[Sesi Ruhiyah BADR] Meneladani Akhlaq Rasulullah Saat Bekerja oleh Ust. Banu Muhammad, M.SE.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَـٰنَـٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
O you who have believed, do not betray Allah and the Messenger or betray your trusts while you know [the consequence]. (Q.S.Al-Anfal : 27)
Rasulullah sejatinya memiliki 4 karakter utama yaitu: Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah.
Rasul adalah sosok yang sangat amanah (dapat dipercaya). Semua hal tercatat dan diselesaikan dengan rapi, bahkan saat hijrah, Rasul meminta agar Ali menuntaskan urusan pengembalian barang-barang yang bukan milik Rasul yang tertinggal di Mekkah. Kerja Rasul sangat bagus hingga Khadijah pun dibuat penasaran. Rasul adalah pedagang yang kaya, bisnis yang dibawanya selalu untung, Khadijah jatuh cinta pertama kali pada akhlaq Rasul, bukan pada fisik atau apa yang dimilikinya.
Hampir semua pekerjaan di zaman dulu adalah project based (pekerjaan berdasarkan apa yang harus dikerjakan). Maka dari itu, zaman dulu tidak ada zakat profesi. Dalam perjalanan dagang, Rasul selalu memisahkan pengeluaran operasional dari barang dagangan, semuanya dicatat. Bahkan, saat menetapkan harga produk yang berbeda di setiap negara, selalu dilaporkan dengan seksama (bentuk pertanggungjawaban). Maka, kalau punya kegiatan dan malas buat LPJ, sebenarnya tidak mengikuti sunnah hehe.
Sahabat Rasul juga merupakan orang yang amanah, sebutlah Abu Ubaidah bin Jarrah (dijuluki Al Amin Al Ummah, yang artinya paling dapat dipercaya diantara kaumnya).
Sebelum Perang Yarmuk, pasukan islam yang ada di Syam (bagian utara) dikerahkan ke Yordania (bagian selatan). Abu Ubaidah bin Jarrah yang saat itu merupakan pejabat di Syam mengembalikan dana-dana jizyah (semacam zakat, tapi dibayarkan oleh non-muslim kepada negara, sebagai dana keamanan) karena umat muslim hendak meninggalkan negara dan tidak bisa lagi menjamin keamanan mereka. Saking amanahnya pemimpin muslim saat itu, para pendeta pun mendoakan kemenangan kaum muslimin dalam Perang Yarmuk.
Shahabiyah juga termasuk orang-orang amanah, salah satunya adalah Ummu Haram binti Milhan yang ikut berperang ke Cyprus di usianya yang sudah senja.
Amanah itu setidaknya mencakup 3 hal
1. Menjalankan fungsi dengan baik.
Kisah-kisah orang yang amanah telah menunjukkan hal tersebut dengan jelas. Mereka juga tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan haknya. Lawan kata dari amanah adalah khianat (tidak dapat dipercaya) yang merupakan salah satu ciri orang munafik.
2. Menjadi solusi permasalahan (problem solver)
Gelar Al-Amin yang Rasul terima, merupakan julukan atas suatu kebijaksanaan yang Rasul lakukan saat usianya 35 tahun. Saat itu banjir bandang terjadi di Mekkah dan membuat bentuk ka'bah yang awalnya balok (persegi panjang), jadi tinggal kubus (persegi). Renovasi ka'bah dilakukan secara gotong-royong hingga saat waktunya tiba memindahkan Hajar Aswad, para kabilah/suku berebut untuk memindahkannya. Rasul terpilih menjadi orang yang memindahkan Hajar Aswad karena beliau adalah orang pertama yang masuk ke dalam masjid melalui jalan tersebut.
Tapi, Rasul tidak serta-merta mengambil dan langsung meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya, melainkan Rasul membentangkan sorbannya, meletakkan Hajar Aswad di atasnya, dan mempersilakan tiap pemimpin kabilah membawa Hajar Aswad bersama-sama. Itulah bentuk dari problem solver yang ditunjukkan Rasul sebagai bagian dari sifat amanahnya.
3. Kejujuran
Saat Rasul menerima wahyu, gemetar tubuhnya. Khadijah sebagai istri yang keibuan berusaha menenangkan Rasul dan mengatakan bahwa Rasul adalah orang baik yang tidak pernah menyakiti siapapun.
Rasulullah pun pergi ke bukit Shafa (wilayah yang digunakan untuk mengumumkan hal penting). Seluruh masyarakat arab berkumpul dan bersiap menyimak perkataan Rasul. Rasul berkata "Jika aku bilang di balik bukit ini ada musuh yang sebentar lagi akan menyerang kalian, apakah kalian mempercayaiku?"
Orang-orang tahu bahwa Rasul tidak pernah sama sekali berbohong, maka mereka menjawab "Tentu saja kami percaya".
Lalu Rasul melanjutkan perkataannya perihal wahyu yang beliau terima. Abu Lahab yang saat itu berada di kerumunan langsung geram dan merespon dengan melempar batu ke atas bukit. Saat itu, turunlah Surat Al-Lahab ayat 1 yang mengecam perbuatan Abu Lahab tersebut.
Nabi tidak pernah berbohong, maka siapapun akan mempercayainya dan Al-Qur'an dengan keluhuran bahasannya, mengecam Abu Lahab tanpa menyebutkan nama aslinya, karena sesungguhnya yang dikecam adalah karakternya bukan orangnya.
Q.A.
1. Bagaimana menghitung zakat yang benar? Dulu kan tidak ada zakat profesi?
Pertama, harus bersyukur karena punya harta yang bisa dizakatkan, syaratnya nisab dan dimiliki dalam waktu haul. Kalau saya memilih Ramadhan ke Ramadhan, tapi kalau Januari ke Desember, boleh saja.
Nisabnya adalah 20 dinar atau diatas 52juta setahun (harta sisa yang sudah dikurangi utang-utang lancar). Misalnya emas, tanah, rumah kedua, dll (literally harta sisa bukan sesuatu yang kita gunakan sehari-hari)
Semuanya ditotal, lalu dikali 2.5%
Zakat memang mendorong uang itu berputar dalam ekonomi. Makanya harta2 sisa, misalnya kita nimbun uang di bawah kasur kan harus dizakati, makanya nilainya akan turun terus 2.5% per tahunnya.
Salah satu bentuk amanah adalah membayar zakat.
2. Bagaimana mengelola amanah yang banyak?
Rasul tinggal di Madinah sebagai seorang suami dengan 9 istri, kepala negara, kepala keamanan, miftah, dan lain-lain. Tapi ibadah, termasuk Qiyamullail lail jalan terus, bahkan selalu jadi imam, kecuali sedang sakit.
Setidaknya Rasul menjaga 4 hal ini dalam menjalankan amanah:
a. Sangat memperhatikan hak setiap orang dan setiap urusan. Semua orang diperlakukan spesial bahkan Ammar bin Ash pun sampai merasa dirinya paling spesial nomor 1 di mata Rasul.
b. Bisa mengatur waktu dengan baik. Karena orang yang bisa dipercaya adalah orang yang banyak amanahnya.
c. Menuntaskan pekerjaan sesegera mungkin. Rasulullah bukan seseorang yang suka menunda pekerjaan.
d. Menyertakan Allah dalam setiap kegiatan. Rasul rajin berdoa agar diberikan kelapangan hidup, kematian yang wajar, serta tempat kembali yang tidak menyedihkan. Rasul juga berdoa agar Allah tidak meninggalkannya mengurus setiap urusan seorang diri (kalau kita merasa sanggup menyelesaikan masalah kita sendirian tanpa Allah, itu bahaya). Ikhtiar yang dilakukan mesti baik dan spesifik, tapi jangan lupa minta tolong sama Allah.
3. Halalkah menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi?
Karena perusahaan swasta, sifatnya kolegial, semua tergantung kesepakatan. Konteks publik beda sama swasta. Kalau publik harus patuh denga konstitusi kenegaraan. Kalau swasta, selama diizinkan ya boleh-boleh saja. Izin tersebut menjadi penggugur hal yang haram karena haram terbagi menjadi dua: Haram Zatihi (karena zatnya dia haram) misalnya babi dan Haram Bighairihi (karena akadnya). Izin pimpinan untuk menggunakan aset kantor menjadi akad penggugur keharaman.
4. Rumah KPR milik siapa? Lalu, siapa yang perlu membayar zakatnya?
KPR banyak jenis akadnya, diantaranya: Murobahah, Ijarah, atau Musyarakah Mutanaqisoh.
Kalau akadnya Murobahah (jual-beli), rumahnya jadi milik kita jadi harus dizakatkan. Jangan khawatir berzakat karena itu bentuk rukun islam dan membelanjakan harta di jalan Allah. Sama halnya dengan sedekah (berasal dari kata shodaqoh, shiddiq yang artinya yakin) yaitu yakin kalau harta yang kita sedekahkan akan dipertemukan lagi dengan kita di alam berikutnya. Dua hal yang akan menerangi kubur seseorang yaitu sedekah dan bacaan Al-Qur'an.
Wallahua'alam
Notulensi: Abidah Syauqina
















