Perempuan dan gaun pengantin
Sebuah mimpi terjalin benang demi benang,
putih berkilauan di bawah cahaya rembulan.
Perempuan, tatapannya menerawang jauh,
menembus lorong waktu, masa depan yang belum terjamah.
Gaun itu, bukan sekadar kain,
melainkan janji, harapan, doa yang terucap lirih.
Renda yang rumit, setiap detailnya bermakna,
seperti jalinan takdir yang sedang dirangkai.
Dia, berdiri di depan cermin besar,
bayangannya memantul, seorang perempuan dewasa,
siap melangkah menuju babak baru.
Kebimbangan mungkin menyelinap,
namun keyakinan lebih kuat membara.
Sentuhan lembut sutra di kulitnya,
memberikan rasa nyaman, terlindungi,
seolah dunia luar tak mampu menjangkaunya.
Senyumnya merekah, seperti bunga di musim semi,
memancarkan kebahagiaan yang tak terlukiskan.
Gaun pengantin, simbol kesucian,
keindahan, dan cinta yang abadi.
Dia, memakainya dengan bangga,
menyadari betapa berharganya momen ini.
Langkah kakinya mantap, menuju altar,
meninggalkan masa lalu, menyambut masa depan,
bersama seseorang yang dicintai.
Gaun putih itu, menjadi saksi bisu,
sebuah lembaran baru kehidupan dimulai.
Air mata haru mungkin menetes,
namun lebih banyak tawa dan sukacita.
Perempuan dan gaun pengantin,
sebuah kisah klasik, yang selalu mempesona,
tentang cinta, harapan, dan janji suci.