Pe -laja/Rjalan -an
Sudah sekitar 3 pekan kami menanti hari ini. Ya, hari kami berkemas untuk berangkat ke kota Mataram. Sebelumnya kami sudah membicarakan dan membayangkan bagaimana keseruan selama perjalanan. Bahkan kami melakukan simulasi bagaimana tidur didalam Sleeper Bus. Anak sulung bersama Abinya, dan anak bungsu yang masih menyusu bersama Uminya. Saling memeluk anak satu sama lain dibawah selimut kamar. Hahaha, kedua anak kami yang sama-sama tidak senang dipeluk akhirnya pasrah karena keadaan. Benar saja, dinginnya AC Bus membuat kami merapat serapat-rapatnya.
Lewat liburan, kami ingin mengenalkan anak-anak tentang banyak hal baru. Bagaimana macam-macam alat transportasi, kemajuan teknologi, ragam budaya, makanan dan lainnya. Lalu menjelaskan tentang rasa penasarannya juga banyak tanyannya. Bukan nasehat bukan pula teori, beberapa pelajaran hidup terselip dalam momen liburan.
Pelajaran 1 : Mengucapkan izin dan terimakasih
Saat tiba di Hotel, koper dan tas bawaan kami diangkut menggunakan troli besar. Layaknya anak-anak pada umumnya jika melihat benda beroda, si Abang sudah tidak sabar ingin ikut naik diatasnya. Setelah kami meminta izin dan diizinkan, Abang duduk di atas koper sambil berpegangan pada besi di depannya. “ ayo naik odong-odong”. Canda bapak yang mengantarkan barang kami ke kamar. Troli yang dinaiki abang nampak seperti sangkar burung raksasa dengan anak kecil yang kegirangan. Pada momen ini, secara tidak langsung kami mengajarkan etika untuk selalu meminta izin jika ingin menggunakan barang milik orang lain. Tak lupa ucapan terimakasih usai dibantu oleh siapa saja. Kendatipun dirumah sudah diterapkan, semoga sopan itu juga terbawa dimana saja.
Pelajaran 2: Mengucapkan maaf dan Self Service
Paginya, kami sarapan di restaurant hotel. Ruangannya cukup luas, sentuhan ornament Lombok pada lampu dan tempat tisu menambah suasana Lombok yang otentik, tak ketinggalan instrument alat musik tradisional yang mengalun lembut disetiap sudut. Menu sarapan tersedia dengan beragam macam makanan. Mulai dari Epitizer, Min Course, hingga Desert tersedia lengkap baik menu tradional maupun modern. Jiwa ibu-ibu ku tidak terima jika makanan sebanyak ini nantinya akan mubadzir. Maka menyisihkan beberapa roti untuk cemilan siang nanti sepertinya tidak mengapa. Usai makan, piring kotor kutumpuk, beberapa remahan makanan diatas meja kubersihkan. Semua sudah cukup bersih tinggal beberapa butir nasi dibawah baby chair, kutitip pesan kepada mba magang berkucir dua itu “ Mba maaf ya agak kotor, soalnya bawa baby”.
















