Skripsi : The Untold Story
" Langsung saja ke pembahasan, bapak sudah tahu lah semua tetek bengeknya mah" ujar Pak Karso memotong aku yang sedang menjelaskan tujuan penelitian. " Baik pak " ucapku sambil menekan tombol Esc pada keyboard laptopku dan langsung mencari slide pembahasan. Aku berpresentasi dengan sangat lancar, bak seorang sales mempromosikan produknya. Aku paham betul isi dari skripsiku. " Desain Didaktis Bentuk Aljabar Berdasarkan Learning Obstacles dan Learning Trajectory " itulah judul dari skripsiku. Skripsi yang terbilang cukup tebal, tepat 190 halaman. Aku mempresentasikan bab pembahasan dengan sangat percaya diri, ku tunjukan jawaban dari setiap rumusan masalah. " Ini jawaban dari rumusan masalah yang terakhir pak, kesimpulannya siswa menyukai desain didaktis yang saya buat " ucapku dengan percaya diri sambil menengok tabel sikap siswa terhadap desain didaktis di layar presentasi. " Oke bagus, semua sudah terjawab. Penjelasan yang baik tapi bapak mau tanya satu hal sebelum ditutup. Ini untuk menguji pengetahuan kamu tentang skripsi kamu. Coba jelaskan, apa itu Design Didactical Research ? ". Aku menelan ludah. Glek. Pak Karso dan Bu Dian menunggu jawaban keluar dari mulutku. " Oh Design Didactical Research ya pak? " ucapku sambil tersenyum menjaga kepercayaan diri yang sejak tadi aku jaga. " Jadi sependek pengetahuan saya, mohon dikoreksi jika saya salah ... " ucapku sambil mengulur waktu, membiarkan otakku mencari informasi di loker penyimpanan. " Aha! Ingat! " teriakku dalam hati. Aku ingat tadi sebelum giliranku masuk majelis, aku membuka gawaiku sambil membaca isi pada Bab 2. Meski membaca dengan sekilas namun nampaknya aku ingat poin-poinku. " Plan, do dan see. Itu tahapan di dalam Design Didactical Research pak, bu ... " jelasku menjawab pertanyaan Pak Karso. Bermodal tiga kata yang aku ingat itu, aku mengembangkannya menjadi kalimat yang cukup panjang. Pak Karso tersenyum sambil bertepuk tangan kecil. " Betul, berarti bener ya kamu paham dengan skripsi kamu. Harus paham dong, orang skripsi kamu ya kamu sendiri yang kerjain kan?. Oke baik silahkan ditutup " kata Pak Karso sambil membereskan barang-barang di mejanya. " Terimakasih atas perhatian dan bimbingannya pak, bu. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam skripsi dan presentasi saya. Insyaallah akan saya perbaiki. Wassalamualaikum " tutupku dengan senyum penuh kelegaan. Aku berjalan dengan sangat senang ke arah pintu keluar, rasanya kakiku tak kuat ingin sekali bergoyang Bang Jali. Tanganku tak kuat ingin bergoyang seperti Joker. Aku tersenyum lebar membayangkan sambutan dari teman-teman setelah aku keluar nanti. Ah, jadi begini rasanya mau jadi sarjana. Hahahahahaha. Tanganku memegang kenop pintu E-301, siap memutarnya ke arah kiri. Namun, terpikirkan olehku pertanyaan terakhir dari Pak Karso tadi. Memang sih, aku mengerjakan skripsi ini sendiri tapi sepertinya banyak tangan yang membantu skripsi ini hingga selesai dengan sempurna.
Aku begitu ingat dulu, Juni 2019. Aku berkunjung ke Majalengka, ke rumah bibiku. Saat itu, aku sama sekali belum dapat inspirasi tentang judul apa yang harus aku pilih untuk skripsiku. Ah tapi saat itu aku pun tak berusaha mencari inspirasi apapun. Namun Allah s.w.t. Maha Baik, inspirasi lah yang mengejarku. Sehari setelah aku berkunjung ke Kuningan untuk bertemu Mia dan Rege, aku memutuskan untuk bersilaturahim dengan temanku lainnya di Majalengka. Idvan, teman laki-laki pertamaku di Depdikmat. Kita bertemu di suatu rumah makan, aku sampai duluan di sana. Akhirnya Idvan datang sambil membawa keresek hitam. " Ini cad oleh-oleh " ujar Idvan seraya datang menghampiriku. Aduh ya Allah, punya temen meni baik gini :'). Kusimpan keresek hitam pemberian dari Idvan, lalu kuperkenalkan Idvan kepada bibi dan om ku seraya meminta izin untuk memisahkan diri hehe biar fokus ngobrolnya. " Kenapa cad? Mau ngobrol apa? " tanya idvan. " Ini van, Icad pengen tau skripsi Idvan. Lagi cari inspirasi hehehe " jawabku. " Ohhhh iya iyaaa jadi gini cad ... " jelas Idvan dengan sangat detail dan penuh kesabaran. Idvan menjelaskan semuanya dengan sangat detail, runtut dan penuh kesabaran karena aku dikit-dikit nanya mulu hehe. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, aku pun sudah paham dengan penjelasan Idvan. Kami pun berpamitan, seraya saling mengucap do'a satu sama lain. " Van makasih yak, selamat dan sukses atas wisudanya " ucapku sambil memeluknya. " Iya cad makasih juga, sukses skripsinya yak " balas Idvan seraya melepas pelukan. Idvan pergi ke motornya, melambaikan tangan lalu pulang kembali ke rumah. Siapa sangka, satu kalimat do'a yang terucap dari lisan Idvan ketika berpamitan adalah salah satu do'a yang Allah s.w.t kabulkan. Hatur nuhun, van!
Agustus 2019. Aku adalah salah satu orang yang tertinggal pengerjaan skripsinya. Di saat teman-temanku yang lain sudah mau sidang akhir pada bulan september, aku masih berkutat dengan proposal skripsiku yang tak kunjung mendapat restu untuk seminar proposal dari dosen pembimbing. Rasanya pengen nangis, semester 8 sudah di penghujung jalan tapi seminar proposal saja aku belum selesai. Aku mulai membayangkan UKT semester 9 yang nominalnya cukup besar. Duh, masa harus minta orang tua lagi sih. Arrrggghhh rasanya hilang semangat, ingin kubakar saja ini draft skripsi ini. Namun, dewi penyelamat pertama datang dikirim Allah untuk menyelamatkan draft skripsiku. Dialah Mia Rahmi Utami yang kebetulan mempertemukan aku dengan dia, sosok yang bisa membuatku nyaman untuk terus berada dipeluknya. Yeaaay, Kineruku!. Mia mengajakku ke sana, merekomendasikan Es Timun Kineruku yang rasanya aduhaaaaiiii geleserrrr di kerongkongan hingga kau bisa merasakan timun-timun dingin itu menggelitik jari ke sembilan di usus dua belas jarimu hhhhhh. " Sini laptopnya " pinta Mia. " Ini tuh gini-gini-gini cad ... " cetus mia sambil fokus melihat proposal skripsku di layar laptopku. Aku tak begitu peduli dengan apa yang dikatakan Mia, aku percaya seratus persen kepadanya. Mia terus berceloteh sambil mengkoreksi apa yang salah, sedangkan aku sibuk menikmati Fresh Pineapple Juice yang rasanya suegeerrrrrr banget gila!. Tak lama dari Kineruku itu, akhirnya yeaaay proposal skripsiku diacc. Thanks to Mia karena mu aku jadi bisa seminar proposal dan akhirnya aku tau tempat nongkrong yang comfyyyyy bangettt gileeee bisa buat galau-galau an juga tempatnya enak hahahaha. Thanks miw!
Akhir Agustus 2019. Aku mulai mengebut pengerjaan skripskiku. Rasanya aku sedang balapan dengan waktu wisuda yang semakin dekat. Ku kebut pengerjaan instrumen dan Lesson Design demi bisa segera melakukan penelitian. Akhirnya semua selesai. Lesson Design, LKS, Media Pembelajaran, tripod, kamera dan juga Angket semuanya ready. Yeaaaayyy penelitian siaaaaa ... eh bentar, yang megang kameranya nanti siapaaaa ???!!!! Tidak tidak tidak, janji dengan sekolah sudah dibuat. Aku harus segera cari teman yang bisa bantu. Tring! Nama pertama yang muncul adalaaaaah M. Aziz Nurdinsyah. Sobat dari SMA yang selalu siap sedia membantuku. Ku kirim pesan via whatsapp menanyakan kesediannya untuk membantuku meskipun aku tahu dia tak akan pernah menolak hhhhh. Sesuai hipotesa, Aziz bersedia membantu aku dalam penelitian, yeaaaay! Esok hari tiba, aku mulai panik ketika Aziz tak kunjung membalas pesanku. Aku memandangi jam dinding, waktu menunjukan pukul 7.15 pagi. Aku melihat kembali gawaiku, belum ada balasan dari Aziz. Wah pasti kasarean ieu mah! Langsung ku pacu motorku menuju rumahnya. " AZIIIIIZ! AZZIIIIIIZZZ! AZZZIIIIIIIIZZZZ " teriakku dari luar pagarnya. Tak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam rumahnya, pagarnya digembok. Ah, rasanya sudah pasrah. " Geus we lah saaya-aya penelitian teh " ucapku dalam hati. Namun, tak lama terdengar suara orang yang memutar kunci pada kenop pintu. " Hampura cad karek hudang hehehe " ucap Aziz sambil lulungu. " Buru ajig, keudeung deui kelasna mulai " ujarku ngarurusuh. " Heeuh heeuh kaleum, ieu tamas hungkul " jawab Aziz bari buuk acak-acakan tea. Alhamdulillah penelitian berjalan lancar, meskipun kamera dan tripod yang sudah dibawa tak jadi digunakan karena kebodohanku yang tidak mencobanya terlebih dahulu di Bandung hahahaha. Aziz dengan sigap dan sabarnya merekam kegiatan di dalam kelas dengan gawainya. Hehehe nuhun ziz, aing geus beres sidang gara-gara maneh yeuuuh. Nuhun nya, ziz!
September 2019. Momen itu datang, pendaftaran sidang sudah dibuka. Aku mengebut semua pengerjaan. Bab 4 dilibas habis, bab 5 dilibas habis. Syarat-syarat sidang aku cicil. Foto, daftar tes PTSOL dan tetek bengek lainnya. Draft sudah aku print, hati ku siapkan untuk meminta persetujuan dari Bu Nurjanah. Bismillah, aku masuk ruangan Ibu. Di dalam, aku malah dimarahi Ibu. " Kamu belum siap, Ibu gak mengizinkan " ujar Ibu tidak menyetujui aku ikut sidang kala itu. Hatiku hancur rasanya, bukan apa-apa .. sebenarnya saya santai saja kalau seandainya gratis. Tapi ini sistem di UPI, berapapun matkul yang kamu ambil bayarnya tetep sama :(. Mulai deh kepikiran, gimana niiii harus nambah semester .. mau minta uang lagi ke orang tua tau deh malu nya kek manaaa. Hancur lah saat itu, teu pararuguh jiwa. Tes PTSOL yang waktu itu sudah daftar dan bayar pun tak jadi diambil karena pundung gak bisa sidang kala itu. Males, pokoknya setelah itu jadi sensitif kalau ada orang bertanya tentang progress skripsi. Kacau pokoknya, jatuhnya malah dengki. Aku malah jadi kesal kepada teman-teman yang bahagia karena berhasil sidang dan lulus duluan. Maaf ya teman-teman semua~
Oktober 2019. Aku yang gagal sidang dan lulus tepat waktu jadi malas untuk melanjutkan pengerjaan skripsi. Aku hanya kukulutus saja sama nasib sendiri. Hingga Ibu Nurjanah mengirim pesan singkat via whatsapp. " Nak, kapan bimbingan lagi? Semangat ya, Goodluck! " ujar Ibu. Deg. Mendapatkan pesan dari Ibu membuatku malu sekaligus semangat. Secercah sinar hadir kembali di ujung jalan, it just a spark but it's enough to keep me going. Aku mulai bangkit kembali menapaki jalan yang sebenarnya sebentar lagi pun aku akan sampai ke tujuan. Tapi sebelum progres skripsi maju kembali, aku dibuat panik oleh pengumuman dari Official Account BEM HIU yang menyebutkan bahwa pembayaran UKT terakhir adalah esok hari. Deg. Gimana nii gimana niii gimana niiii, teman-teman kontrakan memberi saran. Coba ke BEM HIU, aku pun mencoba meminjam ke BEM HIU. Namun, BEM HIU tak bisa memberikan bantuan full. Terimakasih ya Allah, tiba-tiba Crazy Rich Acul datang membawa secercah harapan dan segepok uang. " Yeuh cad, urang boga tabungan da sok we pake heula " ujar Nasrul. " Tapi mayarna moal bisa buru-buru urang cul, bae? " tanyaku. " Bae santai we, asal dibayar " jawab Nasrul menenangkan. Alhamdulillah, Ya Allah. Hatur Nuhun pisan, Cul!
November 2019. Ibarat nuntun kuya ka maluku, sanajan lalaunan akhirnya skripsiku beres juga. Fix ini mah bener-bener beres pisan. Terimakasih kepada Tara Basro yang mirip Aprilia Rambe. April ini ibarat Dewi, menolong di saat-saat genting tea gening tapi ya itu kamu harus jadi hamba april. Kamu harus memuliakan dia layaknya Ratu. Tidak boleh menghina april, disuruh ambilin minum dan lain-lain. Hahaha but thanks abe! Terimakasih sudah menyusun daftar isi, daftar gambar, daftar tabel dan bantuin bikin abstrak. Kepada Aziz juga terimakasih lagi karena telah mentranslate abstraknya ke bahasa inggris. Nuhun! Terakhir kepada Reka Septiani, si bageur dari Cibiru tea. Nuhun sudah mau direrepot buat powerpoint untuk sidang Icad. Powerpoint nya ajib, benar-benar powerful. Makasih yak! Ah iya untung Kang Gelar, makasih juga udah mau minjemin jas nya hehehe.
Keluar dari ruangan sidang, kaki dan tangan yang sudah ditahan ini langsung bermanuver melakukan tarian joker dan bang jali. Ah, enak banget! Beban yang menumpuk di pundak tetiba luruh entah kemana. Sambutan hangat dari beberapa teman di luar ruangan menambah kebahagiaan kala itu. I did it! Senyumku merekah, badanku tak bisa diam. Oh, ini rasanya selesai sidang? Enak bangettttt!!! Hahahahaha. Ku lihat draft yang tadi dipegang oleh Bu Dian dan Pak Karso. Glek. Aku buka halaman per halaman. Loh loh? Gak ada coretan sama sekali nih. Asli???? Masyaallah tidak ada revisi :')))))). Alhamdulillah!
Pokoknya terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu Icad. Anak-anak APIP, anak-anak DPMB, Saung Himelnah, Coboy, Willy, Temen-temen kelas dan angkatan, Paramore, Stars and Rabbit, Danilla Riyadi, Banda Neira, Persib Bandung, temen-temen KKN dan semua pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu. I did it!
Icad's Life: Chapter Sarjana. Done!