ouaaaaghh..
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from South Korea

seen from Australia
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from Netherlands
ouaaaaghh..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I'd say I'm in the midst of moving phase. Teardrops of sadness and joy were so usual for me nowadays- in my apartment, at work (which I usually have to learn on my own), eating, and having fun on my own. I'm in a phase where I go to the supermarket alone, eat alone, go to laundry alone, and buy everything I want by myself. Lonely yet flourishing.
Being an engineer in my field is a huge accomplishment for me. Most of the time, I need to be smart and knowledgeable, which is thrilling. More to the point where my co-engineers really have a kind of life where they go to the bar (which I refer to them as bar boys and bar girls cuz they were from i think an elite class). I’m having fun here tho and most of the time I’m going with them.
Again, i’m moving forward towards growth but I miss you.
Back from the studio and not exhausted. S picked me up and had pizza for me and we talked for a minute but then he left.
Now I am home and I have an alonely. Which is better than a baloney, probably. But it's an uncomfortable alonely bc today was hard and my brain has been weird and I am sick of vocal rest and social isolation. And I have no one to reach out to. J is in CA. K is probably asleep. S is practicing (for what? We have no band).
Maybe I'll try my sis.
(she didn't pick up)
Menjelajah Sendiri
Perjalanan hari ini, tak kupikir aku akan benar benar slarut ini dalam kesendirian. Menjelajah tanpa arah, bepergian dengan sendiri aku menebak ini semua terjadi karena keterbatasan ekonomi ku. Ku tak bisa mentraktir teman ku. Ku kikir, perhitungan. Tapi kalau tidak seperti itu bagaimana aku mengelola keuangan. Sedang aku di rantau usiaku bukan lagi untuk meminta ke orang tua. Melainkan memberi. Harga diriku. Ku ikhtiar melalui beberapa perjuangan. Aku merasa seolah tak berdaya. Apa aku ini. menggapai cita yang tak kusungguhi. Berdiri sendiri melawan hati. Beruntung nya telah membaca sebuah pengetahuan ada istighfar yang menemani kesendirian ku. Shalawat bergejolak dalam dada. Mudah mudahan ini adalah pertanda ku masih di lindungi dan Allah tidak ingin membiarkan diri ini terbuang sia sia.
Alonely Yasuko.
Twin sister of Melly Yasuko

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Wish this was you
Luka Malam
Adalah suatu kesalahan memilih danau sebagai tempat untuk menghabiskan sore di hari Jumat. Itu yang aku sadari ketika duduk di salah satu bangku, sendirian. Lampu-lampu taman yang mulai menyala atau angsa dan burung tekukur yang kembali ke rumahnya tidak mampu mengalihkan perhatianku dari orang-orang yang berlalu-lalang. Berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Mungkin iri yang sedang aku rasakan sekarang, mungkin juga bukan. Tapi yang aku tahu, di suatu palung jauh entah di mana, ada rasa sakit yang menggigit.
Aku selalu bertanya-tanya bagaimana bisa ada begitu banyak orang di dunia ini yang bisa saling menemukan, dan kenapa sepertinya hanya aku yang gagal. Sepertinya hanya aku yang menginginkan orang yang tidak menginginkanku, membutuhkan orang yang tidak membutuhkanku. Seakan aku memang tidak diinginkan, seolah aku memang tidak dibutuhkan.
Aku menggigit bibir, mentransformasikan sakit yang melayang-layang itu menjadi sesuatu yang nyata. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya dalam diam. Tidak apa-apa, pikirku. Lebih baik bisa merasakan sakit daripada tidak merasa sama sekali. Rasa sakit itu tetap ada, tapi sepertinya aku mulai bisa menerimanya. Bahkan mungkin aku membutuhkannya.
Aku masih ada di sana hingga larut ke dalam malam.