Aku seorang yang bodo amat, hingga orang-orang berkata aku ini sangat tidak peka. Keputusanku untuk bersikap bodo amat bukan tanpa alasan. Aku hanya tidak ingin stress akibat satu urusan yang tidak ada hubungannya denganku, atau beberapa hal yang hanya akan merusak emosi. Mereka bilang, baperan. Aku pernah mendengar satu kalimat ini, diusia 20an setiap orang pasti bertemu kesulitan, terlepas siapapun kita. Aku juga dengar ini, Dunia tidak boleh tahu kau sedang babak belur, dunia hanya boleh tahu kau masih tegak berdiri setelah badai menerjang. Okay, pada akhirnya aku tahu, hidup tak selamanya mudah. Haa, aku baru sadar, kalau suatu waktu ada yang bertanya apa motto hidupku? Aku ingin hidup dengan damai. Hidup dengan damai dibeberapa situasi yang suka ngajak ribut, hidup dengan damai apapun kata orang, tentu selama kata orang hanya membentuk kalimat destrusktif dalam alur kehidupan. Hidup berdamai dengan diri sendiri, saat ini dan dimasa depan. Kalau hidup dengan damai semudah itu, bumi seharusnya tidak sampai setua ini. Selama aku berusaha hidup dengan damai, itu artinya aku tidak menyerah. Menyerah berati menjadi bodoh membiarkan diri hidup dalam kekacauan. Itu, engga banget deh.