Indonesian Translyric - Inclusion
Dengarlah sebuah kisah dituturkan, meski dalam bisik dongeng legenda Oleh nur sang mustika adiratna, babad berpedar dalam senyap
Tujuh warna cahaya dikumpulkan, demi terkabulnya ribuan pinta Tangan manusia gapai mimpinya, roda hikayat pun berputar
Serpih kenangan, rintih nestapa, berhamburan, terus menggema Di bumi gersang, lama menghilang, dalam duka, dan air mata Seruan doa, lantang terdengar, hakikatnya, hilang harapan Sang kesatria, urung putuskan, kan arahkan, kan berdiam
Pedar ratna cempaka terang cah’ya kirana dalam genggamnya Tampak batarayuda cipta api angkara di langit tanpa warna
Alkisah sebuah dongeng dic’ritakan, sebuah kisah tentang kristal anugerah Kartika yang menitik dalam dunia, restu bagi segala angan
Bumi bumantara dan semua insan tenggelam di dalam api penyiksa Cibir dan tawa hina pada duka, darah tumpah hias candrasa
Ingatan tentang, sorak berjaya, kehormatan, ambisi jiwa Kuasa harta, mimpi dan harap, emas perak, hidup dan cita Serpih cahaya, tukarkan sukma, kumpulkanlah, pupuslah asa Keping tersisa, biru dan merah, nitya sampai sempurnanya tujuh kirana
~Tidak ada lagi jalan untuk kembali~
Mustika adiratna jatuh dalam gelita, genggam terlupa Seruan dalam hampa, tak hentinya menggema merasuk dalam sukma
Aah! Semua gagar akan alasan, (mimpi dan hidup yang terlupakan) angan dan keinginan kosong (tanpa akhir dan jawab, takkan terkabul) cahaya terakhir hanyalah kilas kilas sebelum padam (tangan ini) akhirnya tiada selamat di dalam rengkuhnya…
Acapella version
https://soundcloud.com/rankurogane02/ginclusion-indonesian-acapella-version











