[Selepas Hujan dan Mengubah Kebiasaan] Hari ke #314 Beberapa hari terakhir ini Jogja dilanda hujan setelah sekian lama hujan enggan turun. Suasananya menjadi teras sejuk dan menenangkan. Apalagi aroma petrichor yang menguar dari tanah halaman depan dan merangsek melalui celah jendela kontrakan. Seketika memenuhi kontrakan, menyejukkan dan membuatku betah di kontrakan. Anehnya, kesejukan itu tidak membuatku terkulai di kasur dan menyelimutkan diri. Sebaliknya, membuatku ingin berlama-lama di ruang tengah, di depan laptop. Sembari merasakan aroma selepas hujan yang memenuhi langit-langit kontrakan. Berkat itu juga, aku mengubah kebiasaanku. Kalau sebelumnya banyak waktu yang kugunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Hingga menunda melakukan aktivitas yang seharusnya menjadi prioritas. Sejak hujan turun lagi, aku mencoba untuk mengefektifkan dan mengefesienkan waktu. Mendaftar dalam angan aktivitas apa saja yang harus kulakukan dalam sehari itu. Dengan demikian tidak ada waktu yang kugunakan secara percuma. Memudahkanku untuk lebih cepat melakukan tugas sebagai istri. Sehingga dapat menyeimbangkan antara tugas sebagai istri dan hobi menulis. Ternyata, hujan memang berkah. Salah satu keberkahannya membuatku dapat mengubah kebiasaan yang ternyata sangat perlu dilakukan. Langkah selanjutnya "tinggal" mengistikamahkan kebiasaan tersebut. Dan yang terpenting membentengi diri untuk tidak menunda atau prokrastinasi melakukan sesuatu. #jurnal365 #riasrise #314of365 https://www.instagram.com/p/BqJWwBEHOh2/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=dfpjbu07h3ou