WFH jadinya work for hulanghuleung aku mah da
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies

blake kathryn

gracie abrams
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price

Kiana Khansmith
The Bowery Presents
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
occasionally subtle
Fai_Ryy
hello vonnie
Cosimo Galluzzi

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON
$LAYYYTER
Noah Kahan
seen from Argentina

seen from Czechia
seen from United States

seen from Colombia

seen from Ireland

seen from Egypt

seen from Saudi Arabia
seen from Italy

seen from T1

seen from United States

seen from Türkiye
seen from T1
seen from Côte d’Ivoire

seen from Argentina
seen from Germany
seen from Argentina

seen from United States

seen from Mexico

seen from Mexico
seen from Mexico
@nalnul
WFH jadinya work for hulanghuleung aku mah da

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Supaya semangat terus sodaqohnya
Seharusnya penghafal Qur’an jangan meniatkan dalam hafalannya manfaat dunia yang dihasilkan karena hafalannya bukan barang dagangan yang dijadikan bisnis di dunia. Bahkan ia adalah ibadah yang dipersembahkan di sisi Tuhannya Tabaroka wa ta’ala. Allah telah memberikan kekhususan kepada penghafal Qur’an dengan beberapa kekhususan di dunia dan di akhirat, diantaranya:
1. Bahwa dia didahulukan daripada yang lainnya dalam shalat sebagai imam. Dari Abu Mas’ud Al-Ansori berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
" يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما ولا يؤمن الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه. رواه مسلم (673)
“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya. HR. Muslim, 673.
Dari Abdullah bin Umar berkata, “Ketika generasi pertama dari kalangan orang-orang Muhajirin di temapat Quba’ sebelum kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, yang menjadi imam mereka adalah Salim budak Abu Huzaifah dimana beliau paling banyak (hafalan) Qur’an.” HR. Bukhori, (660).
2. Beliau didahulukan atas lainnya dalam kuburan dihadapkan ke kiblat kalau mengharuskan dikubur bersama lainnya. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu nahuma berkata:
كان النَّبي صلى الله عليه وسلم يجمع بين الرجلين من قتلى " أحد " في ثوب واحد ثم يقول : أيهم أكثر أخذاً للقرآن ؟ فإذا أشير له إلى أحدهما قدَّمه في اللحد وقال : أنا شهيد على هؤلاء يوم القيامة وأمر بدفنهم في دمائهم ولم يغسلوا ولم يصل عليهم. رواه البخاري (1278)
“Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan dua orang yang wafat pada ‘Perang Uhud’ dalam satu baju kemudian beliau bersabda, “Siapa diantara mereka yang paling banyak mengambil Qur’an? Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau dahulukan ke dalam liang lahad. Seraya bersabda, “Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat. Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa dishalati.” HR. Bukhori, (1278).
3. Didahulukan dalam kepemimpinan kalau dia mampu mengembannya. Dari Amir bin Wailah sesungguhnya Nafi’ bin Abdul Harits bertemu dengan Umar di Asfan. Dimana dahulu Umar telah mengangkatnya di Mekkah. Maka beliau mengatakan, “Siapa yang anda angkat untuk penduduk wadi (Mekkah)? Maka dia menjawab, “Ibnu Abza? (Umar) bertanya, “Siapa Ibnu Abza? Dijawab, “Diantara budak-budak kami. Berkata, “Apakah anda angkat untuk mereka seorang budak? Dijawab, “Beliau pembaca (penghafal) Kitab Allah Azza Wajalla dan beliau pandai dalam bidang ilmu Faroid (ilmu warisan). Maka Umar mengatakan, “Maka sesungguhnya Nabi kamu semua sallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Kitab ini suatu kaum dan merendahkan kaum lainnya.” HR. Muslim, 817.
Sementara di akhirat:
4. Kedudukan penghafal Qur’an adalah di akhir ayat yang dihafalkannya. Dari Abdullah bin Amr dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
" يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها "
رواه الترمذي (2914) و قال : هذا حديث حسن صحيح ، وقال الألباني في " صحيح الترمذي برقم (2329) : حسن صحيح ، وأبو داود (1464) "
“Dikatakan kepada pemilik Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta bacalah secara tartil. Sebagaimana anda membaca tartil di dunia. Karena kedudukan anda di ayat terakhir yang anda baca.” HR. Tirimizi, (2914) dan berkomentar: Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengomentari di Shoheh Tirmizi no. 2329 Hasan Shoheh. Abu Dawud, (1464.
Maksud bacaan disini adalah mengahafalkan.
5. Dia bersama para Malaikat sebagai teman di rumahnya. Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مثل الذي يقرأ القرآن وهو حافظ له مع السفرة الكرام البررة ومثل الذي يقرأ وهو يتعاهده وهو عليه شديد فله أجران. رواه البخاري (4653) و مسلم (798)
“Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkn dua pahala.’ HR. Bukhori, 4653 dan Muslim, 798.
6. Dia akan diberi mahkota kemulyaan dan gelang kemulyaan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alahi wa sallam bersabda:
: يجيء القرآن يوم القيامة فيقول : يا رب حلِّه ، فيلبس تاج الكرامة ثم يقول : يا رب زِدْه ، فيلبس حلة الكرامة ، ثم يقول : يا رب ارض عنه فيرضى عنه ، فيقال له: اقرأ وارق وتزاد بكل آية حسنة " . رواه الترمذي ( 2915 ) وقال : هذا حديث حسن صحيح ، وقال الألباني في " صحيح الترمذي " برقم ( 2328 ) : حسن .
“Qur’an datang pada hari kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, pakaikanlah. Maka dia memakai mahkota karomah (kemulyaan) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia memakai gelang karomah (kemulyaan). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, redoilah dia, maka (Allah) meredoinya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” HR. Tirmizi, (2915) dan mengatakan, “Hadits ini Hasan Shoheh. Albani mengatakan di Shoheh Tirmizi, no. 2328. Hasan.
7. Qur’an akan memberikan syafaat kepadanya di sisi Tuhannya. Dari Abu Umamah Al-Bahili berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه اقرءوا الزهراوين البقرة وسورة آل عمران فإنهما تأتيان يوم القيامة كأنهما غمامتان أو كأنهما غيايتان أو كأنهما فرقان من طير صواف تحاجان عن أصحابهما اقرءوا سورة البقرة فإن أخذها بركة وتركها حسرة ولا تستطيعها البطلة قال معاوية بلغني أن البطلة السحرة. رواه مسلم (804) و البخاري معلقا
“Bacalah Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat menjadi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah Zahrawain (dua cahaya) surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran. Karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti mendung atau seperti awan atau seperti dua kelompok dari burung yang berbulu (membantu) menghalangi untuk pemiliknya. Bacalah surat Al-Baqarah, karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya suatu kerugian. Dan (tukang sihir) tidak dapat (mengganggunya). Muawiyah mengatakan, sampai kepadaku bahwa arti ‘Batolah ‘ adalah tukang sihir. HR. Muslim, (804) dan Bukhori secara menggantung.
Kedua:
Sementara kerabat dan keturunannya. Telah ada dalil terkait kedua orang tuanya, keduanya akan dipakaikan dua gelang dimana (nilainya) tidak dapat menyamai dunia seisinya. Hal itu tiada lain karena perhatian dan pengajaran kepada anaknya. Meskipun keduanya tidak faham, maka Allah memulyakan keduanya karena anaknya. Sementara orang yang menghalangi anaknya dari (belajar) Qur’an dan melarang darinya, maka ini termasuk tidak mendapatkan ( kebaikan).
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah sallallahu alahi wa sallam bersabda:
يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك ، وإن كل تاجر من وراء تجارته وأنا لك اليوم من وراء كل تاجر فيعطى الملك بيمينه والخلد بشماله ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن. رواه الطبراني في " الأوسط " ( 6 / 51
“Al-Qur’an datang pada hari kiamat seperti lelaki pucat, menanyakan kepada pemiliknya, “Apakah kamu mengenaliku? Saya yang dahulu dimana saya begadang malam hari dan (menahan) dalam kehausan. Sesungguhnya setiap pedagang dibelakang ada perniagaannya. Dan saya sekarang untuk anda dibelakang semua pedagang. Dan diberikan kerajaan (Malik) dikananya dan Khuldi (kekal) di kirinya serta ditaruh di atas kepalanya mahkota wiqor. Dipakaikan untuk kedua orang tuanya dua gelang yang tidak ada (bandingan) nilainya dunia dan seisinya. Keduanya mengatakan,”Wahai Tuhan, dari manakah ini? Dikatakan kepada keduanya, “Karena hasil pengajaran Al-Qur’an kepada anak anda berdua.” HR. Tobroni, di Ausath, (6/51).
Dari Buraidah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن. رواه الحاكم (1/756)
“Siapa yang membaca Qur’an, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena kedua anak anda mengambil Qur’an.” HR. Hakim, (1/756).
Kedua hadits dapat menghasankan satu dengan lainnya. Silahkan melihat ‘Silsilah Shohehah, (2829).
LEMBAH KESEDIHAN (JUBB AL-HAZAN)
Berhati-hati dan waspadalah, LEMBAH KESEDIHAN tengah menanti Ahli Ilmu dan Ahli Qurra
“Jubb Al-Hazan adalah lembah neraka Jahannam yang dihuni oleh para pembaca Al Qur`an yang memamerkan kemahiran mereka.”
Imam At-Tirmidzi berkata :
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنِي الْمُحَارِبِيُّ عَنْ عَمَّارِ بْنِ سَيْفٍ الضَّبِّيِّ عَنْ أَبِي مُعَانٍ الْبَصْرِيِّ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جُبِّ الْحَزَنِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا جُبُّ الْحَزَنِ قَالَ وَادٍ فِي جَهَنَّمَ تَتَعَوَّذُ مِنْهُ جَهَنَّمُ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَدْخُلُهُ قَالَ الْقُرَّاءُ الْمُرَاءُونَ بِأَعْمَالِهِمْ - سنن الترمذي:ج4/ص593 ح2383
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepadaku Al Muharibi dari 'Ammar bin Saif Adl Dluba'I dari Abu Mu'an Al Bashri dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: Berlindunglah kalian kepada Allah dari dari Jubbil hazan." para sahabat bertanya: Apa itu jubbil hazan wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Sebuah lembah di neraka jahannam, sementara neraka jahannam sendiri berlindung darinya setiap hari sebanyak seratus kali, " kami bertanya: Dan siapakah yang akan memasukinya? beliau menjawab: Para pembaca Al Qur`an yang memamerkan amal-amal mereka." HR. At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, IV: 593, No. 2383
Menjadi Ulul Albab
(Tadabbur dalam Perburuan Lailatul Qadar)
“Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali para Ulul Albab”
Al Quran menyebut “hati” dengan empat ungkapan, yaitu: shadrun yang jamaknya shudûr, qalbun jamaknya qulûb, fuâdun jamaknya af’idah, dan lubbun jamaknya albâb.
Pertama. Hati disebut shadrun atau shudur, yang lajimnya digunakan untuk arti dada manusia. Karena hati manusia ada di bagian dada maka terkadang disebut tempatnya maksudnya isinya, disebutnya dada maknanya hati yang ada di dalam dada.
Al-Quran menyebutkan bahwa hati diungkapkan dengan shudur itu karena ia menjadi bagian paling luar yang menjadi tempat bisikan syetan. Dalam Surat An Nâs disebutkan “Syetan itu membisikan kejahatan ke dalam shudur (hati) manusia”.
Dalam surat Al-An’am ayat 125, disebutkan bahwa orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah, shudur (hati) nya itu lapang untuk menerima Islam, sedang orang yang sesat hatinya itu sempit dan sesak.
Dalam surat Al Insyirah ayat 1 disebutkan bahwa di antara karunia Allah kepada Nabi Muhammad ialah dengan dijadikannya shudur beliau itu senantiasa terasa lapang. Dalam doa Nabi Musa yang terkenal ketika menghadapi Fir’aun, beliau memohon agar dilapangkan dada sehingga fasih dan lancar mendakwahi fir’aun.
Jadi di antara pengertian yang dapat diambil dari penyebutan “hati” dengan shadrun, karena ia bagian terluar dari hati itu amat sensitif dari pengaruh luar. Hati manusia mudah tersinggung, mudah emosi, juga mudah simpati dan empati. Karena itulah syetan paling bisa memanfaatkan emosi dalam hati manusia untuk memperdayakannya dan mendorongnya kepada keburukan. Kapan hati manusia sangat sensitif dengan bisikan? Yaitu pada saat sedang dilanda rasa cinta atau amarah yang membara, sedang sedih atau gembira yang berlebihan, rasa berani atau ketakutan yang tidak terkontrol. Bisikan itu bisa datang dari alam ghaib, yaitu syetan bangsa Jin, atau dari makhluk yang nampak, yaitu syetan bangsa manusia.
Kedua. Hati juga disebut dengan ungkapan qalbun, karena sifatnya yang “bolak-balik” dan kontradiktif. Suatu saat ia mencintai, pada saat lain ia berubah menjadi benci. Pada suatu saat ia ingi taat tapi pada saat yang lain ia ingin maksiat. Hati yang berkarakter seperti itu sulit dipegang konsistensinya, sulit untuk istiqomah. Karena itu dalam surat Al A’rof ayat 179, Al Quran mengecam orang yang punya qalbu tetapi tidak mau menggunakannya untuk mencintai kebenaran. Rasulullah mengajarkan agar kita berdoa, “Wahai Zat yang membolak-balik qalbu, kukuhkanlah qalbu ku dalam agama-Mu”.
Al-Quran juga mengingatkan bahwa hati manusia terkadang terkena penyakit. Terutama penyakit iri, dengki alias hasud, sombong alias takabbur, egois alias ananiyah, merasa paling benar dan paling mulia dari yang lain, dan senang pamer alias riya.
Penting juga direnungkan, kata mutiara:
أحبب حبيبك هوناً ما عسى أن يكون بغيضك يوماً ما وأبغض بغيضك هوناً ما عسى أن يكون حبيبك يوماً ما
Cintailah kekasihmu sewajarnya, bisa jadi ia menjadi musuhmu suatu hari; dan bencilah seterumu sewajarnya, bisa jadi ia menjadi kekasihmu suatu hari.
Pesan dari ungkapan hati dengan qalbu, janganlah memutlakan perasaan hatimu di saat kamu membenci dan mencintai sesuatu, jangan pula bisikan hati itu selalu diikuti karena masih menyimpan sifat dan tabiat yang paradoks dan kontradiktif. Belajarlah untuk mengendalikannya dengan adil.
Ketiga. Hati diungkapkan dengan sebutan fuâdun atau af’idah yang makna utamanya adalah kesadaran atau daya nalar. Al-Quran mengatakan dalam surat An Nahl ayat 78. “Dialah yang mengeluarkanmu dari rahim ibumu dalam keadaan tidak mengerti sesuatu apapun. Lalu Dia jadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan af’idah (kesadaran dan daya nalar) agar kamu bersyukur”. Pada ayat yag lain Al-Quran mengingatkan, janganlah mudah mengikuti apa saja, baik itu perkataan, pemberitaan, apalagi keyakinan dan peribadatan yang tidak didasari dengan ilmu pengetahuan, sebab pendengaran, penglihatan, dan af’idah itu semua akan diminta pertanggungjawaban”. (Al-Isra : 36)
Pengertian yang dapat kita ambil dari ungkapan hati dengan Af’idah, bahwa af’idah adalah bagian sifat hati yang lebih dalam dari qalbun, karena ia sudah mempunyai daya nalar yang kritis untuk menyaring setiap informasi dan perasaan. Tidak setiap bisikan hati dituruti, tidak terbawa perasaan emosi, simpati, dan empati pada sesuatu masalahyang belum terbukti kebenarannya.
Keempat. Hati diungkapkan dengan kata “Albab” yang merupakan jamak dari Lubb, yang arti asalnya adalah inti dari segala sesuatu. Jika setiap materi dibelah belah dan dibagi-bagi, maka terpecah kepada unsur-unsur yang paling kecil, seperti molekul dan dan atom. Dalam pecahan terkecil seperti atom masih ada bagian terdalam yang mungkin bisa disebut inti atom.
Jika sebutir buah kelapa dikupas, maka bagian terluarnya adalah sabut. Kemudian ditemukan tempurung, kemudian daging kelapanya. Jika daging kelapa itu diparut dan diperas airnya keluarlah santan, dan jika diolah keluarlah minyaknya.
Jika sebutir buah padi kita kupas maka nampaklah biji berasnya. Dalam biji beras itu tersimpan inti dari biji beras itu, yang jika ia tidak dikupas melainkan ditanam, maka dari inti biji beras itulah keluar tunas untuk regenerasi dan reproduksi.
Albab adalah bagian hati yang terdalam yang menjadi inti dari hati itu bisa melahirkan ilmu pengetahuan baru. Orang yang dengan hatinya dapat menyingkap kebenaran yang tersembunyi di balik fenomena-fenomena alam, dan yang mampu menyingkap rahasia-rahasia yang hak dibalik tabir-tabir kebatilan, merekalah Ulul Albâb.
Ketika hati telah menjadi Albab, maka tidak ada lagi ia berpenyakit hati, tidak ada lagi dibisiki syetan dari bangsa jin dan manusia, dan tiada lagi ia bimbang dengan kontradiktif perasaan-perasaannya. Yang ada hanyalah pembelajaran, yang ada hanyalah makrifat, dan yang ada hanyalah hikmah dari segala peristiwa. Maha suci Allah yang berfirman dalam Kitab-Nya (Ali Imran : 191), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pertukaran siang dan malam, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi para Ulul Albab.” Dan friman-Nya berulang-ulang, “Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali para Ulul Albab”. (Ali Imran : 7)
Dengan demikian Lubb atau Albab adalah bagian terdalam dan yang paling mulia dari hati manusia. Dalam bahasa melayu disebut dengan lubuk hati atau dasar hati. Dalam lubb itulah bersinarnya cahaya ilahi dan fithrah insaniyah yang menjadi kendali diri dan radar kebenaran jiwa, karena itu disebut juga nurany atau cahaya hati. Orang-orang yang terbawa bisikan emosi dan nafsu amarah biasanya meninggalkan peringatan hati nurani. Sehingga Hati nurani inilah yang sering menderita dan menyesali atas kecerobohan dan kejahilan tindakannya. Wallahu A’lam bis shawab.
Wahai Rab kami, jadikanlah kami insan-insan Ulul Albab. Amiin.
Abu Himam/Jeje Zaenudin,
Ma’had Tahfizh Quran An Nahla Al Islamy, Bekasi: 25 Romadhan 1440

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Membuat Orang Lain Bahagia
Coba bayangkan jika kita bisa
mengangkat kesulitan orang yang kesusahan …
mengenyangkan yang lapar …
melepaskan orang yang terlilit utang …
membuat orang lain bahagia,
keutamaannya, itu lebih baik dari melakukan ibadah i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.
Sungguh ini adalah amalan yang mulia.
Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
Lihatlah saudaraku, bagaimana sampai membahagiakan orang lain dan melepaskan kesulitan mereka lebih baik dari i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan lamanya.
Al Hasan Al Bashri pernah mengutus sebagian muridnya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan. Beliau mengatakan pada murid-muridnya tersebut, “Hampirilah Tsabit Al Banani, bawa dia bersama kalian.” Ketika Tsabit didatangi, ia berkata, “Maaf, aku sedang i’tikaf.” Murid-muridnya lantas kembali mendatangi Al Hasan Al Bashri, lantas mereka mengabarinya. Kemudian Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai A’masy, tahukah engkau bahwa bila engkau berjalan menolong saudaramu yang butuh pertolongan itu lebih baik daripada haji setelah haji?”
Lalu mereka pun kembali pada Tsabit dan berkata seperti itu. Tsabit pun meninggalkan i’tikaf dan mengikuti murid-murid Al Hasan Al Bashri untuk memberikan pertolongan pada orang lain.[1]
Rajinlah membuat orang lain bahagia dan bantulah kesusahan mereka. Hanya Allah yang memberi taufik.
[1] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 294.
Infrastruktur buat rakyat jelata Makasih loh pak presiden
X : Yah, doaian teteh jadi anak yang soleh, punya suami yang soleh, sama keturunan yang soleh. Maafin teteh ga bisa nolong ayah di dunia. Moga moga teteh bisa nolong ayah di akhirat. Y : Iya teh
Malu
Banyak yang lebih susah dan lebih sakit dari aku.
Jadi ga pantes kamu ngeluh.
Malu.
Just thinking about people making year-end summaries of their accomplishments and also about reasons to keep yourself alive through the next year. Sorry, it’s a bit of a sappy comic.
[ patreon | commissions | eevachu.com ] do not remove comment
Ingin menangis :)
Jadi tanaman mah bebannya cuman gimana dia tumbuh, lah jadi manusia bebannya banyak yang nyinyir lah, nambah pikiran aja, nambah mumet. Yg sebenarnya bisa dipupuk semangatnya bisa rusak gara-gara omongan maha benar manusia lain.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
ORANG YANG TAK TERSENTUH API NERAKA
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda :
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ
“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?”
Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulullah!”
Baginda menjawab: “(yang Haram tersentuh api neraka adalah) Orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.”
(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin.Tidak mudah memaki, melaknat serta tenang jiwanya.
2. Layyin
Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak ikut hawa nafsu sendiri. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia
3. Qarib
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.
4. Sahl
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada cara untuk selesaikan setiap permasalahan.
Mudah-mudahan kita semua tergolong didalam golongan orang-orang yang diberkati dan dirahmati serta dikasihi
Allah subhanahu wa ta'ala. Demikian pula dengan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin…
Sumber: Arrahmah.com
Yah, terserah ayah yah
Mau makan, atau engga
Mau sehat, atau sakit
Mau sembuh, atau engga
Yang teteh tau, waktunya mati mah ga akan maju atau mundur, udah pasti waktunya. Titik.
Yang teteh tau, yang ngebedain kita mati itu, kita lagi ngapain pas mau ngehadep ke Allah.
Yang teteh pengen, keluarga semua mati dalam keadaan khusnul khotimah. Lagi sama sama terus berjuang ngadepin sakitnya ayah, lagi sama sama ngadepin semua cobaan dari Allah buat kita.
Semua yang di dunia kan sifatnya sementara, susah, seneng, sakit, sedih, smuanya sementara
Yang abadi cuma surga sama neraka
Jangan nyerah dulu ya Yah
Teteh, Ibu, Tanziil, De Iya, Neng Aghi ga akan nyerah
Yuk kita bareng bareng terus
Sampai di surga nanti
- buat ayah yang susah makan
Ayah yang kena kanker, ibu yang sekarang masuk rumah sakit dan dirawat, dan 3 hari lagi sang anak tengah mau nikah.
Tapi kenapa cuma berasa Engkau lagi nunjukin rasa sayang sama kami.
Makasih banyak ya Allah.
Aku mohon kekuatan, kemampuan, kesabaran, keikhlasan, pertolongan, petunjuk, dan perlindungan Mu dalam setiap langkah kami di dunia ini, dan sampe akhirnya langkah kami berakhir dengan bertemu Engkau, Ya Rabb.
Bandung, 01.00
When you’re lost and can’t find your way back; When you feel hopeless and scared; When the weight of your sins is too much too bear;
Remember, Allah is still there.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cita citaku sekarang mau jadi anak soleh saja. Supaya doa doa aku buat ayah ibu dikabulkan Allah SWT.
Ayah cepet sembuh yah