Memimpin adalah Menderita
Memimpin adalah menderita.Bukan sebuah kata-kata ataupun kalimat tapi itulah realitanya. Jika kita ingin menjadi seorang pemimpin kita harus siap dengan resiko-resikonya salah satunya menderita. Menderita disini bukan hanya soal fisik tetapi bathin juga akan menderita. Disaat kita menjadi seorang pemimpin kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita, setuju dengan kita tetapi akan ada banyak orang-orang yang bertentangan dengan kita. Sebagai contoh kita mengeluarkan pendapat ataupun suatu kebijakan, memang ada banyak orang yang sependapat dan sejutu tapi ada banyak juga orang-orang yang tidak sependapat dengan kita atapun tidak setuju dengan kita.
Lalu bagaimana dengan kita? Ngedown? Stres? Jika kata orang kita tidak perlu mendengarkan perkataan orang lain, ya memang benar tapi menurut saya itu ada waktu dan situasinya. Dalam persoalan ini menurut saya tentu kita dengarkan apa saja yang membuat orang-orang yang tidak sependapat dengan kita setelah mendengarkan mereka lalu kita mulailah untuk mengkaji ataupun mempelajari dari apa yang mereka resahkan.
Lalu dengan begitu akan selesai? Ya tentu saja tidak semudah itu. Pasti orang-orang yang akan mengkritik kita akan berlanjut ataubahkan akan datang dengan lebih keras. Kepemimpinan yang ideal ialah pemimpin sering dikritik, kenapa demikian? Karena dari kritikan tersebut akan menjadikan seorang pencundang menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya.
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa tidak ada yang namanya memimpin itu enak namun sebaliknya memimpin itu sangatlah menderita. Tapi ingatlah bahwa amanah itu pasti tidak akan salah pundak karena Allah SWT tahu bahwa tidak ada orang yang bisa menerima beban amanah seorang pemimpin selain kalian.














