Fast Writing : Menulis tanpa beban...
beberapa hari ini lagi ikut kelas menulis. salah satu pembahasan yang menarik perhatianku adalah tentang fast writing. dari penjelasan yang bisa aku tangkap, fast writing adalah menulis bebas atau tanpa beban. ibarat sebuah air yang dituangkan dari sebuah cerek, kita membiarkan air itu mengalir, jatuh dalam wadah yang kita gunakan untuk menampungnya. tanpa memikirkan untuk menyaring air tersebut terlebih dahulu.
fast writing pun seperti itu.
kita membiarkan diri kita menuangkan apa saja yang ada dalam pikiran kita, tanpa peduli apakah itu sesuatu yang layak, benar, ataupun bagus untuk dituliskan. karena fokus kita hanya untuk mengosongkan pikiran atau memindahkan apa yang ada dalam kepala kita ke dalam sebuah tulisan.
pas menyimak penjelasan mentor, aku seketika nggeh sama salah satu kebiasaanku dalam menulis. ketika kepala aku sedang penuh dengan berbagai hal, sehingga aku kesulitan memilih hal mana dulu yang perlu aku keluarkan. aku biasanya membuka buku diariku, dan membiarkan tanganku lepas menuliskan apa saja yang sedang kupikirkan saat itu. walaupun antara satu kata atau satu kalimat dengan kata atau kalimat lainnya seperti meloncat-loncat dan tak nyambung. aku hanya fokus untuk 'membersihkan' sebagian memori yang kusimpan dalam ingatan.
menariknya, tulisan yang semula kutulis hanya untuk merapikan apa yang semulanya sangat berantakan. ketika aku membaca ulang tulisan tersebut, aku seperti bisa menarik benang merah terhadap akar masalah yang sedang kuhadapi atau bahkan dibuat terkejut dengan fakta yang kutemukan dalam tulisanku sendiri...
berpindah pada cerita yang berbeda namun masih memiliki keterikatan, waktu itu aku sempat menonton sebuah video youtube yang membahas tentang journaling. dalam video tersebut aku baru tahu bahwa journaling ternyata berbeda dengan menulis diari. yang membedakan adalah, jika menulis diari kita berfokus menulis tentang perasaan kita, journaling malah berfokus menuliskan apa saja yang sedang kita pikirkan secara konsisten sebanyak 3 lembar halaman setiap harinya.
sekarang apakah kalian sudah menemukan keterkaitan antara fast writing dan journaling?
yap. kalian benar. kedua jenis tulisan itu sama-sama bertemakan 'kebebasan'. kita nggak hanya berfokus menulis tentang satu tema. tetapi fokus kita adalah hanya tentang mengeluarkan apa yang ada di kepala kita.
aku berpikir, untuk penulis pemula yang selalu bingung untuk mencari tema tulisan, kedua teknik menulis ini sangat cocok diterapkan untuk melatih skill menulis.
sebab, pada permulaan. kita hanya fokus pada membiasakan diri kita untuk selalu menuangkan apa yang ada dalam kepala kita tanpa berkeinginan memikirkan hal-hal di luar dari itu yang berpotensi membuyarkan niat kita, seperti memikirkan tanggapan orang lain, menilai kelayakan tulisan kita sendiri, ataupun menganggapnya kurang menarik.
walau sebenarnya, balik lagi..., selama tujuanmu dalam menulis bukan tentang menginginkan tanggapan manusia. ya kamu akan fokus saja pada kegiatan menulis itu sendiri.
kalimat 'semakin belajar semakin merasa diri tak tahu apa-apa' semakin kurasakan maknanya saat ini.
dan itu semakin terasa menyenangkan ketika apa yang kuselami adalah sesuatu yang selama ini telah membawaku selamat sampai ke permukaan.
aku harap kalian tidak pernah berhenti belajar menyelami lautan makna dari sebuah tulisan.
mari belajar bersama-sama.
















