“We cling to music, to poems, to quotes, to writing, to art because we desperately do not want to be alone. We want to know we aren’t going crazy, and someone out there knows exactly how we’re feeling. We want someone to explain the things we can’t.”
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Disclaimer: ORV milik Sing-Shong. Penulis hanya meminjam karakternya untuk kebahagiaan pribadi fangirling.
***
Jangan pergi.
Joonghyuk menenggelamkan mukanya ke bahu sang pembaca. Dia sudah tidak peduli lagi dengan apapun. Yang nyata baginya adalah keberadaan Kim Dokja dalam dekapannya. Bahkan seandainya Dokja memberontak, Joonghyuk tetap tak akan melepaskannya. Sudah cukup Dokja berulang kali mengorbankan dirinya sampai Joonghyuk dan seisi Kim Dokja Company muak. Tidak ada ampun seandainya Dokja melakukannya lagi. Kalau bisa, Joonghyuk ingin mengurung Dokja di tempat di mana dia bisa melihatnya setiap saat. Aman dari segala ancaman. Damai dan bahagia tertera di wajahnya. Joonghyuk ingin melihatnya setiap hari.
Kau yang membebaskanku dari lingkaran setan ini. Kau yang harus bertanggung jawab dan berada di sisiku sampai aku menemukan arti kebebasanku. Dan kalaupun aku sudah menemukannya, tetap berada di sisiku. Tentangmu, aku sangat serakah.
Joonghyuk mengeratkan dekapannya.
***
Aku di sini.
Dokja melingkarkan tangannya ke badan sang mantan protagonis. Meski tubuh besar Joonghyuk terasa menenggelamkannya, tapi Dokja tidak keberatan berada dalam dekapan itu. Rasanya nyaman dan nyata. Bukti otentik bahwa mereka masih hidup. Bukan hanya mereka berdua, anggota inti Kim Dokja Company pun baik-baik saja. Dan semua sudah selesai. Setelah bertahun-tahun eksistensi Joonghyuk menjadi penopang hidup Dokja, akhirnya dia bisa membalasnya. Sesuai janji, Dokja berhasil menyelesaikan semuanya untuk Joonghyuk. Segala pengorbanan yang dilakukan Dokja hingga akhir tak sia-sia, dia sangat lega. Kali ini, Yoo Joonghyuk tak perlu lagi regresi ke timeline berikutnya. Dia sudah bisa istirahat, dan kali ini Dokja berharap bisa melihat Joonghyuk benar-benar rileks tanpa beban.
Aku menyukaimu. Aku membencimu. Aku dendam kepadamu. Aku mendukungmu. Selama perjalanan ini, aku belajar banyak hal tentangmu yang tak ada dalam novel. Kau tak lagi seorang protagonis. Kau sudah bebas. Heh. Meski sudah tak ada alasan lagi untukku, tapi sepertinya aku begitu serakah. Aku tidak ingin pergi lagi. Aku ingin tetap bersama. Aku ingin tetap di sini. Sebagai Kim Dokja biasa. Dasar sunfish sialan, membuatku menyadari perasaanku sendiri.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Disclaimer: ORV milik Sing-Shong. Penulis hanya meminjam karakternya untuk kebahagiaan pribadi fangirling.
***
Kim Dokja tersentak.
Hal pertama yang dilihatnya adalah langit-langit dengan cahaya temaram. Perlahan, pria itu menarik nafas dan menghembuskannya. Hal itu dilakukannya berulang kali hingga detak jantungnya mereda.
Lucu. Untuk seseorang yang telah makan asam garam perang, mimpi buruk masih dapat membuatnya seperti ini. Entah sayang atau untung, dia tidak ingat mimpi buruknya barusan; namun rasa gelisah tetap membayang.
Dokja perlahan duduk. Selimut yang menyelimuti badannya terjatuh ke paha. Satu hal yang pasti, dia tidak akan bisa tidur setelah ini. Mungkin lebih baik dia turun ke dapur untuk mengambil kopi dan melakukan sesuatu sambil menunggu pagi tiba.
"Kim Dokja."
Lagi-lagi Dokja tersentak. Astaga, dia lupa keberadaan 'sang protagonis'. Alasan kenapa Yoo Jonghyuk ada di kamarnya dikarenakan undian bodoh yang dilakukan semua orang. Mereka mengatakan kalau Dokja kurang istirahat, dan mereka ingin ada seseorang yang mengawasinya--agar yakin kalau pria itu benar-benar tidur. Dan entah undian macam apa yang mereka lakukan sampai--dari semua orang--Jonghyuk lah yang kini menemaninya.
Dan kenapa juga Jonghyuk mau saja ikut undian itu? Seorang Jonghyuk?
Ini pertama kalinya Dokja tidur sekasur dengan pria lain. Sungguh canggung sekali.
"Ah, maaf," Dokja berharap suaranya terdengar santai. "Aku hanya ingin mengambil minum, lalu akan segera kem--"
"Kembali berbaring, atau aku sendiri yang akan membuatmu terlelap hingga pagi."
"…"
Mengetahui betul kalau ancaman Jonghyuk bukan ancaman kosong, satu-satunya pilihan yang Dokja miliki hanya menyelimuti badannya dan kembali berbaring. Memunggungi Jonghyuk tentu saja. Keberadaan sosok yang lebih muda itu sungguh menjadi suatu distraksi tersendiri bagi Dokja, dan ia tidak ingin semakin terdistraksi melihatnya ada di sebelah sang pria.
Dokja menghela nafas dan memejamkan mata. Seperti dugaannya, kali ini ia semakin susah untuk tertidur. Kantuk memang melanda, tapi dirinya cukup sulit untuk tenang sehingga setiap kali Dokja merasa akan tenggelam dalam lelap, tubuhnya akan menegang dan membuat kesadarannya kembali.
"Kim Dokja."
… Astaga, pemuda itu belum tidur?
Dokja bergeming.
"Kalau kau pura-pura tidur, akan kubuat kau benar-benar tidur selamanya."
… Cih.
"Ada apa?" Dokja bertanya.
"Menghadap kemari."
"Haa?"
Tapi tidak mau ancaman Jonghyuk terwujud, Dokja setengah hati membalikkan badan, dan dia langsung menyesal. Meski dengan penerangan temaram, Dokja bisa melihat tatapan tajam yang terarah padanya. Bahkan saat berbaring seperti ini saja ketampanannya masih tidak berkurang? Memang, pesona seorang tokoh utama.
Dan jantung Dokja sama sekali tidak berdegup semakin kencang. Sama sekali tidak.
"Ada apa, Jonghy--"
Dokja tidak menyelesaikan pertanyaannya karena tubuhnya ditarik mendekat; dan begitu sadar, Dokja sudah menjadikan satu lengan Jonghyuk sebagai bantai, dan lengan satu lagi melingkari pinggang Dokja.
Asta…
"Tidur."
…ga.
Dokja sama sekali tidak merona karena posisi yang cukup intim ini.
"Yoo Jonghyuk, apa yang kau--"
"Berisik. Tidurlah."
"Tetap saja apa yang--"
Kim Dokja sama sekali tidak mengerti kenapa seorang Jonghyuk melakukan ini.
"Kalau hal ini sampai tersebar, aku sendiri yang akan menghabisimu."
… Oh. Pasti karena sosok yang lebih muda itu tidak ingin Dokja kabur dari kamar hingga pagi menjelang. Ya, pasti karena itu. Kenapa juga Jonghyuk melakukan ini kalau bukan karena itu?
[Kim Dokja terlalu malu untuk mengakui bahwa Yoo Jonghyuk memeluknya, dan Kim Dokja menyukainya. Suka dalam artian bukan hanya fisik, namun juga seluruh eksistens--]
Diam! Dokja memaki Fourth Wall.
Dokja tidak memikirkannya lebih lanjut karena kantuk kembali melanda, dan kehangatan yang ditawarkan rengkuhan Jonghyuk membuat kelopak matanya terpejam tanpa bisa dicegah. Ia hanya merasa menggumamkan sesuatu sebelum benar-benar kehilangan kesadaran.
Lelap dalam tidur nyenyak tak bermimpi.
"Tentu saja aku tidak ingin orang lain tahu. Kehangatan ini milikku."
***
Meski ekspresinya masih tergolong datar, Yoo Jonghyuk sedikit kaget dengan pernyataan yang tak disangka. Semula, ia tak yakin ide untuk menarik Kim Dokja ke dalam rengkuhannya akan diterima oleh yang bersangkutan. Dia bisa merasakan Kim Dokja yang terbangun dari mimpi buruk, dan kesulitan untuk kembali tidur. Dan Jonghyuk tidak ingin Dokja keluar dari kamar dan entah-melakukan-apa hingga pagi hari. Jadi ia tak begitu pikir panjang saat melakukannya. Tapi melihat Dokja beringsut mendekatinya dan semakin rileks, Jonghyuk yakin ia telah melakukan hal yang tepat.
Dan gumaman itu. Meski pelan, tapi telinga Jonghyuk tetap bisa mendengarnya.
Hanya 'kehangatan' ini?
Jonghyuk mendengus. Kalau Dokja meminta, dia bahkan akan memberikan dunia untuk pria yang lebih tua darinya itu. Dokja sama sekali tidak tahu bagaimana Jonghyuk berusaha menekan hasratnya, dan semakin sulit saat pria itu kini ada dalam rengkuhannya.
Tapi, itu akan dibahas untuk lain waktu.
Jonghyuk menyapukan bibir ke sela-sela rambut Dokja sebelum mengeratkan rengkuhannya dan memejamkan mata.
Someone in the comments on orv called both yoo jonghyuk and Kim dokja tsundere, and like. Maybe yoo jonghyuk is a tsundere because he feels deeply about Kim dokja but can’t express it well, but Kim dokja? Kim dokja doesn’t have the self-awareness to be even a tsundere.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
MY FIRST STORY We're Just Waiting 4 You Tour 2016 Final at BUDOKAN Sub Project
In light of the recent YouTube premiere of We’re Just Waiting 4 You Tour 2016 Final at Budokan, we decided to translate the full 156 minutes of the show and provide English soft subtitles for those who own the DVD! Please enjoy!
Google Drive Link
The subtitles include:
English translations of all concert MCs and adlibs
English lyrics of “We’re Just Waiting 4 You” and “Home”
English translations of the ending documentary
※ Redistribution/reposting to other streaming sites and retranslating into other languages are NOT ALLOWED
How to open your DVD and add subtitles using Media Player Classic Home Cinema:
1) Open DVD
2) Select video file
3) Open subtitle file
4) Enjoy!
Note: If you feel like the subtitles are not in sync with your video, try adjusting them using F1 and F2. If that method is not precise enough, please refer to this tutorial: x
“That’s the worst of growing up, and I’m beginning to realize it. The things you wanted so much when you were a child don’t seem half so wonderful to you when you get them.”
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming