"3 Hal yang memungkinkan diriku menjadi Histeris"
-Day 2 Of 10 Days Writing Challenge KF-
Awal melihat kata ‘Histeris’, saya sebenarnya sedikit ragu untuk meneruskan Writing Challenge yang dibuat oleh @KampusFiksi, namun biar bagaimanapun, saya tidak ingin dianggap ‘lemah’ oleh kalangan orang yang ingin membaca tulisan saya. Cause Life Is Must Pede ~(˘▾˘~) (~˘▾˘)~
****************************************************************************************************
“SYEL, tumben ya, malam-malam begini ada bintang sama bulan yang mau menunjukkan wujud aslinya.” ucap sahabatku yang memiliki nama lengkap ‘Yosefin Millenica’. Namun aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan ‘Echi’.
“Namanya juga malam hari. Kalau siang hari, dia tidur. HAHAHA” jawabku mencoba membuatnya tertawa.
“PEA LU, SYEL..” gerutunya, lalu bersikap seolah-olah diriku memang lawak. “Syel.. kira-kira……” lanjut gadis itu sedikit ragu.
“Kira-kira apaaa, Chiy???” tanyaku penasaran.
“Tapi lu jangan kaget ya….”
DEG. Kaget? Memangnya sahabatku akan mengatakan apa? Sampai-sampai dirinya yakin bahwa diriku akan terkejut jika mendengar ucapannya. Heuh, batinku sedikit tidak terima.
“Iya…. Jadi.. Sebenarnya.. Cowok misterius yang gua ceritain ke lu itu.. Dia temen masa kecil gua. Dia kenal sama gua, dan Dia.. Juga suka sama gua. Hahahaha. Seneng banget gua, Syel.”
1 menit, 2 menit…
“APAH??? WAWW EMEZING._. AKU TERKEJUT WKWKWK” jawabku sembari memberikan emoticon 'applause’ pada layar ponselku.
“Lebay lo.” balasnya singkat. Kemudian dirinya menambahkan stiker 'hug’ untukku.
“Serius lu, Chiy? Gak bohong kan? Waaaaaahh… Selamat-selamat. Selamat menempuh hidup baru! WKWKWK” kataku sontak membuat sahabatku langsung mengirimkan emoticon kesal.
“Syel… Kira-kira.. Lo bakal terkejut gak, kalau cowok yang lo suka ternyata suka juga sama lo?” tanya Echi tanpa basa-basi. Kupikir mungkin dirinya sedang bahagia.
“Gak lah. Biasa aja kalee..” balasku pede.
“Bohong lo. Trus apa yang bakal nge-buat lo bener-bener terkejut?” tanya sahabatku lagi. Jika boleh kuhitung, gadis ini sebenarnya sudah banyak sekali melontarkan pertanyaan padaku.
“Gua terkejut… Kalau gua bener-bener bisa jadi Novelist. HEHEHE..” jawabku masih mencoba untuk tetap pede.
“Waaaah… Itu mah harapan lo dari awal kita kenalan, Syel…”
“Masih inget aja lu, Chiy.. Wkwkwk.” kataku lalu mengirimkan stiker 'hug’ untuk sahabatku.
“Trus.. Ada lagi gak yang bisa buat lo terkejut?” tanya Echi untuk yang kesekian kalinya.
“Lo nanya atau nodong? Banyak bener.”
“Yaelaaah, kan penasaran, Syel..”
“Iya2, Chiy, bercanda kalee gua.. Jadi.. Gua sebenarnya terkejut…. Kalau ternyata gua beneran jodoh sama seseorang yang selalu gua temui di Stasiun Kereta arah ke Kota gitulah.” balasku tanpa sadar.
“Syel… Itu lo gak lagi curhat kan?” jawab Echi dengan mengirimkan emoticon 'senyum’ padaku.
Akhirnya kami berdua menyelesaikan chatting'an bersama dengan kebodohan-kebodohan yang bisa membuat kami tertawa bersama, meski tidak bisa bertemu secara langsung.
****************************************************************************************************