"Proses pencarian makna hidup dan menemukan tujuan hidup adalah perjalanan seumur hidup"
-Andrea Lusi Anari-
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
$LAYYYTER

pixel skylines
I'd rather be in outer space 🛸

Kaledo Art

Product Placement
YOU ARE THE REASON
Today's Document
trying on a metaphor
cherry valley forever

#extradirty
todays bird
Xuebing Du
Sade Olutola
TVSTRANGERTHINGS
Cosmic Funnies

Andulka
Sweet Seals For You, Always
occasionally subtle
dirt enthusiast
seen from Brazil
seen from Guernsey

seen from Greece
seen from United States
seen from United States
seen from Maldives

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from TĂĽrkiye
seen from Belgium

seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from Netherlands
@cookiesenak
"Proses pencarian makna hidup dan menemukan tujuan hidup adalah perjalanan seumur hidup"
-Andrea Lusi Anari-

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
need someone to talk, but i don't have. hopefully by writing I can find myself and let out all the noise in my mind...
Sebuah proses
Di usiaku yang sekarang aku melihat beberapa teman ku sudah banyak yang mendapatkan pekerjaan, karena mereka lebih dulu lulus. Untuk ku yang baru saja resmi mendapat gelar sarjana, tentunya agak sedikit kaget, karena melepas privilage yang aku miliki ketika aku masih menjadi mahasiswa.
Dan sekarang aku merasakan bahwa mencari pekerjaan itu, tidak semudah membalikkan tangan. Ternyata butuh dan banyak sekali proses yang dilalui. Kadang aku merasa iri melihat teman-teman yang sudah mendapatkan kerja. Ketika rasa iri itu datang, selalu muncul pikiran bahwa apa yang mereka rasakan sekarang pasti juga melalui proses yang panjang juga seperti apa yang saat ini aku rasakan.
Sampai, setiap teman yang aku temui, selalu aku tanya apa yang kamu rasain dulu setelah mendapat gelar sarjana ?
Dan semua orang yang aku tanya hampir semua menjawab dengan jawaban yang sama intinya. Bahwa untuk mencapai posisi yang saat ini mereka rasakan bukan suatu perjalanan yang mudah. Bahkan untuk mendapatkan pekerjaan mereka melamar lebih dari 100 lowongan pekerjaan. Dan dari 100 lamaran pekerjaan akhirnya ada 1 yang menerima mereka.
Bahkan ada juga yang proses untuk menjadi karyawan full time, mereka harus memulai dari internship beberapa bulan, beberapa corporate dan beberapa startup hingga akhirnya mereka diangkat menjadi karyawan full time.
Sebuah pesan yang disampaikan oleh temanku, bahwa setiap proses harus selalu libatkan Allah dan jangan pernah menutup mata dari beberapa peluang yang bisa kita coba. Karena kita tidak akan pernah tau di pintu mana yang akan terbuka untuk kita.
Tetap Menginspirasi tanpa Mengumbar Privasi.
Kembali ke beberapa tahun lalu, ketika scrolling explore menemukan unggahan seseorang yang menggerakkan jempol untuk mengkliknya sebab saking indahnya pemandangan yang tertangkap dari hasil jepretannya.
Begitu tahu username atas nama siapa, “Oh, ternyata beliau.” Lanjut scrolling dan heran, “Ada nih yang begini.”
“Kenapa tidak pernah selfie di instagram?” “Saya lebih senang posting yang saya lihat.”
Orang-orang yang mengenalnya dari dulu pasti tahu bahwa beliau sangat menjunjung tinggi privasi dan menjaga itu tetapi banyak orang tidak mengerti atau menyetujuinya dan justru mempertanyakan, “Mengapa?”
“Dari diri sendiri, kita bisa menjaga apa saja yang kita ingin sampaikan secara publik karena dampaknya bisa menjadi bola liar yang ke mana-mana.”
Beliau ingin dikenal melalui karya-karyanya. Baginya yang penting untuk dibagikan kepada publik adalah karyanya. Dan memutuskan untuk tidak membagikan kehidupan pribadinya.
“Bukan ditanggapi tetapi perlu disiasati bagaimana caranya supaya tidak menjadi korban stalking. Berdasarkan pengalaman dan beberapa kejadian yang memang mengajarkan saya untuk bagaimana supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang tidak saya inginkan.”
“Ketika bersosial media, saya selalu mengunggah foto atau feed biasanya tidak ketika saya berada di tempat itu, latepost dan bisa acak-acakan supaya tidak terdeteksi saya sama siapa? Di mana? Jam berapa? Karena ini sebuah informasi dan informasi ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin bukan untuk tujuan baik, salah satu caranya.”
“Kedua, saya harus merelakan. Ketika orang mengajak foto bersama, saya harus menolak karena biasanya itu berkaitan dengan identitas tempat dan waktu, misalnya saya mau naik pesawat, saya tidak mau.”
Beliau rela dianggap sombong.
“Saya harus merelakan karena orang akan berpikir seperti itu. Yaudah saya ikhlas saja kalau memang orang mau berpikir seperti itu tetapi sebetulnya saya melindungi diri saya sendiri dari hal-hal yang bisa terjadi dan memang sudah pernah terjadi.”
“Sering dijudesin orang karena tidak mau foto bareng atau dianggap sombong. Menurut saya itu untuk kebaikan, saya melindungi diri saya sendiri dengan cara seperti itu.”
Maa syaa Allah, sebuah kesadaran yang patut diteladani sebab kini begitu mudah mendapatkan informasi mengenai seseorang hanya dengan stalking media sosialnya (Kapan nikah, kapan anak ulang tahun, dsb), pun sudah banyak pula kasus tentang foto yang disalahgunakan.
Setiap keputusan menimbulkan pro-kontra itu pasti, seperti yang dikatakan Masgun, “Sepanjang kita tahu ada tujuan yang kita kejar dan itu sangat berharga buat kita, tahu jalan yang kita tempuh, kenal sama konsekuensi. Jalani aja, kenapa enggak.”
Jujur sama diri sendiri sendiri emang engga mudah...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di umur sekarang saya sadar, hal terbaik yang saya lakukan adalah berhenti memberi tahu orang-orang atas apa yang terjadi dalam hidup saya. Setelah bertemu banyak orang, saya mulai mengerti bahwa menjaga privasi adalah hal yang sangat berarti
Berjuanglah sekali lagi. Tidak mengapa bila harus patah kembali. Tidak mengapa bila harus bersedih lagi. Tidak mengapa bila harus menangis lagi dan lagi. Tidak mengapa sayang, sungguh tidak mengapa. Sebab fase kehidupan memang seperti demikian.
Kamu tidak akan selalu menemukan kebahagiaan dengan terus menerus. Adakalanya kamu harus merasakan jatuh dengan begitu lukanya. Adakalanya kamu harus merasakan patah dengan begitu sakitnya. Adakalanya pula kamu harus menangis sampai kering air mata, mata airmu.
Sebab para Nabipun merasakan sedih di dalam kehidupannya, namun yang membedakan syukur dan baik sangka kepada Allaah yang tiada pernah terputus.
Berjuanglah sekali lagi ya, bila jalanmu tidak pernah mudah. Percayalah kamu tidak akan pernah dibiarkan olehNya berjalan sendiri tanpa pengetahuan meskipun itu hanya sedikit. Berjuanglah sekali lagi ya, sebab Rahmat Tuhanmu tiada pernah terputus dari hambaNya yang mau berupaya. Harapan itu akan selalu ada, ia ada dan selalu bertumbuh bagi mereka yang sedang berputus asa atas kehidupan pilu yang sedang dilaluinya.
(9)
If you’re Love is for the sake of Allah, it will never die.
“Dengan segala hormat, saya mengundurkan diri dulu.” Begitu bunyi pesan terakhir perempuan itu padamu. Diikuti dengan emotikon tangan memohon sebanyak tiga buah.
“See u soon!!” jawabmu sambil diikuti emotikon tangan melambai, roket yang bersiap melucur, dan ada bapak astronot. Hehe.
Perempuan itu tidak mengerti mengapa kau sangat percaya diri mengatakan see u soon, sementara perempuan itu saja sepertinya tidak sanggup untuk bertemu denganmu lagi.
Perempuan itu tertunduk. Menahan tangisnya. Ia takut pada murka Tuhannya. Ia takut jika jalan yang ditempuhnya membuatnya mengkhianati ayat-ayat yang bersemayam di dalam hatinya.
Dan perempuan itu segera menyadari, ia berada di titik dimana mungkin Allah sedang menguji hatinya. Cepat-cepat ia memutuskan untuk meninggalkan percakapannya denganmu, mengalihkan hati dari ego menuju ke tujuan hidup yang sesungguhnya; Sang Rabb. Sebab, hidup memang akan selalu tentang hubunganmu dengan Tuhanmu bahkan sampai di kehidupan berikutnya.
Hidup denganmu adalah kemustahilan yang bisa berubah menjadi keajaiban jika atas izin-Nya. Untuk segala hal yang menurut kita mustahil, tentu bagi-Nya tidak. Beruntungnya perempuan itu percaya dan memang harus seperti itu karena agamanya mengajarkan demikian. Mantra hari ini; “Hidupkan terus yakinmu, kelak Dia akan tunjukkan jalannya bagi siapa yang membawa bekal yakin di dalam hatinya.”
“Tetapi aku tidak sedang di tahap menaruh harapan, apalagi rasa.” Batin perempuan itu, lirih.
Perempuan itu sulit mendefinisikan perasaannya. Perempuan itu ingin sekali suatu hari nanti bisa jatuh hati, baginya ia bisa jika mau belajar mencintai. Dan yang paling pertama-tama harus ia lakukan adalah mencintai Rabbnya dengan benar dan baik. Bukankah Allah berhak untuk kita cintai? Seluruh nafas ini, pemberian-Nya dan untuk-Nya.
“Yaa Rabb, bantu aku untuk memperbaiki niat di dalam hatiku yang terlalu sering berantakan. Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin..”
Dunia sudah sebegininya pontang-panting, kemana lagi kaki melangkah jika bukan untuk sesuatu yang berkah?
Awal Mula Hidup yang Hebat
@edgarhamas
Dalam buku 'Hakadza Allamatni Al Hayah' (Begitulah Hidup Mengajarkanku), ada satu kalimat Syaikh Mustafa Siba'i yang terngiang hari-hari ini, "awal hidup yang hebat, adalah ketika kau mulai merasa bertanggungjawab."
Ketika kita tak lagi berputar tentang diri sendiri, dan mulai bertanggungjawab perbaiki keadaan kita, agar bisa berperan bagi perbaikan umat.
Kalimat itu related dengan apa yang memang Baginda Muhammad lakukan menjelang diangkat jadi Rasul. Saya sering nanya ke audiens kajian, "kenapa pas diangkat jadi Rasul, beliau ď·ş ada di Gua Hira?" Hampir semua menjawab, "ya karena beliau mau diangkat jadi Nabi, stadz."
Lah?
Kan beliau tidak diundang secara resmi ke Gua Hira untuk menjadi nabi, bahkan beliau pun tidak tahu sebelumnya bahwa peristiwa bersejarah itu akan terjadi.
Satu dari sekian banyak hal membuat beliau ada di Gua Hira adalah 'rasa tanggungjawab.' Beliau memikirkan umatnya, lalu menyendiri dan merenungi.
Itulah sisi lain uzlah yang dilakukan Baginda Muhammad sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Dr Hamdi Syaheen —Pakar Sirah Nabawiyah— mengatakan, "betul bahwa beliau beruzlah untuk bertafakkur & melakukan ibadah, namun jarang yang membahas bahwa ada faktor penting ini: beliau memikirkan umatnya."
Kegelisahan beliau memikirkan realitas umat itulah yang mestinya mengilhami kita: sendirinya kita untuk merenung, sepinya kita untuk menepi, idealnya mulai diisi tentang cara memperbaiki keadaan umat.
Dan, seperti kata Syaikh Siba'i, itulah awal mula hidup yang hebat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setelah dipikir-pikir, ternyata Selama ini setiap hal yang aku inginkan aku langsung lakuin tanpa dipikir dulu. Dan mengikuti semua hal yang aku pengen. Ternyata hal ini punya dampak yang kurang bagus untuk aku. Aku jadi kurang bisa mengontrol diriku sendiri dan berujung keteteran atau sedikit penyeselan haha.
Setelah ngobrol, lihat YouTube dan baca buku, akhirnya aku menemukan solusi untuk diriku sendiri. Setiap hal yang aku pengen aku harus catat, aku pikirkan dulu "kenapa harus sekarang" "aku butuh engga" "bermanfaat engga" dll. Semoga solusi yang lagi aku jalani ini bisa berhasil untuk diri aku :)
🌱
#OPINIKU
Akhir-akhir ini aku lagi sering banget cari tau topik tentang financial planners mau itu di IG, di google atau di tiktok. Mencari dan memilah mana yang sekiranya bisa aku terapin dalam hidup aku. Karena jujur, sampai saat ini hal itu masih agak sulit, karena akunya kurang konsisten.
Nah, waktu aku lagi belajar tentang financial planners dari akun orang-orang pastinya aku juga baca komen hihi, karena pengen tau gimana respon orang-orang apakah mereka juga nerapin dalam hidup mereka dan berhasil atau kurang berhasil. Selama baca komen di postingan tentang financial planners, masih banyak orang yang komen
"kalo gaji segini mah gak bisa digituin"
"kalau gaji segini mah gak bisa tuh buat nabung"
"Kok kamu bisa, tapi aku gak bisa, padahal gajinya sama"
"Gaji aku mah pakai rumus pembagian kayak gitu gak bisa"
Dan komentar lainnya. Kadang aku merasa, kenapa sih harus berpikiran kayak gitu. Padahal gaji berapapun bisa loh kita bagi-bagi pakai rumus 10-20-30-40 atau bisa juga kita yang ngatur sendiri. Tinggal kitanya mau engga buat menggurangi budget yang menurut kita engga urgent.
Kalau gak bisa ngurangin budget ya berarti mau gak mau harus menambah pemasukan. Ada banyak hal yang bisa kita lakuin buat nambah pemasukan misal ngajar les, jualan online, kerja tambahan di waktu weekend dll.
Kalau kata mas gun, kalau gak salah waktu itu aku pernah baca cuitannya di insta story "kalau pemasukan kita bertambah/meningkat, gaya hidup kita tetap harus sama ketika pamasukan bertambah"
Semangat, belajar financial planner, biar lebih tertata dan cepet bisa mencapai goals yang kita mau !!!!
Untuk teman Tumblr ku yang membaca tulisan ini... Ada kah yang tau, dimana yang jual buku Teman Imaji karya kak Mutia Prawitasari ? (baik itu buku baru atau buku bekas) kalau ada yang tau , minta tolong kasih infonya yah guys! Thank you!!!!
Atau kalau ada yang punya, dan boleh dipinjam, aku mau pinjam dong gais hehe. InsyaAllah aku jaga bukunya dan aku kembaliin ketika sudah selesai :)
Sambil ngantuk-ngantuk, ada murrotal surat dhuha lewat di Youtube. Tiba-tiba kepikiran sesuatu tapi ndak sempet ngetik panjang. Tapi kalau dirangkum tuh kurang lebih begini:
Allah sudah menjamin kehidupan setiap makhluk-Nya. Hal yang tersulit bagi kita justeru menjaga akal kita agar tetap menghadap kepada Allah saat kita dikaruniai kebahagiaan ataupun diuji dengan kesedihan.
Hal yang perlu kita syukuri adalah....
Permintaan Allah kepada hamba-Nya tidak muluk-muluk. Dia menyediakan ladang amal di setiap kondisi. Dalam kelapangan ataupun kesempitan. Di waktu dhuha ataupun di waktu malam.
Melihat bagian akhir di surat dhuha yang mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada dhuafa semacam memberi insight bahwa atas segala hal yang telah lama kita khawatirkan, biarlah semua dalam genggaman Allah. Kita percayakan kepada-Nya.
Selebihnya, seperti firman Allah dalam surat dhuha, kita jalankan peran sebagai manusia untuk berbuat baik kepada sesama dan melindungi yang lebih lemah.
Apa yang ada di bumi itu amanah kita bersama. Kita tidak perlu menjadi orang dengan kemampuan super dan karya monumental. Cukuplah menjadi manusia yang selalu berusaha sadar atas kewajibannya baik di waktu lapang ataupun sempit.
...
Kalau surat Al Fatihah dianggap intisari isi Al Qur'an, mungkin surat dhuha memperjelas Iyyaaka na'budu, wa iyyaka nasta'in. Hanya kepada Allah kita meminta pertolongan. Bahkan untuk menjalankan peran sebagai manusia yang sederhanapun, kita tetap butuh pertolongan dari Allah....
...
Fa amma bini'mati robbika fahaddist. Semoga kita bisa menjadi manusia yang selalu bersyukur dan menampakkan rasa syukur atas nikmat Allah melalui perbuatan baik kepada sesama. Sehingga orang di sekitar kita juga bersyukur atas kehadiran kita. Kemudian rasa syukur mereka juga membuat mereka istiqomah berbuat baik.
...
What a random ~XD
Setiap ada masalah, sejak dulu selalu diajarkan untuk tidak mengatakan, “Allah, aku punya masalah besar” tapi harus mengatakan, “Wahai masalah, aku punya Allah yang Maha Besar”. Semakin kesini, saya semakin yakin bahwa kalimat itu punya kekuatan besar; mengafirmasi sisi positif pada diri kita, menjadi booster bagi hati yang melemah, memberi pengingat bahwa selama kita masih beriman maka Allah akan menjamin hidup kita.
Semakin dimaknai, kalimat “Wahai masalah, aku punya Allah yang Maha Besar” akhirnya tak lagi menjadi pemanis belaka, tapi ia menjelma menjadi api yang mengobarkan semangat yang sempat terputus sebab dinamika hidup yang kita lalui. Tangis kita sebab kesulitan hidup berubah menjadi tangis sebab keyakinan Allahu Ma’ana semakin memeluk relung hati kita.
Akhirnya saya mulai paham mengapa guru saya mengajarkan kalimat itu pada saya, ia kalimat sederhana, tapi istimewa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apa jadinya pikiran yang lama tidak merenung dan membaca?
Jadilah ia seperti pisau yang menumpul, atau seperti besi yang berkarat. Dan pikiran menjadi berkarat ketika ia tak diberi ruang untuk mempelajari hal-hal baru; ketika hanya dibatasi memikirkan rutinitas semata.
Kalau sudah berkarat, pikiran kita akan menyusut. Tak ada yang dipikirkan, akhirnya tak ada hal baru yang dipahami. Jika tidak ada hal baru untuk dipahami, maka ruang di kepala kita akan mubazir. Syaraf yang sebetulnya bisa kuat untuk menerjemahkan ide-ide besar jadi susut dan bebal.
Itu yang terjadi kalau kita hanya mengikuti rutinitas tanpa tadabbur, menjalani hari tanpa membaca buku baru. Bahkan berita harian yang kita baca di media sosial pun hanya akan jadi sekelabat saja kalau kita mencukupkan diri hanya dengan headline; tak mau mendalami detail-detail yang padahal inti dari berita itu.
Jadilah kita kemudian manusia-manusia yang gampang termakan hoax, meyakini semua hal yang tak kuat kita pikirkan sebagai konspirasi, kaum clickbait yang mudah tertipu.
Karena kita sendiri yang membekukan nadi pikiran kita hingga ia tak mau mengalir...
"A mind is like a parachute. It doesn't work if it is not open."
Pada Umur Berapa?
Pada umur berapa kamu mulai merasa menjadi orang yang lebih tenang? Kalau ada sesuatu yang memang tak bisa kamu dapatkan, ya sudah, memang bukan takdirnya. Bersedih, sudah setelahnya, mengusahakan yang lain. Jika orang lain berbuat lalai, tidak langsung meledak-ledak marah, tapi berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi. Jika mengemudi, lebih penting selamat sampai tujuan daripada terpacu untuk cepat sampai. Pada umur berapa kamu merasa bahwa ruang privasi itu adalah hal yang sangat mewah. Dan kamu mulai sadar bahwa dalam hidup ini, mengejar mimpi memang penting, tapi memiliki teman baik, memiliki kehidupan yang tenang, pekerjaan yang nyaman, itu jauh lebih menyenangkan. Pada umur berapa kamu mulai sadar bahwa kamu telah berubah, sepenuhnya berubah. ©kurniawangunadi