Ketika Doa Dijawab dengan Wajah yang Berbeda
Beberapa bulan terakhir, aku sempatkan berdiskusi dengan beberapa teman-temanku . Tentunya, seputar doa-cinta-keinginan-dan pengabulan.
“Bagaimana jika yang datang kepadamu adalah seorang laki-laki yang ngga pernah terpikirkan dan kamu tidak mencintainya. Sedangkan kamu, berada pada posisi sedang mencintai yang lain”
Topik ini akan sering terbincangkan pada usia 20-30 tahun. Usia rentan dalam memilih, dipilih, mempertimbangkan, dan dipertimbangkan.
“Aku akan tetap memilih menunggu seseorang yang aku cintai . Karna membayangkan berumah tangga dengan seseorang yang tidak ku cintai, membuatku merasa berat, untuk bertemu, melihat, dan beribadah dengannya”
“Lalu bagaimana, jika seseorang yang kamu cintai itu tidak memiliki arah yang jelas ? Apakah Kamu akan tetap menunggunya?”
“Iya, aku akan menunggunya, Meski pada arah yang belum jelas . Karna mungkin ketidakjelasan ini berasal pada beban tanggung jawab yang besar. keuangan yang belum stabil, jenjang pendidikan yang belum selesai, tanggungan untuk menafkahi orang tua beserta adik-adiknya, atau pada kisah masa lalu yang belum rampung”
Perempuan dapat menunggu selama apapun, jika ia sudah mencintai seseorangnya. Ungkapan, yang pernah aku dengar, dan aku yakini, dikala itu.
“Bagaimana jika, di pertengahan jalan yang tidak dapat dikatakan mudah ini, kamu dihempaskan olehnya ? Dengan dalih, dia bisa melanjutkan perjalanan ini sendiri untuk naik keatas ?”
Kita terdiam cukup lama .
Tidak saling memandang satu sama lain. Sibuk dengan apa yang ada dikepala. Dan pertanyaan “bagaimana” yang harus menemukan jawabannya.
Melihat Bagaimana aturan Islam sangat melindungi seorang perempuan, menjadikan ku mencoba memahami betapa besar cinta kasih-nya dalam meninggikan nilai kehormatan dan kemuliaan kita.
Seberapa lemahnya kita jika sudah melibatkan perasaan . kehadiran rasa sebelum waktunya akan menjadi bom waktu yang dapat meledakkan kita diwaktu kapan saja.
Kita akan dibuat tidak objektif dalam memandang kedatangan doa. Bukankah, pengabulan doa tidak selalu datang membawa doa yang kita panjatkan, terkadang Ia akan menjelma sebagai bentuk yang akan melindungi kita dari segala hal yang tidak kita butuhkan .
Kosongkan hatimu dari mencintai selain-Nya.
Lepaskan beban menunggu yang belum tentu kamu yang akan menjadi akhirnya.
Terima doa, dengan segala bentuknya.
Allah ngga akan izinkan doa itu sampai kepadamu, selain daripada Allah tau bahwa didalamnya penuh dengan kebaikan, keselamatan, keberkahan, dan juga keridhoan-Nya.
Terima bentuk pengabulanNya dengan rasa paling terbaikmu . Allah mencintaimu lebih dari rasa cinta yang selama ini kamu bayangkan .
— tulisan ini dibuat 1 jam sebelum jaga siang