Tembang-Tembang Hits Raisa di Kantor Kemenkominfo : Teka-Teki Blunder Blokir Terhadap Tumblr untuk Kali Kedua
Hari ini jagad dunia Tumblr kembali diguncangkan. Pelakunya? Siapa lagi kalo bukan Bapak dan Ibu dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Kabinet Kerja Republik Indonesia. Sejak kemarin tertanggal 5 Maret 2018, melalui cuitan akun Twitter, Kemenkominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran secara bertahap terhadap situs Tumblr.Â
Kemenkominfo memutuskan untuk melakukan pemblokiran berdasarkan adanya beberapa pengaduan mengenai akun-akun pada Tumblr yang memuat konten-konten pornografi. Setelah dilakukan pencarian dan penyaringan, pihak Kemenkominfo menemukan sebanyak 361 akun dengan konten pornografi yang dimuat pada situs Tumblr. Kebijakan pemblokiran terhadap Tumblr ini merupakan yang kali kedua, setelah awal 2016 lalu Kemenkominfo juga mewacanakan hal yang sama, dengan alasan yang sama pula.
Departemen Penerangan versi Orde Baru di bawah kekuasaan otoriter Suharto memang resmi telah dibubarkan oleh Gus Dur sejak November 1999. Namun, sayangnya ternyata Reformasi hanya membubarkan Departemen Penerangan secara fisik. Hari ini nyala api Orde Baru lahir kembali dengan nama lain yang lebih mentereng, Kementrian Komunikasi dan Informatika. Jikalau Presiden Joko Widodo memiliki jargon kerja-kerja-kerja dalam membawahi kabinetnya, Menteri Rudiantara yang terhormat memiliki jargon yang tak kalah hebat, yaitu blokir-blokir-blokir. Maha kuasa Kemenkominfo dengan segala pemblokirannya !
Saya tak asal bicara. Berdasarkan melalui sumber data primer dari situs resmi kementrian, sejak tahun 2015 Kemenkominfo mengumumkan dengan bangga secara giat telah melakukan pemblokiran terhadap konten yang berbau negatif, termasuk di dalamnya yang memuat SARA, pornografi, hoax, narkoba dan terorisme. Pemblokiran yang dilakukan menyentuh angka fantastis, yaitu sejumlah 814.594 situs. Tampaknya Menteri Rudiantara yang terhormat secara konsisten berhasil menuangkan jargonnya dalam kerja nyata kementrian.
Baiklah Bapak Menteri Rudiantara yang terhormat, sebagai salah satu penghuni dunia Tumblr yang merasa kediamannya diusik, mari kita bertarung data. Kementrian Bapak memblokir Tumblr dengan alasan bahwa situs ini hanya memuat 361 konten yang berbau pornografi dan plagriarisme kan, Pak? Mengapa saya menuliskan kata âhanyaâ? Hal itu disebabkan karena nyatanya ada banyak situs lain yang memuat lebih banyak aduan terkait akun negatif dan hingga sekarang tetap dibiarkan saja.
Berdasarkan data-data yang dihimpun dari laman resmi Solopos, Berita Satu dan Dreamers yang bersumber dari Kemenkominfo bahwasanya ada beberapa situs yang mendapatkan pengaduan terkait muatan konten negatif di dalamnya. Dari total laporan yang diterima per September 2017, Kemenkominfo telah menerima sebanyak 782.578 aduan. Media sosial Twitter menempati urutan pertama dengan 524.618 aduan atau menyumbang 67,03% dari total keseluruhan. Urutan kedua diduduki oleh Facebook dan Instagram dengan jumlah total sebesar 1.888 aduan. Pada urutan ketiga ditempati oleh Youtube dan Google dengan total 1.243 aduan. Selanjutnya ada Telegram dengan 107 aduan dan Line sebanyak 1 aduan.Â
Sedangkan situs Dreamers sendiri pada pertengahan bulan September 2017 merilis data sebanyak 237 konten negatif yang terdapat pada Facebook, 117 konten pada Instagram, 73 konten pada Youtube, 53 konten pada Twitter dan 43 konten pada Telegram. Lucunya situs Tumblr tidak disebutkan satupun oleh ketiga media tersebut. Jika memang ingin bertindak fair, beranikah Bapak Menteri Rudiantara yang terhormat juga turut melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang disebutkan di atas? Atau memang standard ganda yang masih akan diterapkan terhadap hukum di Indonesia ini?
Bapak dan Ibu Kemenkominfo yang terhormat, cobalah memandang segalanya dari banyak sisi, lebih dekat dan lebih lekat, agar masyarakat tak terus-menerus sangsi terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil. Memang tidak bisa dipungkiri banyak situs-situs yang sebenarnya bernilai positif tetapi sengaja digunakan oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk bertindak kejahatan. Tumblr hanyalah salah satu situs yang menjadi korban. Padahal apabila kita mau melakukan riset lebih dalam, secara dampak sosial prosentase aktivitas negatif menggunakan situs Tumblr tak ada apa-apanya dibandingkan dengan hal-hal positif yang dihasilkannya.
Sejak memutuskan aktif menulis di Tumblr pada pertengahan tahun 2012, saya melihat banyak sekali kebaikan-kebaikan yang berpendar dari Tumblr ini. Coba kita bermain hitung-hitungan matematis, berapa banyak penulis muda yang menginspirasi lahir dari sekumpulan tulisan mereka pada akun-akun di Tumblr? Berapa banyak manusia-manusia yang selamat dari percobaan bunuh diri, karena telah menemukan tempatnya untuk menumpahkan segala kegundahannya di Tumblr? Berapa banyak orang-orang yang mencari nasehat dan ilmu dari sekian puluh ribu kata-kata baik yang dicoretkan di Tumblr?Â
Berapa banyak anak-anak muda yang bertemu, saling bertukar pikiran dan akhirnya berkolaborasi untuk berbuat sesuatu kepada Indonesia melalui Tumblr? Berapa banyak nilai-nilai kebaikan yang disebarkan bersama secara masif, dilike, direblog dan diteruskan ke banyak sosial media lainnya dan itu berawal dari Tumblr? Berapa banyak orang yang menitipkan keabadian buah pikirnya, jiwanya, sejarahnya, cerita-cerita emosionalnya, kenangannya dan segenap inspirasinya di Tumblr, karena sang penulis sadar bahwa ia tak ingin jiwanya terkubur bersama raganya suatu hari nanti?
Oiya, terakhir Pak Menteri Rudiantara yang terhormat, jujur saya merasa geli karena kementrian Bapak memblokir Tumblr disebabkan dengan maraknya konten pornografi yang menjamur di situs ini. Sejak saya aktif di blog ya pak, saya tidak pernah tuh bertemu seseorang yang membuat akun atau sekedar mencari konten di Tumblr untuk menambah koleksi foto-foto syur miliknya. Apalagi mau download video bokep Pak, duh rugi deh kalo cuma mau cari begituan di Tumblr. Atau mau cari cerita-cerita mesum dengan tokoh utama tante-tante girang dan jablay di Tumblr? Capek deh, Pak. Perlu Bapak juga tahu bahwa Tumblr memiliki safety mode pada pengaturan akun yang berfungsi untuk menyaring konten-konten negatif yang tidak diinginkan.
âSetahu saya, apabila ingin berburu dan membunuh tikus, tidak perlu untuk membakar seluruh lumbungnya, Pak. Apalagi lumbung bernama Tumblr ini dihuni oleh jutaan manusia-manusia yang menyebarkan kebaikan.â
Kebijakan Kemenkominfo ini semakin menimbulkan teka-teki lho di mata masyarakat apalagi bagi para penghuni rumah Tumblr ini. Jangan-jangan ada agenda politik ya, Pak? Atau yang penting jargon blokir-blokir-blokir bisa jalan walaupun aksinya kurang tepat? Ingat lho ya, ini sudah kali kedua kementrian Bapak melakukan pemblokiran terhadap Tumblr, masa iya masih terjebak nostalgia? Maaf ya Bapak Menteri Rudiantara yang terhormat, dari tadi nama dan kementrian Bapak saya sebut berulang-ulang, karena memang institusi Bapak ini yang menjadi pemeran utama segala kegaduhan ini. Firasat saya, apabila agenda pemblokiran yang tak jelas maksud dan tujuannya ini tetap berjalan, maka trust dari masyarakat bisa turun lho Pak. Padahal bos Bapak, Pak Jokowi selaku incumbent mau maju lagi di Pilpres tahun depan. Apa tidak takut kalo elektabilitasnya turun?Â
Maka dari itu, saya selaku penghuni rumah Tumblr yang sangat nyaman ini meminta agar kementrian Bapak mencabut pemblokiran ini. Percayalah sama saya, Tumblr bukan sarangnya konten-konten tak senonoh untuk dinikmati penggemar abadinya. Biarkanlah kami berkarya kembali sebagaimana mestinya seperti dahulu kala. Saya sudah terlanjur jatuh hati dan tidak mau menjadikan Tumblr sebagai mantan terindah, Pak. Saya dan semuanya ingin terus bersama Tumblr tanpa harus bermain kucing-kucingan sama kementrian. Saya tunggu kepastian dari Bapak dan segenap pemangku jabatan di Kemenkominfo. Apalah arti menunggu bila janji yang tak berujung pasti?
Saya tahu kita sedang menjalani hubungan LDR. Saya di Surabaya dan Kemenkominfo ada di Jakarta. Namun, saya tak ingin melihat hubungan baik antara Tumblr dan pemerintah usai di sini. Sekali lagi saya meminta tolong agar pemblokiran terhadap Tumblr dibatalkan. Terima kasih telah sudi memperhatikan keluh kesah saya yang berkepanjangan ini.
NB : Pak, kali kedua Raisa balikan sama Keenan berujung pernikahannya dengan lelaki lainnya. Apa Bapak Menkominfo yakin mau kali kedua memblokir Tumblr lagi? Mending move on Pak, cabut blokirnya dan fokus kerja cerdas pada program kementrian lainnya. Could it be, Pak?