Kampus Fiksi - Writing Challenge #1
Entah kenapa pas baca tema pertama ini jadi batuk-batuk (dipaksa) sendiri hahaha.
Bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan?
duhh.. saya sebenarnya tak pernah kepikiran tipe lelaki itu harus yang ini dan begitu, sama sekali tidak. Hanya entah kenapa kata orang-orang dari beberapa mantan yang masih hidup itu mereka semua setipe, seolah saya memang maunya sama manusia yang bentukannya seperti itu saja padahal itu tak disengaja *ehh… apa deh Ndi.
Tapi selayaknya perempuan normal lainnya, kepikiran untuk punya pasangan yang seperti si itu dan itu pernah kok, pernah. Orang yang baik, sopan, perhatian, dan blablablaa semacamnya itu (yang sebenarnya itu adalah apa yang memang harus dilakukan jika dia benar mengaku cinta), selebihnya adalah tipe tambahan yang bisa bikin jatuh cintanya makin-makin itu seperti ini.
1. Pernah kepikiran (sampai sekarang rada masih sih) punya pasangan Mas-Mas Jawa, iya orang Jawa Tengah yang mau ngajak saya tinggal di Jawa. . *kalem..kalem Ndi. Hahha 2. Pernah kepikiran punya pasangan yang tingginya harus lebih dari saya. Harus jago nyanyi, bisa main alat musik (minimal gitar). 3. Pernah kepikiran punya pasangan yang orangnya super cuek saja (setelah sebelumnya ketemu orang yg posesif kebangatan), dan tetap tingginya harus diatas saya. 4. Pernah kepikiran punya pasangan yang anaknya harus rapi bangat biar bisa nular ke saya (anaknya rada berantakan), pakai kacamata dan pipinya bolong, suka baca buku, pinter bikin puisi, dokter dan tak boleh lebih pendek dari saya.
Jeng..jeng.. Akhirnya, pernah ngerasain jalan sama Mas-Mas jawa. Pernah dinyanyiin sampai ennek, dibikinin lagu atau saya disuruh nulis lirik dan tak sampai sehari lagunya bisa jadi, selalu jadi orang pertama yang dengar lagu ciptaannya. Sampai akhirnya ngerasa bosen sendiri hahahaha. Pernah ngerasain pasangan yang super cuek sampai ngerasa sebenarnya dia bukan siapa-siapa. Pernah sama yang kacamataan, pipi bolong terus orangnya rapi (yang ternyata tak menular ke saya juga), rajin temani ke toko buku. Pernah ketemu calon dokter muda yang setiap kali baca puisi selalu bikin meleleh beserta pipinya yang lobang, yang mereka semua memang lebih tinggi dari saya. Dan ternyata semuanya selesai juga.
tipe-tipe yang pernah saya pikirkan itu ternyata tak bisa jadi jaminan saya bisa tetap selalu jatuh cinta pada seseorang *ketawa sampai merauke*.
jadi kalo sekarang ditanya bagaimana tipe kekasih yang saya dambakan? Nda usah ada aja lah yaah.. yang jelas yang mau serius datang kerumah saja, lalu besoknya tidak menghilang tanpa jejak.
- 18 Januari 2017











