Mimpi Semua orang punya mimpi, angan-angan, cita-cita, yang diinginkan, dan kata-kata bermakna sama lainnya. Saya juga. Dulu sekali ingin sekali dewasa nanti jadi guru matematika. Karena guru matematika saya sejak SMP enak jika mengajarkan mata pelajaran yang katanya bisa membuat pusing tujuh keliling. Memangnya nilai matematikamu bagus, Nyt? Ya tidak juga. Setidaknya saya semangat jika tiba waktunya jam pelajaran. Namun ternyata tidak semudah itu, Marimar. Saya coba daftar perguruan tinggi di jurusan matematika atau statistika. Sayang, buka takdirnya di sana. Saya rasa bukan hanya karena nilai saja, atau keberuntungan saja, tetapi memang bukan jalannya itu. Kata Allah tidak, ya tidak. Kata Allah yang lain, ya diberikan yang lain. Singkat cerita saya menghabiskan masa-masa kuliah di dunia kesehatan. Tetap matematika terpakai untuk hitung-menghitung. Apalagi hitung-hitungan hutang, ya kan? Atau hitung-hitungan janji siapa yang banyak tak ditepati setelah berpisah menjadi akhir keputusan (entah keputusasaan). Egimana?! Sejatinya mimpi, outcomenya ada dua; menjadi kenyataan atau tidak tercapai. Yang pertama mungkin tak terlalu membuat pusing. Yang kedua yang harus dituntaskan. Relakan. Tak semua angan adalah jalan. Tak semua keinginginan akan terkabulkan. Yang harus dilakukan adalah bangun mimpi baru. Apapun itu. Jangan lelah bermimpi. Ikhtiarkan dengan doa dan usaha. Kamu juga ya. Jika mimpimu kini tak kunjung nampak menjadi sesuatu yang nyata, jangan letih, bermimpilah lagi. Selamat bermimpi, Para Pemimpi! #aksarannyta @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1920 https://www.instagram.com/p/Bs3CJaPFzhL/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=wt0ki3dn04go















