Pecahan Uang Baru Dimata Pakar Desian Garfis - IndoPress
http://indopress.id/pecahan-uang-baru-dimata-pakar-desian-garfis/
Pecahan Uang Baru Dimata Pakar Desian Garfis
Indopress, Jakarta – Bank Indonesia pada 19 Desember kemarin meresmikan peluncuran pecahan uang rupiah baru yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang koin.
Sempat ramai di media sosial terkait rupa dari pecahan uang kertas yang baru tersebut. Tapi bagaiman sebenarnya pendapat pakar desain grafis terkait pecahan uang kertas baru ini?
Menurut Andreas syah pahlevi, Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang mengatakan bahwa desain kali ini memberikan nuansa baru. Sementara komposisinya menawarkan tampilan baru yang tampak modern dan optimis.
“Desainnya, menurut saya bagus,” ujar pria yang juga aktif di Asosiasi Desain Garfis Indonesia, yaitu asosiasi para desainer yang ada di Indonesia.
Terkait dengan kemiripan dengan mata uang asing seperti Yuan dan Euro, menurutnya selama tidak melakukan plagiasi. Sebab kemiripan tersebut bisa saja terjadi karena terinspirasi atau pemikiran yang paralel.
Andreas malah khawatir soal ramainya kritik yang bertebaran di media sosial dimafaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan traffic sebuah website tertentu. Sebab baginya pecahan uang baru ini pasti telah mendapatkan review dari banyak pihak sebelum resmi disebarkan.
Lebih jauh Andreas menyatakan bahwa pro dan kontra yang ada di masyarakat itu hal yang dapat dimaklumi. Sebab tentu sulit sekali untuk memuaskan banyak pihak dengan berbagai selera.
“Namun jika sudah cukup efisien, secara komposisi baik, dan tidak melakukan plagiasi dalam proses desainnya, itu sudah ok,” tuturnya.
Bagi Andreas, desain pecahan uang baru kali ini memberikan kesan modern yang kuat daripada sebelumya. Gaya desian minimalis membuat focus emphasis lebih tampak (pada gambar pahlawan).
Tapi Andreas juga melihat adanya kekurangan dalam desain pecahan uang baru tersebut. Ia mencontohkan teks angka 50 pada pecahan 50 ribu dan seterusnya kemungkinan menimbulkan kesan salah tafsir antara 50 rupiah atau 50 ribu rupiah.
“Apalagi jika turis mancanegara yang belum familiar,” ujarnya.
Namun, Andreas menekankan bahwa jika sudah resmi disebarkan dan tesebar luas menurutnya perlu diapresiasi. Sebab jika harus ditarik dari peredaran dan didesain ulang justru akan menghabiskan Dana lagi.
Pecahan uang baru kali ini juga menempatkan beberapa gambar para pahlawan dan keindahan alam Indonesia. Bukan cuma itu, Bank Indonesia juga mengklaim bahwa pecahan uang baru kali ini memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi, hingga tidak akan mudah seseorang untuk memalsukannya.