Alisa U Zemlji Chuda

Andulka
trying on a metaphor
Monterey Bay Aquarium

Janaina Medeiros
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Cosmic Funnies
Show & Tell

@theartofmadeline

let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.
Not today Justin
DEAR READER
wallacepolsom

#extradirty

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from Japan

seen from China

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from China
seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from South Korea
@seekhayns

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Iman dan Kebaikan
Kadangkala, standar baik itu tidak harus dari seseorang yang berilmu tinggi, sebab, yang berilmu belum tentu bersedia mengamalkan apa yang sudah ia peroleh. Atau malah meremehkan orang lain.
Di dunia ini banyak orang berilmu, namun, tidak semua ilmu yang ia dapatkan tercermin dari akhlak dan perilakunya. Di dunia ini banyak orang yang pintar, namun, hanya sedikit sekali yang mau merendahkan hatinya. Di dunia ini juga banyak orang yang bodoh, namun, hanya sedikit sekali yang mau beranjak dari kebodohannya.
Itulah mengapa orang yang senantiasa terbuka untuk terus belajar, memiliki nilai lebih bagi sebagian orang lainnya. Baik buruknya seseorang tidak harus berdasarkan pandangan manusia. Bukankah yang lebih penting adalah penilaian dari Allah?
Bahkan, ada kebaikan-kebaikan dalam diri seseorang yang bisa dirasakan dengan hati yang tulus. Sebuah pancaran iman dari dalam dirinya, yang menjadikan ia terlihat teduh dan berwibawa.
Banjarmasin, 16 Juli 2021 | Pena Imaji
Lakukan semua hal dengan cinta, tapi jangan romantiskan hidup seperti kamu tidak bisa bertahan tanpa orang lain.
Hiduplah untuk dirimu sendiri dan berbahagialah atas dirimu sendiri, karena engkau datang ke dunia ini sendirian dan engkau akan bertemu dengan Rabbmu sendirian.
Dan di atas segalanya, belajarlah untuk baik-baik saja dengan itu.
Selamanya, Aku Ingin Singgah
Di peron kereta, aku menantimu tanpa detik dan tanggal. Bertahan di sana sampai kaudatang—meskipun hanya serupa kabut, hati hanya berharap, suaramu segera menyelusup di telingaku.
Percayalah, selain penantianmu yang sepi itu, aku pun tengah melangkah mendekatimu, meski belum kutemukan arah yang tepat. Sebab kau berada jauh dari gapai, selalu dan selalu membuatku berandai; jika kubisikkan seutas rindu, akankah kau mengeja namaku?
Namamu hanya bagian dari semat doa—kala rindu kian tenggelam. Kaurisau tentang jarak—mungkin kaulupa tentang kepantasan, dinding taktampak di antara kita. Tunggu, maksudku aku. Yang selalu merasa takpantas.
Kau selalu saja begitu. Tanpa kausadari, segala yang ada dalam pikiranmu itu melambatkan penantian; meremehkan kerinduan. Meski sesungguhnya tidak ada satu dinding pun yang mampu meleburkan tungguku. Sebab aku tahu, rindu adalah jalan terbaik untuk menemukanmu. Rindu menguatkanku, sebagaimana kau seharusnya dikuatkan rindu.
Satu hal yang harus kauketahui, di sepasang matamu aku pernah menyematkan rindu. Yang kini tersapu dan memantulkan ketakutan. Iya, ketakutan perihal ketidakpantasan. Selalu bertanya, apakah aku lelaki yang tepat untukmu?
Barangkali, kita sudah terlalu lama berjauhan dan tak berhasil menyemat pertemuan. Kau kerap menunggu, sementara aku kerap melangkah tanpa kauberi arah. Sehingga setiap pertanda selalu kaujadikan alasan untuk menggambar batas. Padahal kita, sebaik-baiknya cinta, selalu ada tanpa perlu lagi kau merasa tak pantas.
Bila kita ialah sepasang yang hilang arah, kita butuh dari sekadar peta untuk bersama. Aku tahu betul di mana aku harus berdiri—di sampingmu, aku butuh sekadar senyuman sebagai tanda. Dan bergulirnya detik, senyum itu takpernah berlabuh di mataku. Semuanya mengabut, lalu tiada.
Kautahu, tentu, perasaan seorang perempuan yang terlalu malu; terlalu lama menyesap rindu. Sepi dan sendu, sekaligus riuh bergemuruh. Dan selengkung senyum itu, sesungguhnya telah lama kutautkan di punggungmu. Ketika kau terlalu mudah menyerah atas segalanya, aku masih percaya kau memiliki perasaan yang sama. Dan di luas degup dadamu itu, kupercayai segala arah. Andai saja kau mampu sekali lagi berbalik, menunjukanku cara menanti yang terbaik.
Aku mencipta imaji; kita sepasang yang asing, takmengenal saling. Di sana, aku mengubur asa—melupakan semoga, karena aku tahu di jantung puisiku, kau telah mati. Bagiku, menunggumu seperti itu. Dan ternyata bila perasaanku takbertepuk sebelah tangan, mungkin ini saatnya. Menyandarkan punggung masing-masing, menujuk muara yang sama—tentang kita.
Sungguh, percayalah sekarang, simpan degupku di tanganmu; jagalah kita, jagalah setiap asa yang kutaruh di antara langkah-langkah yang tengah kutempuh. Tetaplah di sana, di tempat pertama kau menghilangkan detik dan tanggal; di peron kereta dengan embus angin yang sengal. Tidak lama lagi, aku akan tiba untuk menyapa tatap matamu; mengelus telinga rindumu. Sebab dengan seluruh asa, cinta, renjana, dan doa-doa yang bergema, akan kutemukan arah paling tepat, untukku memelukmu tanpa terlambat.
Aku selalu percaya pada masa depan. Dan di sana kutemukan kaulambai padaku—pada tangan yang kelak kutitipkan degup ini. Aku selalu berdiri di peron kereta ini. Entah itu membutuhkan, hari, bulan, tahun, atau bahkan selamanya. Sampai kaudatang—taklagi hilang. Padamu, aku ingin membangun rumah. Selamanya aku ingin singgah, melupakan kata pulang. Terima kasih sudah membuatku yakin, Puan. Aku mencintaimu dengan sederhana; menunggu tanpa jeda, bertahan tanpa perpisahan.
Kolaborasi Ariqy Raihan dan Ivana Sha,
#KolaborasiAgustus edisi sembilan
J-G,
15 Agustus 2018
“Nantinya akan ada seseorang yang paling memahami kamu melebihi dirimu sendiri. Bisa ia menetap bisa juga hanya sesaat. Mintalah Allah membersamaimu dengan sosok yang seperti itu. Yang dengannya, kau bisa mendewasa bersama-sama. Yang dengannya, kau nyaman berlama-lama walau dalam kepiluan. Yang dengannya, hatimu menjadi damai. Seolah selalu percaya bahwa Allah itu dekat.”
— (via gadisturatea)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Despite its appearance, the box is spacious enough for two and is quite comfy!📦 It can be nice to take a small break from your troubles for a bit, but it’s always worth it to return to life’s challenges. Life is full of both ups and downs, and we have to get through those downs to experience the ups.
Chibird store | Positive pin club | Webtoon
Yang Tertata akan mengalahkannya
Kata mutiara yang masyhur dari sahabat mulia Ali Radhiyallahu'anhu beliau berkata :
“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir"
Kebenaran tak cukup sendirian untuk menegakkan. Ia butuh kekuatan dan kebersamaan untuk mempertahankan dan menyebarkan. Masing-masing memiliki andil untuk menjadikan satu kesatuan yang kuat.
Ukhuwah adalah perekat bata-bata bangunan sehingga tegak dengan kokohnya.
Karena kejahatan yang tersistem akan mengalahkan kebenaran yang porak poranda tak beraturan. Begitupun baginda Nabi selalu menyusun strategi dalam berdakwah dalam peperangan, menempatkan personal yang tepat dan menghargai segala andil yang terlibat didalamnya.
Ada sebagian yang agak phobia untuk sebuah kestrukturan organisasi merasa terlalu ribet dan terlalu lama habis waktu dalam prosesnya. Tapi disitulah ujian dan penggemblengannya manakala kokoh dan sabar ia tidak akan mengendur kala diterpa badai masalah, karena ikatan yang kuat menjaga rasa dan merawat tujuan yang akan dicapai bersama.
Bahkan apabila ia belum merasakan kemenangannya ia tetap mendapatkan pahala perjuangan karena sudah menempuh jalan perjuanganya.
Dan mungkin kebodohan kita adalah mendedikasikan diri kita untuk hal-hal yang akan hilang dalam sekejap.
Sementara kesalahan terbesar kita adalah mencoba menciptakan 'selamanya' dari hal-hal yang hanya dimaksudkan untuk sementara.
mereka tidak salah. aku yang salah.
mereka adalah orang-orang baik. aku yang jahat.
begitu.
🌱

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ujian Kesabaran
Untuk setiap pahit-getir, gundah-gulana, lara dan luka, sejatinya ia adalah ujian kesabaran yang dikirimkan oleh-Nya hanya untuk menakar kesejatian kita dalam menghamba.
Dan tidaklah semua kepedihan jiwa, juga kesakitan yang mengundang air mata, datang menghampiri raga jika bukan sebagai pengingat untuk kita. Untuk kemudian lebih memanjangkan syukur serta berhati-hati dalam merawat setiap nikmat yang tidak terukur.
Kepadamu yang sedang Allah timpakan ujian kepedihan, juga kesedihan, semoga tabah menjadi teman perjalanan. Semoga keluasan rela membawa kesembuhan untuk segera bangkit dan kembali memulai petualangan.
Dan untuk setiap putus asa yang sempat terbesit, yakinlah jika Allah menyediakan kemudahan di tiap masa sulit.
Kau hanya perlu percaya bahwa getir yang melingkupi dada, ujian yang kerap sembapkan mata, pilu yang meraja, adalah setahap langkah untukmu lebih dewasa.
Atas semua hal pahit yang terasa rumit, aku percaya kau mampu tuk segera bangkit.
Kuat-kuatlah walau ramadhan kali ini terasa berbeda. Bersabarlah dalam banyak peristiwa.
Berbahagialah walau ramadhanmu tidak seperti biasa.
Baik-baiklah walau langkahmu nyaris patah.
Karena dari tempat terjauhnya, ada yang senantiasa memelukmu di jantung doa. Ada yang senantiasa berharap untukmu terus berbahagia.
01:06 a.m || 14 April 2021
Membersamai qur’an memang tidak mudah.
Membersamainya memang tidak mudah. Membacanya, ngantuk melanda Mendengarkannya, tertidur pada akhirnya Menghafalkannya, tak kunjung mau menempel di kepala, apa lagi hati.
Lalu bagaimana cara kita menjaga agar nafas kita, nyawa kita lebih panjang lagi untuk membersamai al qur’an ?
kita harus minta sama Allah. Pada Dzat Yang menguasai hati kita.
“ Ya Allah.. Engkau yang menurunkan al Qur’an pada semesta. Jika Engkau menurunkan al qur’an pada sebuah gunung, tentu gunung itu akan hancur berkeping-keping (Qs. Al Hashr : 21), karena takutnya gunung itu pada-Mu ya Allah. Lalu mengapa ya Allah, hati ini tak kunjung bergeming sedikitpun pada bacaan-bacaan kalam-Mu ? Murottal setiap hari di dengar, mushaf qur’an setiap hari di lantunkan melalui lisan. Se keras itu kah hati ini ya Robb ?
Seseorang pernah berkata, “ al qur’an masuk kedalam hati seseorang itu butuh waktu, butuh proses. Bila bkita belum merasakan efeknya, mungkin masih ada noda di hati yang menjadi penghalang/hijab antara rahmat Allah dalam qur’an dan kita, sehingga belum ada efek apapun bacaan qur’an pada diri kita.
Lalu bagaimana dong caranya supaya hati ini bisa merasakan efek
1. Terus dibaca, jangan berhenti, minta sama Allah supaya kita diberikan kelembutan hati. Sebab al qur’an itu mukjizat dan akan memberikan efek yang luar biasa ketika bisa menembus dinding hati kita. Al qur’an adalah hidayah, syifa/obat bagi diri kita.
2. Sibukan dzikir dengan Al-Qur’an. Sebab sebaik-baiknya dzikiri adalah membaca al qur’an.
3. Memahami dan merenungi setiap ayat al qur’an yang dibaca. Tidak hanya membacanya dengan lisan, namun juga dengan hati. Merenungi maknanya, mentadzaburi isi dan kandungannya, dibaca tafsirnya (bila ada). Masukan ke hati. Buat perasaan kita baper dengan al qur’an.
-
Apakah terlalu cepat itu jauh lebih baik?
Apakah terlalu lambat itu jauh lebih buruk?
Aku juga ingin seperti mereka: mendapatkan segala pencapaian, segala yang diinginkan, segala yang telah diimpikan.
namun, teh dan kopi saja sama sekali berbeda, bukan? Namun sama-sama disukai oleh semua orang.
ya, karena garis start-ku berbeda dari mereka, begitu juga dengan garis finish-ku nanti.
Setiap hari, aku selalu berpikir untuk berhenti, berpikir untuk menyudahi semua yang sudah lama aku perjuangkan. Terikat dalam ekspetasi dan harapan orang-orang disekelilingku rasanya sungguh lebih sesak daripada gagal dalam harapan sendiri.
Menyalahi diri sendiri yang tidak pernah bisa seperti kebanyakan mereka yang jauh lebih berpotensi, menyalahi diri sendiri yang tertinggal jauh, menyalahi diri sendiri yang tak dapat mencapai target.
dan, berada dalam kesendirian, menutup diri jauh lebih baik untuk dia yang sedang terombang-ambing.
🍂
Jangan sampai sesekali pencapaian orang lain membuatmu lemah, bahayanya akan tumbuh rasa tak bersyukur saat dirimu lengah
“Ngga salah selalu berjuang menciptakan peluang, yang salah menciptakan harapan. Apalagi harapan selain pada Sang Pencipta”
—

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ketika aku sedang berleha-leha, di luar sana ada yang berjuang untuk menghidupkan mimpinya, memperjuangkan masa depannya.
Jangan sampai kamu menyesal karena kamu terlalu mentolerir rasa malas mu.
Sebuah Obrolan
Gadis kecil: umi, kenapa sering nyembunyiin sakit, sedih, dan letih dari banyak orang?
Umi: sebab umi ga mau ngelihat orang-orang disekitar umi sedih. Umi sukanya berbagi kebahagiaan dan kebaikan. Jadi, kalau umi sedang jatuh, cukup Allah aja yang jadi tempat umi mengeluh.