
tannertan36
Misplaced Lens Cap
styofa doing anything
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kiana Khansmith
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

β£ Chile in a Photography β£
I'd rather be in outer space πΈ
Cosmic Funnies
Game of Thrones Daily
d e v o n
almost home
RMH

#extradirty

Andulka
Cosimo Galluzzi
dirt enthusiast
Sade Olutola

Origami Around


seen from Bulgaria
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Croatia
seen from TΓΌrkiye

seen from Germany

seen from Malaysia
@risnatt

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
βThis is fucking crazy. This video was going viral last week and the whole world was enjoying this great moment between Kobe and his daughte
So sad....you both have gone....RIP
Cinta baru tahu kedalamnya, ketika terjadi perpisahan
Kahlil Gibran
PUISI KECIL SI TUKANG BUNGA
Sakit sebenarnya adalah, saat kau mengambil masa istirahat
Dari rutinitas yang membuatmu lelah
Dan ketika kau bangun pagi ini
Mentari akan menyambutmu dengan ramah
Lelahmu pergi, kaupun sembuh.
Renita tersenyum membaca barisan kata yang ditulis pada kartu kecil yang terselip di antara bunga mawar yang baru saja dibawa Bram, tunangannya.
Dua bulan terakhir ini, sejak dia terbaring di rumah sakit karena kanker yang menggerogoti tubuhnya Renita seolah hapal dengan puisi atau syair kecil yang selalu menyertai bunga yang dibawa Bram.
Puisi kecil yang digubah oleh si tukang bunga.
Waktu itu , pertama kali Bram membawakan mawar merah dan rangkaian anggrek untuk Renita ke rumah sakit, Renita mengira syair-syair kecil itu hasil gubahan Bram. Dia sempat kaget, ketika mendapati sebait puisi di bunga yang dibawa Bram:
Cinta mungkin diawali saat kita saling tatap
Lalu kita jalani hari penuh tawa bersama
Dan kini, saat kau terbaring di rumah sakit
Semakin aku yakin, cintaku padamu tidak akan berakhir.
Bait puisi itu membuat Renita tersanjung dan terharu. Dia menderita kangker darah. Mungkin tidak ada harapan hidup baginya. Tapi Bram, lelaki terkasihnya tetap setia mendampinginya. Memompakan semangat dan membuktikan bahwa cintanya memang tidak akan berakhir, seperti puisi kecil yang terselip di bunganya.
Sebuah perahu selesai kurakit
Kutambatkan di pantai indah
Kunanti kau sembuh dari sakit
Agar dapat kita kayuh berdua
βSejak kapan kamu jadi penyair, Bram?β Tanya Renita siang itu, saat untuk yang kesekian kalinya Bram membawa bunga dengan sebuah kartu berisi puisi kecil.
βAku?β Bram mengedikkan bahunya. Mencium kening Renita dengan penuh kasih . βAku tidak pernah jadi penyair,β ucapnya.
βTapi bunga-bungamu selalu berisi bait puisi,β Renita tersenyum . βAtauβ¦kau sengaja mengambilnya dari sebuah buku dan meminta penjual bunga menuliskannya?β
βBisa ya..bisa tidak,β Bram memiringkan kepalanya sedikit. βSebenarnya aku hanya memesannya dari seseorang.β
βOya?β mata Renita membulat.
βJojo, si penjual bunga itu, ternyata selain mahir merangkai bunga, juga ahli membuat kata-kata indah, Reni. Mula-mula aku melihat beberapa orang yang meminta agar diselipkan kata-kata di kartu kecil untuk menyertai bunga mereka. Eh..aku juga memintanya. Kamu suka?β
Renita hanya tersenyum. Bagaimana dia harus menjawabnya?
Tapi Bram tidak membutuhkan jawaban . Dia tahu Renita menyukai itu. Seperti juga Bram yang akhirnya merasa lebih tenang dengan adanya puisi kecil si tukang bunga. Dia memang akan bingung dan tidak tahu harus menulis apa tiap kali membawa bunga untuk Renita. Sungguh terasa kering dan basi bila setiap membawa bunga untuk Renita yang tertulis hanya kata-kata, aku cinta kamu. Semoga cepat sembuh!
βKeluarga?β tanya si tukang bunga, pertama kali ketika dia βmemesanβ puisi kecil itu.
Jojo, si tukang bunga , yang usianya mungkin tidak beda dengan Bram, sekitar tiga puluhan, berwajah tenang, berwibawa dan ramah. Tidak terlalu tampan, tapi Bram yakin, banyak gadis yang antri untuk menjadi pendampingnya.
Toko bunganya kecil saja. Lokasinya dekat persimpangan dan berjarak berapa blok saja dari kantor Bram, sebuah gedung kembar berlantai empat.
βDia tunangan saya,β sahut Bram. βNamanya Renita.β
βSakitnya parah?β Tanya Jojo pula.
Bram segan menyebutkan jenis penyakit Renita. βTidak juga, dia hanya butuh istirahat.β
βGreat!β Jojo mengangguk. βSakit sebenarnya hanya sebutan lain untuk kata istirahat,β dia tersenyum, tangannya menjangkau pena. Menulis di sebuah kartu dengan tulisan tangan yang rapih dan indah.
βIni bunga Anda, dan ini puisi pesanan Anda. Tidak ada tambahan biaya untuk ini. Tunangan Anda akan sembuh. Salam dari saya.β
Itulah awalnya.
Dan hari selanjutnya, ketika Bram memesan bunga, tanpa diminta, Jojo pasti sudah menyelipkan sebuah puisi kecil .
Sebulan berlalu ketika Bram masih mampir di toko bunga Jojo, dia tidak bisa mengelak, bahwa sakit Renita memang parah.
βApakah Anda masih tetap mencintainya?β Tanya Jojo ketika itu.
βPertanyaan apa itu?β mata Bram memerah. βSaya akan tetap mencintainya sampai kapanpun. Tidak akan pernah berakhir.β
βGreat!β Jojo mengacungkan jempol. βItulah cinta sejati. Ini bunga Anda. Tunangan Anda akan sembuh. Salam saya untuk dia.β
Dan Bram tidak bisa tidak menyampaikan salam itu pada Renita. Renita menerima salam itu dengan anggukkan dan senyum kecil. Tiba-tiba memang si tukang bunga menjadi bagian dari hidup mereka.
Ketika menunggu rangkaian bunga pesanannya selesai, Bram senang mengobrol dengan Jojo. Dia menceritakan hal-hal yang kadang Bram sendiri heran, kenapa dia bisa ceritakan pada Jojo. Cerita tentang awal pertemuannya dengan Renita. Galau hatinya tentang penyakit Renita. Harapan-harapannya terhadap kesembuhan Renita.
Jojo selalu punya jawaban yang membuat Bram terhenyak dan bersemangat. Kata-katanya mengalir tenang, indah dan penuh harapan. Mendengarkan penuturan Jojo membuat Bram bisa melupakan bawa Renita sedang sakit parah.
βHidup mati kita di tangan Tuhan, Bung Bram,β kata Jojo. β Kenapa harus membebani pikiran dengan rasa takut kehilangan orang yang kita cintai? Bayangkan saja dia akan sembuh, lalu Anda berdua akan mengarungi samudera kehidupan yang luas ini bersama-sama. Daripada lelah memikirkan kapan saat dia sembuh, lebih baik Anda mulai merakit perahu untuk pelayaran Anda berdua nanti . Suatu hari nanti. Yakinkan diri bahwa dia lah yang paling sesuai untuk menemani Anda mengayuh perahu itu.β
====
Saat hidup begitu singkat
Kau hadir memberi warna dalam hidupku
Seperti kembang yang tersiram air
Kau berikan kesejukan bagi hidupku,
Saat hidup penuh tanya
Maukah kau sembuh untukku?
Bram telah meninggalkan rumah sakit hampir setengah jam yang lalu. Renita mencium bunga mawar merah itu. Dia menikmati saat-saat seperti ini, mencium bunga dan membaca pesan kecil di sana. Gubahan Jojo si tukang bunga.
Dr. Samsuddin, yang menangani perawatan Renita mungkin terheran-heran dengan kemajuan yang dialami Renita.
βKamu hebat, Renita. Kamu mengalami kemajuan yang berarti. Saya senang dengan pasien seperti kamu. Tetap semangat ya.β
Jojo, si tukang bunga. Tidak ada yang tahu bahwa laki-laki yang tidak pernah dikenalnya itu telah memberikan gairah dan semangat baru bagi Renita. Memberinya harapan untuk menikmati hidup ini.
Bangunlah, buka matamu
Lihat keluar jendela
Begitu banyak kupu-kupu di taman
Kejar mereka,
Atau..kamu masih betah berbaring di sana?
Ingin rasanya Renita melompat keluar. Dia sudah bosan disini. Dia harus bangun dan mengerjakan banyak hal di luar sana. Dia ingin kembali bekerja sebagai sekretaris eksekutif seperti sebelumnya. Dia ingin nonton di bioskop berdua dengan Bram, dia ingin menghabiskan malam Minggu dengan kekasihnya, nonton Liga Calcio, dia ingin memancing dengan Bram, dia inginβ¦
Dia ingin sembuh. Harus.
Kalau sembuh nanti, dia juga akan menemui Jojo. Memesan bunga dan puisi kecil buat Bramβ¦dan buat Jojo sendiri. Juga buat dokter-dokter di rumah sakit, perawat-perawat, teman-teman, mama, papa, kakak, abang dan semua kerabat.
Bunga ungkapan terima kasih. Kata-kata yang menyertai bunga ituβ¦.ah, dia akan minta Jojo yang menulisnya dan merangkainya. Pasti indah.
Yaβ¦dia akan sembuh.
====
βKamu tidak bawa bunga lagi, Bram?β Tanya Renita dengan nada heran. βToko bunga Jojo masih tutup?β
βYa,β Bram mengangguk. Memperbaiki letak selimut Renita. βDia pulang ke Palembang, Reni.β
βAku tahu, tapi berapa lama?β
βMinggu depan kembali.β
βOhβ¦.β Renita mengangguk. Kecewa. βMinggu lalu kamu bilang dia cuma pulang dua hari saja, Bram.β
βAda urusan keluarga katanya, Reni. Adik perempuannya menikah. Oya..kalau kamu mau, aku akan membelikanmu bunga diβ¦.β
βNggak usah,β Reni menggeleng. βTunggu Jojo saja.β
Bram mengangguk. Membuang pandangnya ke halaman rumah sakit lewat jendela. Membiarkan juga galau hatinya terbang , kalau bisa.
βRenita masih di rumah sakit?β tanya Jojo ketika untuk yang kesekian kali Bram membeli bunga di toko bunga Jojo. Bram tidak kaget ketika Jojo menyebut nama Renita dengan begitu akrab. Dia telah banyak bercerita tentang Renita. Dan Jojo pernah berkata,β Saya merasa dekat dengannya.β
βYa,β Bram mengangguk.
βSayaβ¦β Jojo menggeleng. βSaya ingin sekali bisa menjenguknya.β
Bram terperanjat mendengar kata-kata Jojo. Dia seperti mendengar suara Renita beberapa hari yang lalu.
βBramβ¦maukah kau meminta agarβ¦agarβ¦Jojo menjengukku?β
Bram seperti salah dengar. Tapi ketika dia mengangkat kepalanya dan menatap mata Renita, dia bisa melihat kalau Renita tidak sedang bergurau.
Si cantik itu sedang memegang bunga yang tadi dibawa Bram.
βKau ingin bertemu dengannya?β Bram berusaha agar suaranya terdengar riang dan ringan. Gila, dalam keadaan beginipun dia masih cemburu bila Renita membicarakan pria lain.
βAku hanya ingin berterima kasih padanya,β Renita tersenyum kecil, βdia telah memberikan semangat pada diriku. Pada kehidupanku, di saat aku sendiri tidak yakin bisa bertahan.β
βJangan berkata begitu!β Bram memeluk Renita. βKau akan sembuh.β Bram meyakinkan. βAku tidak tahu persis apa Jojo punya waktu, tapi aku akan memintanya menjengukmu.β
βApa dia mau?β
βAku akan mencoba memintanya. Aku akan menyeretnya bila dia menolak.β
Renita terkekeh.
Tapi Bram tidak. Dia tidak menyampaikan keinginan itu pada Jojo. Dia tidak tahu bagaimana βmeminta β pada Jojo agar mau menjenguk Renita, tapi dia juga tidak bisa memungkiri hatinya, bahwa dia cemburu.
Aneh memang, Jojo dan Renita tidak pernah saling kenal. Dan keduanya, tanpa dikomando ingin bertemu.
Bram menggelengkan kepalanya.
βSaya tahuβ¦tidak mudah menjenguk pasien yang sedang dalam perawatan khusus,β Jojo tersenyum. βSudahlah, sampaikan saja salam saya. Katakan bahwa saya ingin dia sembuh.β
βSudah kuduga,β Renita tersenyum, kecewa. βDia pasti tidak ingin menjengukku.β
βDia belum sempat saja, Reni. Mungkin kalau dia punya waktu. β
βYa,β Renita mengangguk.
Sejak hari itu Bram tidak pernah mampir ke toko bunga Jojo lagi.
Tidak ada lagi puisi kecil si tukang bunga.
===
Renita tersentak dari lelapnya. Seseorang berdiri di hadapannya. Mengulurkan tangan dan membisikkan kata-kata.
Bangunlah, buka matamu
Lihat keluar jendela
Begitu banyak kupu-kupu di taman
Kejar mereka,
Atau..kamu masih betah berbaring di sana?
Sebuah perahu selesai kurakit
Kutambatkan di pantai indah
Kunanti kau sembuh dari sakit
Agar dapat kita kayuh berdua
Saat hidup begitu singkat
Kau hadir memberi warna dalam hidupku
Seperti kembang yang tersiram air
Kau berikan kesejukan bagi hidupku
===
Bram terpaku melihat toko bunga itu benar-benar tutup. Beberapa hari ini dia memang berbohong pada Renita, mengatakan kalau toko Jojo tutup. Jojo pulang ke Palembang. Memang kampung Jojo di Palembang, tapi Jojo tidak sedang pulang ketika itu. Tokonya juga tidak tutup.
Bram hanya tidak ingin mampir lagi ke sana. Dia tidak ingin Renita tergantung pada puisi-puisi Jojo.
Namun ketika dia melihat kondisi Renita kian parah, Bram memarahi dirinya sendiri. Betapa egoisnya dia. Dia harus menemui Jojo, memintanya βatau malah meluluskan keinginan si tukang bunga itu β untuk bertemu Renita. Kali ini Bram bersumpah, bahwa dia akan menyeret Jojo bila laki-laki itu berpaling hati dan menolak keinginan Renita.
Tapi dia tidak menyangka kalau toko Jojo benar-benar tutup.
βKok tutup, Bang?β tanya Bram pada penjual koran yang biasa mangkal dekat toko bunga Jojo. βJojo kemana?β tanya Bram akrab. Dia juga sudah kenal baik dengan penjual koran ini, karena selalu bertemu tiap kali Bram ke toko Jojo.
βYa, Tuhan!β Tukang koran itu menggamit lengan Bram. βAbang tidak tahu?β
βApa?β
Bram pucat ketika mendengar cerita si tukang koran. Dia menggeleng berulangkali untuk menyangkal cerita itu. βTidak mungkin!β
βItulah kenyataannya, Bang. Empat hari yang lalu kejadiannya. Terjadi begitu cepat. Sebenarnya Bang Jojo mau menyelamatkan Ibu dan anaknya yang akan menyeberang, tapi mobil yang datang dari arah berlawanan tidak bisa dikendalikan. Kepalanya membentur trotoar,β si tukang koran itu menggeleng. Tubuhnya agak menggigil.
βMasih kuingat tatapan matanya ketika dia kuangkat ke pangkuanku. Senyumnya masih terukir waktu itu. Tapiβ¦.β
Bram terus menggeleng. Dia mendengar kecelakanan di persimpangan yang terjadi empat hari yang lalu, tapi dia tidak tahu kalau korbannya adalah Jojo.
βAtas permintaan keluarganya, kami mengirimkan jenazahnya ke Palembang untuk dimakamkan di sana,β jelas si tukang koran. βSudah pergi si baik hati itu, Bang.β
Bram termangu.
Dan dia pergi membawa semua semangat hidupku.
===
Renita menyambut uluran tangan itu. Terasa indah. Ringan. Lepas. Dia tidak ingat apa-apa. Yang terakhir kali dirasakannya adalah, kecupan Bram di dahinya. Elusan tangan mama di pipinya. Lalu mengaburβ¦.
===
Bram menundukkan kepalanya. Gundukan tanah tempat Renita terbaring masih basah. Diangkatnya kepalanya menatap langit yang hitam, berusaha agar airmatanya tidak sampai jatuh lagi. Telah banyak airmatanya tumpah.
Dia berbalik pulang.
Selamat jalan, Renitaku. Sayang aku tidak mampu merangkai kata puitis buatmu. Andai Jojo ada di sini, dia pasti bisa membuatkan kalimat indah buatmu. Tapi keindahan itu adalah dirimu, Renita.
Maafkan aku yang tidak bisa memenuhi keinginan terakhirmu untuk bertemu dengan Jojo. Tapi mungkin di dunia lain, kau bisa bertemu. Betapa indah pertemuan itu. Ah, tidak terlukiskan dengan kalimat seindah dan sepuitis apapun, karena si perangkai kata telah berlalu.
Andaikanβ¦..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Engkau yang Patah Hati
Terima kasih pada engkau yang patah hati pada dunia, karena mengajarkanku tentang semesta yang fana.
Engkau yang patah hati pada dunia, izinkan kuisi relung hatimu dengan nyanyian nestapa cinta
Bagaimanapun, engkau telah membuatku jatuh dengan cara yang indah
Ketika
Yang menyedihkan bukanlah ketika kau tidak punya uang, tapi ketika tidak ada lagi orang yang kau percaya hanya sekadar berbagi cerita.
Semua menjadi saling mencurigai, saling intip. Lebih jauh lagi, saling injak.
Sesungguhnya Allah Taβala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan."Β (HR. Bukhari)
Happy birthday to you

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Menunggu beduk magrib #Ramadankaliini #1440H
Mana yang lebih tidak beruntung, kau yang hidup di antara orang-orang yang kau benci, atau aku yang hidup di antara orang-orang yang membenciku
Sepagi itu Cinta Datang
Dulu kita dipersatukan bukan oleh cinta, tapi nafsu yang datang bergelora. Memporak porandakan semua. Begitu kuat sehingga tidak ada lagi tempat berpegang bagi jiwa yang lemah iman.
Kini mari kita akhiri semua, cinta yang datang terlalu pagi seperti embun yang tak lagi membekas kala mentari tiba.
Pesan buat Exi - 2- Kenangan Cinta (on Wattpad) https://my.w.tt/7599KXQ97U Cinta baru tahu kedalamannya setelah terjadi perpisahan, begitu Kahlil Gibran berkata tentang cinta. Kita tidak benar-benar tahu arti seseorang, sampai seseorang itu tidak lagi ada di sisi kita. Begitulah yang dialami Armadoni yang tiba-tiba merasa hidupnya kosong begitu Ivo perempuan yang sangat dekat dengannya memilih menikah dengan Wisnu. Doni menutuskan untuk menerima penugasan dari kantor untuk pelatihan ke Korea selama tiga bulan. Kepergian yang membuatnya bisa menghindari hari pernikahan Ivo. Sebelum berangkat, Doni menitipkan Exi, seekor kucing betinanya pada Ivo. Dititipi Exi, berarti bukan hanya siap untuk menjaganya, tapi juga siap untuk membacakan pesan-pesan yang dikirim Doni melalui email.
Mereka yang sudah pergi
Mereka yang sudah pergi untuk selamanya, terkadang seperti masih tampak di pelupuk mata
Mungkin karena aku yang tidak ikhlas melepas
Atau justru karena mereka terikat di hati

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Hujanya awet...adem....
Hujan menjelang malam.Dan rembulan pun lelap di peraduan, tinggallah tetes air membasahi permukaan dedaun #rain #hujan (di Perumahan Sisilia Residence)