Tauhid itu, menyerah. lakukan apa yang bisa kamu lakukan. kamu tidak diminta sempurna dalam melakukannya. kamu pun tidak diminta berhasil untuk menyelesaikannya. kamu hanya diminta melakukannya karena Allaah. apapun akhirnya itu bukan ranahmu, sekalipun itu tidak menyenangkan bagimu. sebab hal itu tidak luput dari pengawasan Allaah.
maka, sayang. jangan takut. jangan merasa kecil. bukan urusanmu menentukan apa yang kamu lakukan itu berguna atau tidak. bukan ranahmu menentukan apa yang kamu lakukan itu berhasil atau tidak. sebab itu ranahnya Allaah. kamu tidak boleh ikut campur. nanti kamu kalah. maka, sayang, sekali lagi, tak apa. selesaikan apa yang sudah kamu mulai. lakukan sampai akhir, lakukan dengan terbaik.
Allaah yang menentukan urusanmu berhasil ataupun gagal. Allaah sudah menentukan bagianmu, sekian dan sepersekian. lalu mengapa kamu merasa begitu khawatir. itulah mengapa kamu diminta untuk terus belajar, memperdalam ilmu terutama ilmu Tauhid. karena ketika keyakinanmu mulai goyah, ilmu Tauhid yang kamu pelajari akan memberikanmu pemahaman, bahwa semua ini adalah bagian dari ketetapan Allaah yang sudah ditetapkan.
maka, sayang. jangan menangis lagi ya. ketika kamu merasa begitu khawatir dan takut mintalah pertolongan Allaah dengan berdoa. katakan semuanya, kekhawatiranmu, ketakutanmu yang tidak berujung itu. Allaah akan menolongmu, sebagaimana pertolongan itu hadir ketika Nabi Musa alaihi salam dan kaumnya tersudutkan.
Tauhid itu, menyerah. maka serahkanlah semua khawatir dan ketakutanmu pada tempatnya. Allaah Maha Mendengar. Allaah Maha Tahu. jangan takut, sebab Allaah dekat.















