Tembok
Dalam diri kita ada tembok yang membatasi kita dengan dunia di luar diri kita. Sekali waktu, tembok ini menjaga kita dari hal-hal buruk yang ada di luar diri. Di lain waktu, tembok ini menjadi penghalang kita untuk meraih hal-hal baik yang ada di luar diri kita.
Tembok ini telah ada dalam diri kita dalam kurun waktu yang tak sebentar. Kita sendiri yang membangunnya dengan peran manusia-manusia lain yang ada di sekitar kita.
Sekali tembok ini berhasil kita lampaui -bahkan kita hanya perlu melampauinya, tak perlu meruntuhkannya- maka tak ada lagi pembatas antara kita dengan hal-hal di luar diri kita. Jika yang dilampaui adalah tembok penjaga, maka kita akan mudah terbawa ke dalam hal-hal buruk. Begitu pun, saat tembok penghalang berhasil dilampaui, maka kita akan mudah meraih hal-hal baik yang ada di luar diri kita.
Untuk melampaui tembok-tembok ini tidaklah terlalu mudah. Sebab dia telah ada lama dalam diri. Perlu energi yang sangat besar. Namun, sekalinya kita berhasil melampaui tembok-tembok itu, maka kita akan (sangat) mudah -bahkan ketagihan- melakukan hal-hal buruk atau meraih hal-hal baik.
Dilengkapi dari catatan lama, 20 Juli 2017















