Pagi ini punya waktu luang untuk scroll media sosial lebih tenang setelah beberapa saat. Kabar dari Rafah membuat hati sedih. Kabar dari negeri sendiri pun juga tidak baik. Ya Allah, berilah keselamatan 🩷
🪼
almost home

Game of Thrones Daily
Cosmic Funnies

ellievsbear

pixel skylines

@theartofmadeline
ojovivo
noise dept.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Noah Kahan
🩵 avery cochrane 🩵
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS
Keni

blake kathryn
Sade Olutola

Origami Around
Fai_Ryy
seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Hungary
seen from Brazil
seen from Portugal
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Argentina

seen from Oman

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@rintikkata
Pagi ini punya waktu luang untuk scroll media sosial lebih tenang setelah beberapa saat. Kabar dari Rafah membuat hati sedih. Kabar dari negeri sendiri pun juga tidak baik. Ya Allah, berilah keselamatan 🩷

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Diamond
I still remember this one friend who inspires me in enjoying life.
One day i asked her about whether she felt like she need to compete (study,thesis,etc). But she just didnt care about that kind of achievement- who finished first. She just had her own timeline and would make it in the end.
On another day, i asked her about her dream. If you think she would answer diplomatically about being specialist, director, etc; you are wrong. She said she wanted to see this one natural wonder. She would really love to and promised herself to make it comes true.
Isn't it beautiful to see people with dreams?
Rather than a house with big garden, she will prefer to live in a studio apartment. She is not complicated. She will only have things that she can take care of.
***
Certain people are really like diamonds. They spark and inspire others just by being themselves; without talking too much.
Doa-doa yang dikabulkan Allah
Hari itu hanya terlintas di benakku harapan agar hujan turun. Aku tidak tahu berapa banyak manusia yang berdoa agar rintik-rintik air dari langit itu turun menyirami kota ini. Sampai Allah mengabulkan mungkin doaku, atau doa entah siapalah: hujan turun.
Di lain waktu, di antara adzan dan iqamah, aku pun mengucap doa. Aku meminta agar perjalanan ku menuju tempat ku bekerja baik-baik saja. Aku meminta kenyamanan kepada-Nya, setelah minggu lalu perjalananku tidak baik. Allah berikan lagi. Allah kabulkan dengan kemungkinan yang tidak aku pikirkan sebelumnya.
Di larut malam, tidak jauh dari waktu subuh, aku minta jawaban dari-Nya. Tentang kebaikan. Ia gerakkan jawaban-Nya ke arahku melalui sebuah pertanyaan.
***
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
-Surat Ghafir, Ayat 60
“The shortest poem is a name.”
Lemons
Grant Snider is so cool🙌

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“oh ok” actually means my heart just got ripped into a million pieces but i won’t tell you because you wouldn’t care how i feel anyway
Kadang kadang ha ha ha
Stop telling yourself that you can’t, and start telling yourself that you will inshāAllāh - this means that you will exhaust your means, and that you will ask for the divine aid of the Almighty.
May Allāh grant you success in all your affairs and endeavours my beautiful brothers and sisters✨
Memilih itu bagaimana?
Aku menumpuk tumpukan piring kaca di atas wadah plastik. Akhirnya selesai juga agenda cuci piring ini. Aku hanya perlu menyusun mereka ke atas rak. Tangan kanan ku memegang satu per satu piring kaca yang akan disusun dan tangan kiri ku memegang wadah plastik. Perlahan rak piring mulai terisi kembali dengan barisan piring yang sudah bersih. Hingga sampai satu piring yang tanganku terlalu licin untuk memegangnya. Tangan kiriku ingin membantu tapi aku tidak mungkin melepaskan tumpukan piring di dalam wadah ini begitu saja. Akan lebih banyak yang pecah. Akhirnya aku merelakan satu piring di tangan kananku itu pecah.
***
Kadang, di beberapa waktu, kita memang tidak cukup beruntung untuk bisa mendapatkan dua atau lebih hal sekaligus. Ada yang harus dilepas agar hal lain tetap digenggam. Apakah itu manfaat yang lebih banyak atau mudarat yang lebih sedikit.
Di lain waktu kita cukup beruntung bisa menyelamatkan dua hal sekaligus. Namun saat situasi semakin mendesak untuk membuat pilihan, kita sebenarnya tahu pilihan apa yang akan kita ambil. Jika harus memilih, kita sebenarnya sudah tahu saja. Piring-piring yang banyak atau hanya satu piring.
Dan mungkin saja ada orang yang akan memilih satu piring. Kita punya situasi kita sendiri-sendiri saat itu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Atuk
I couldnt believe that there would be times that its me who told you to be patient.
Padahal yang suka curhat menye-menye ke datuk ya cucunya ini. Meskipun setelah itu datuk ndak ingat juga karna faktor u. Tapi lega rasanya setelah didengarkan, yang kalau ke orang lain justru bakal bilang, "udah jangan ngeluh".
Satu setengah bulan yang lalu, pulang dinas bilang ke datuk kalau lagi capek.
"Baa kok latiah?"
"Dinas malam tuak"
"Baa kok malam? Pagi se lah"
"Iyo tuak memang gitu jadwalnyo dibagi2"
"Ooo.. saba se awak yo..", kata datuk dengan irama khas yang bikin tenang.
Curhat sama datuk ndak perlu khawatir bakal dicap kayak gimana. Ndak perlu khawatir dibandingkan kalau ada yang lebih capek.
Atuk sabar ya atuk. Atuk kuat, bangga :')
Semoga sakitnya datuk bisa menjadi penggugur dosa beliau, aamiin ya Allah.
😊 -> ekspresi ketika tumblr bisa dibuka kembali
Pengalaman Membaca: How To Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk
Karya Adele Faber dan Elaine Mazlish ini adalah buku parenting pertama yang saya baca meskipun pada kenyataannya saya belum menjadi orang tua. Hehehe.
Dan sebelum muncul pikiran-pikiran aneh, akan ada beberapa hal yang perlu diluruskan untuk mengurangi intensitas komentar-komentar cie sampai dugaan-dugaan tidak berdasar *elah*. Alasan memilih buku? Karena saya suka. Saya tertarik dengan topik yang seperti ini. Dan setelah membaca buku ini, barulah saya bisa menjabarkan beberapa alasannya. Pertama. Isi dari buku ini sebenarnya bisa diterapkan secara luas dalam berbagai situasi kepada manusia dengan berbagai rentang umur. Karena manusia selalu ingin didengarkan. Bukan hanya anak-anak saja tapi orang-orang yang sudah dianggap matang pun juga. Kedua. Buku ini menenangkan. Ada saatnya saya berpikir bahwa this is so me. Bertemu dengan berbagai tokoh yang ada di dalam buku yang bersikap mirip seperti saya membuat saya merasa mereka adalah teman saya. Ketiga. Dari penilaian kasar yang sangat tidak objektif, sebagian besar orang pasti ingin menjadi orang tua. Entahlah apa penyebabnya. Apapun itu yang terbaik adalah berusaha menjadi yang terbaik untuk, jika diizinkan, menjadi amanah kita.
Ngomong-ngomong, ini adalah buku pertama yang sangat ingin saya bagi pengalaman membacanya!
Faber dan Mazlish, penulis buku ini, awalnya hadir dalam sebuah loka karya yang pembicaranya adalah seorang psikolog anak yang akhirnya menginspirasi penulisan buku pertama mereka, Liberated Parents/ Liberated Children. Berbagai tanggapan dan pertanyaan pun mulai mengalir hingga seorang pembaca meminta Faber dan Mazlish untuk membantu memecahkan masalahnya terkait parenting. Dan ini lah hasilnya: sebuah buku yang terdiri atas 345 halaman.
Buku yang berjudul How To Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk ini berbicara sesuai dengan judul buku itu sendiri. Jika saya harus merangkum buku ini dalam satu kalimat yang terdiri atas dua klausa maka jawabannya adalah judul buku itu sendiri. Materi tersebar dalam enam bab secara umum, ditambah bab Putting It All Together yang menghimpun enam bab sebelumnya dan terakhir juga terdapat kata penutup (afterword) yang menyimpan banyak pelajaran berharga.
Setiap bab memiliki pola yang sama: bagian pertama tentang cerita penulis, latihan, ilustrasi kasus, role playing dari sisi anak dan orang tua serta a quick reminder; bagian kedua tentang komentar, pertanyaan, dan cerita dari para orang tua. Yang saya suka dalam pola penulisan buku ini adalah adanya a quick reminder. Sepertinya penulis benar-benar memahami bahwa buku ini adalah buku how-to yang akan dibutuhkan sekalipun pembaca sudah menamatkan buku ini. Jadi cukup membuka satu halaman saja sebagai pengingat.
Accepting children's feeling adalah hal pertama yang saya pelajari dari buku ini. Bahwa perasaan kita bisa ada dalam banyak bentuk. Dan terima saja. Perlakukan ia selayaknya. Ini adalah poin yang luar biasa bagi saya. Bukan hanya karena terdapat di bab pertama, namun karena poin ini menjelaskan dasar dari mendengarkan. Yaitu menerima. Kita tidak bisa mendorong siapapun hanya untuk merasakan perasaan tertentu saja. Maka, biarlah dan dengarkan; terimalah perasaan mereka.
Respon-respon dari anak-anak yang ada dalam buku ini juga sangat membantu saya untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulis. Respon mereka sangat polos, apa adanya, dan terkadang ingin membuat saya tertawa. Dalam satu bab dijelaskan bagaimana seorang ibu menggambarkan kesabarannya dalam ukuran tertentu: sebesar semangka, kacang, dan lain-lain. Si anak kemudian bertanya saat ingin meminta ibunya untuk membacakan cerita sebelum tidur, seberapa besar kah ukuran kesabaran si ibu saat ini? Hahaha. Setiap manusia akan menjadi sangat pengertian jika kita mampu menjelaskan hal-hal yang dapat dimengerti oleh mereka.
Pada bab lain juga dijelaskan agar tidak memberi label kepada anak. Sedih kan kalau kita dinamakan sesuatu atas kesalahan-kesalahan kita? Si nakal, si pemalas, si boros dan hal-hal lainnya. Tanpa sadar jika kita menamai orang lain dengan nama itu, kita telah berkontribusi untuk membangun karakter itu dalam dirinya.
Buku ini juga menghadirkan pilihan untuk bagaimana kita dapat bekerja sama (dengan anak), menghukum (anak) atas kesalahan yg diperbuat, mengajarkannya agar mandiri serta bagaimana memuji yang sekaligus membangun.
This book literally awes me. Every sentence consists of a combination of beautiful words and meanings.
Terakhir, tentu saja kita tidak bisa tiba-tiba menjadi pribadi yang hebat atau, yang menjadi harapan buku ini, orang tua yang hebat setelah membaca buku ini. Perlu latihan untuk membiasakannya. Karena kita pasti sudah memiliki sikap alami dalam merespon terhadap sesuatu kan? Dan mengubahnya butuh usaha. :)
Dan kemudian, apakah ini resensi buku? Entahlah. Mungkin sangat jauh dari kaidah penulisan resensi yang baik dan benar. Apakah ini iklan? Jelas saja bukan. Siapa saya yang membuat Faber dan Mazlish ingin iklan di saya. Hehehe.
Ini hanya pengalaman membaca. Sebut saja begitu :)
Hari ini seseorang menangis di hadapanku. Hanya karena aku bertanya: bagaimana perasaanmu hari ini?
Barangkali sudah lama sekali sejak seseorang bertanya tentang dirinya.
Ani: kecil, bukan berarti tak bernilai
Hai, selamat malam. Ini masih Ani yang sama.
Dahulu ketika umur ku tepat sepertiga umur ku saat ini, orang-orang dewasa di sekitar ku selalu berpikir bahwa aku belum mengerti banyak hal. Kenyataannya adalah cara mereka menentukan pilihan dan memahami sesuatu adalah hal yang paling tidak aku mengerti. Dan meskipun aku juga belum tahu banyak tentang perkalian angka-angka, belum hafal Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, belum mengerti dan bahkan belum pernah mendengar tentang hukum Newton, tapi aku juga bukannya tidak tahu apa-apa. Aku juga bukannya tidak tahu bahwa donat yang besar itu jauh lebih baik daripada donat-donat kecil ini.
Hari Jumat adalah hari favorit ku. Tahu kenapa? Karena aku akan mendengar lonceng sekolah ku lebih cepat dari hari-hari lainnya. Pukul sepuluh. Teng teng teng. Waktunya pulang! Di depan sekolah aku menunggu ibu yang akan menjemput ku. Hanya di hari ini ibu akan menjemput ku pulang sekolah karena jam kerja ibu hari ini juga lebih pendek daripada hari lainnya. Seperti biasa kami akan ke pasar dulu sebelum ke rumah. Ibu akan membeli bahan-bahan untuk dimasak di akhir pekan minggu ini. Biasanya ibu sudah punya catatan tentang apa saja yang akan dibeli sehingga setengah jam saja sudah cukup bagi ibu mendapatkan semua kebutuhan untuk besok. Setengah jam berikutnya adalah waktu ku. Bakso, sate, atau mi ayam. Pilih satu saja. Mungkin minggu ini bakso terlebih dahulu. Setelah selesai menyantap bakso bersama ibu, kami berjalan menyusuri toko-toko kue sembari ke tempat parkir.
Aku berhenti di depan toko donat. “Ibu, aku mau itu..”, aku memohon kepada ibu. Dan di sinilah aku, di dalam toko donat! Aku hendak memilih donat yang besar sebelum ibu berkata sebaiknya aku memilih yang kecil saja. Bukankah lebih besar lebih baik? Aku akan lebih kenyang, kan?
Dan hal-hal seperti ini berlanjut pada beberapa pilihan ku lainnya. Aku masih ingat. Boneka yang lebih besar. Sofa yang lebih panjang. Infaq yang lebih banyak tapi tidak menahan hatiku untuk berbangga. Hal-hal terbaik adalah yang besar, luas, dan banyak.
Hari ini aku berumur dua puluh satu tahun tiga bulan. Tentu saja kali ini bukan donat, atau pun boneka. Kali ini adalah tentang buku. Bukuku hanya berukuran dua belas sentimeter kali tujuh sentimeter. Tapi aku tidak akan rela kehilangan buku ini meskipun lebih kecil daripada buku catatan semester lalu yang lebih besar. Buku ini merekam ide ku dengan baik. Di dalamnya, terdapat nilai yang lebih besar dari ukurannya. Dan, ya, aku memang butuh yang kecil seperti ini saja. Praktis dan bisa selalu aku bawa kemana-mana. Selalu ada karena tidak akan kehabisan baterai seperti aplikasi memo di telepon genggam ku.
Dahulu aku hanya mengenal nilai suatu hal dari besar kecilnya hal tersebut. Yang tidak aku ketahui adalah bahwa nilai terletak pada makna. Makna tidak harus dalam bentuk yang dapat dilihat.
Yang tidak aku pahami adalah bahwa bisa jadi donat itu lebih kecil, namun mungkin itulah yang aku butuhkan ketika tidak begitu lapar. Boneka yang lebih kecil akan menyisakan lebih banyak ruang di meja belajar untuk buku pelajaran. Sofa yang tidak begitu panjang sudah lebih dari cukup untuk membuat ruangan tidak terlihat sesak. Infaq yang sedikit pun akan tetap membantu sesama jika ikhlas dan tidak menyakiti perasaan penerimanya.
Bukankah semuanya memainkan perannya masing-masing? Tak perlu selalu besar. Saat ia ada ketika dibutuhkan, maka ia akan tetap bernilai (besar).
PS: aku (harus) menyukai donat yang kecil agar tidak terlalu banyak timbunan kalori! :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I never see thing as fragile as your promise.
اللهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ وَالمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ وَالمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدآءَ الدِّينِ وَاحْمِ حَوْزَةَ الإسْلامِ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
O Allah! Raise the standing of Islam and the Muslims. O Allah! Raise the standing and the Muslims, and degrade the standing of Kufr and the Kaafireen, and Shirk and the Mushrikeen. Destroy the enemies of the Deen, and protect the lands of Islam, O Lord of the Worlds.