wanita yang bukan sedarah
Lihatlah detik itu, jarum jam itu, momentum yang tak lagi berarti di detik pertama kamu gagal mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan. Lima menit lalu..
aku tidak tahu kemalangan jenis apa yg menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yg cukup dahsyat di dunia serba seluler ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku
malam dimana kamu terlambat mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan..satu jam yang lalu..
satu waktu nanti,saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit, menyalakan aba-aba "1-2-3" kamu boleh terus percaya bahwa kemarin, besok, lusa, dan hari-hari sesudah itu, aku masih disini menunggu kamu mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan, berjam-jam yang lalu
“selamat ulang tahun…”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Day 8: A Book You Love, and One You Didn’t
Sebuah pertanyaan yang membuatku memutar otak dan berpikir,
“What is my most favorite book?”
Jujur, aku termasuk orang yang generally like everything. Offers me something, there is a 90% chance I would like it. Buatku, menentukan satu favorit merupakan impossible task. I love watching series, but if you ask me what is my number one series of all time, I can’t answer that. I love foods, but I can’t pick my favorite ones. My favorites would vary depend on my mood, I guess.
Hal ini berlaku juga untuk buku. I like reading, i like books. Generally, my favorite is a non-fiction ones (most likely self-help books) or poetry books (I own so many of them). Surprisingly, one book that stood out the most is a fiction one.
Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh by Dewi Lestari (2000)
Novel ini merupakan novel hadiah papaku untuk mamaku di ulang tahun mamaku yang ke 30. Walaupun aku sudah hobi membaca dari kecil, saat itu usiaku baru 4 tahun, orangtuaku jelas tidak akan memberi buku ini untukku.
Aku SD kelas 5 adalah pertama kali membaca novel ini. Kesanku cuma satu; ngga ngerti! bahasanya susah banget dimengerti oleh anak SD. Aku ingat baru baca beberapa paragraf awal sudah pusing duluan dan menyerah.
Aku SMP mencoba baca, mulai mengerti tapi lagi lagi berhenti ditengah-tengah buku. Masih terlalu berat. Aku SMA pun penasaran untuk baca lagi. Kali ini, berhasil tamat walaupun dengan sedikit bingung. Tapi aku SMA sudah cukup memahami cerita buku ini dan jatuh cinta dengan cara penyampaian Dewi Lestari di buku ini yang bisa membuat momen yang sehari-hari dan sederhana, terdengar luar biasa indahnya.
Aku kuliah, dengan level intelektual yang meningkat tentunya dibanding sebelumya, dengan pengalaman hidup lebih banyak, dengan patah hatinya, dengan jatuh cintanya, mencoba membaca kembali. WAW speechless, I’ve got so much life lesson within 200 something pages. I like how Dee described life in a detail philosophical yet sophisticated manner. Its not just an ordinary romance novel, its a masterpiece (dan dengan banyaknya istilah scientific di novel ini membuatku semakin kagum dengan mbak dee dan researchnya yang luar biasa).
Well, the story is simple. About love, about affair, about marriage, about finding yourself, about the essence of life itself. I can’t spoil too much, you better read it too.
“Sesempurna apapun sebuah tatanan, dapat dipastikan chaos selalu ada, membayangi seperti siluman abadi. Begitu sistem mencapai titik kritisnya, maka ia pun lepas mengobrak-abrik. Bahkan dalam keadaan yang nampaknya ekuilibrium, sesungguhnya order dan chaos hadir bersamaan seperti kue lapis.”
- Dewi Lestari dalam Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Ok, about the book that I hate? Oh I’ve got plenty of my medical books that I don’t recommend to read for you unless you’ve got sleeping problem hehe.
Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyanyang ketika ada ruang?.
The Knight, Princess & The Falling Star
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring. ~Dee, Filosofi Kopi . . . . . . . . . . . . #dewilestari #filosopikopi #quotes (at Tasikmalaya) https://www.instagram.com/p/Bv_ey8wHlBB/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=sg75fljckzqa