Surah At-Tin (Arab: التِّينِ, "Tin") adalah surah ke-95 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj. Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.
Pohon Tin yang aku rawat dari setahun yang lalu, pemberian tetanggaku yang sangat baik. Senang melihatnya dijemur setiap siang dan subuh tadi langsung mandi air hujan. Ngga kerasa sekarang sudah besar meskipun kemarin sempat beberapa kali berjuang untuk hidup. Semoga tetap tumbuh dengan segala keindahan dan kesederhanaannya.
Layaknya orang tua merawat anak kesayangannya begitu pula pohon. Mamah saya sempat bercerita mengenai filosofi tentang hidup pohon dari mulai benih yang harus kita tanam dengan kasih sayang dan cinta. Pupuklah dengan doa karena setiap orang tua pasti akan selalu berdoa hal terbaik untuk anaknya bahkan sampai mengabaikan doa untuk dirinya sendiri. Siramilah dengan akhlak yang baik karena semua pandangan dan pemikiran yang baik akan menjadikan manusia mempunyai perasaan yang selalu baik pula. Rawatlah dengan kesabaran karena apabila kita merawat dengan baik insya Allah akan tumbuh dengan baik pula. Sayangilah tanaman tanpa batas karena bisa jadi mereka tidak terawat akan keteledoran kita sendiri kadang kita lupa menyiram kadang kita lupa memupuk kadang tidak sengaja akarnya tercabut. Jangan sampai waktu yang kita habiskan tiap harinya terlewatkan oleh pernak-pernik kehidupan sehingga kita lupa tujuan awal yaitu akhirat. Rawatlah tanaman dengan ikhlas karena mungkin dia tanaman yang sederhana dan tidak terlihat bagus ataupun menarik tapi dibalik itu apakah kita tau akan khasiatnya. Jangan merasa selalu malu apabila terlihat sederhana dan bersahaja karena mungkin bisa jadi orang-orang yang hidup dalam segala keterbatasan mempunyai lebih banyak hati untuk berbagi terhadap sesama dan paling banyak bermanfaat bagi orang lain. Bukankah Allah SWT selalu melihat apa yang kamu lakukan??? Bisa saja orang lain hanya melihatmu sebagai bukan siapa-siapa tetapi Allah dan penduduk langit melihatmu sebagai seorang yang dicintaiNya.
Hiduplah kamu bersama manusia sebagaimana pohon yang berbuah, mereka melemparinya dengan batu, tetapi ia membalasnya dengan buah. (Abu Hamid Al Ghazali Filsuf dan sofis dari Persia)











