Semua juga sudah tau, hasil tangkapan tidak sebanyak dulu. Alam terkadang tidak terlalu bisa diandalkan. Bapak pun mengeluh setiap hari sewaktu masih berada di daratan bersama kami. Sudah dua hari bapak melaut, sore pasti sudah sampai. Adik ingin sekolah, dia pun tak perlu bekerja, paling tidak dia tak perlu diam di rumah saja. Rahmi mengajak adik ke pesisir tempat bapak memarkirkan perhunya setelah melaut. Berniat menjemput bapak yang sudah menjadi teman akrab ombak. Perahu bapak yang yg bertuliskan GERAWANG di badanya itu ternyata sudah terparkir. Kering dan tak basah, seperti tidak barusan dipakai untuk melaut. Terus mencari dan mencari keberadaan bapak. Tapi kami hanya anak kecil yang tidak boleh menjangkau jarak jauh. Pulang ke rumah ada pecahan vas bunga di dekat pintu. Ibu terisak di dalam kamarnya. Seperti ada perkelahian sebelumnya. Berani sekali orang itu menyakiti ibu sewaktu bapak tidak di rumah. Tidak lama bapak keluar dari kamar mandi. Tanpa menyapa kami anaknya, lalu pergi lagi dengan mata merah dan rambut acak-acakan. 'Gerawang' perahu ayah kembali melaut esok harinya, tapi bukan bapak yang nahkodanya. Orang lain dan bukan lagi milik bapak. #RizkydanTyaBercerita #LombaNulisAntarTyadanRizky #30haribercerita











