5 Pemain Non-Eropa yang Dinilai Layak Meraih Ballon d’Or sebelum 1995
Mario Kempes sempat mengantarkan tim nasional Argentina menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1978. Dalam turnamen tersebut, ia tampil sangat impresif dengan membukukan 6 gol untuk negaranya. Berkat catatan tersebut sang pemain sukses memenangi penghargaan top skor.
Ketika pertandingan final melawan Belanda, Kempes menjadi tokoh kunci dengan menciptakan 2 gol sekaligus dalam kemenangan 3-1. Selain itu, pria kelahiran 15 Juli 1954 ini juga sempat meraih trofi Pichichi di kompetisi Spanyol. Jika melihat kehebatannya tersebut, ia seharusnya bisa mendapatkan minimal satu kali penghargaan Ballon d’Or.
Pemain yang memiliki nama lengkap Romario de Souza Faria ini juga dianggap sangat layak untuk memenangi penghargaan Ballon d’Or pada masa kejayaannya. Pemain asal Brasil ini meraih banyak kesuksesan ketika membela PSV Eindhoven dan Barcelona. Bersama dua klub itu, ia total mampu mencetak 167 gol dan 30 assist dari 213 pertandingan.
Di samping itu, Romario juga sempat mengantarkan negaranya menjadi juara di ajang Piala Dunia 1994. Ia pun sukses membukukan 5 gol pada turnamen tersebut. Sayangnya, catatan gol itu hanya bisa mengantarkan dirinya berada di posisi kedua dalam daftar top skor. Romario ketika itu kalah dari Hristo Stoichkov dan Oleg Salenko yang sama-sama mencetak 6 gol.
Garrincha merupakan salah satu legenda Brasil yang memiliki talenta luar biasa. Penyerang yang memiliki nama asli Manuel Francisco dos Santos ini selalu menjadi andalan tim nasional Brasil di lini depan pada masanya. Ia juga sukses membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1962.
Lebih istimewanya lagi, Garrincha menjadi pesepak bola pertama yang mampu memenangi sepatu emas, bola emas, dan gelar Piala Dunia. Dengan prestasi tersebut, tidak mengherankan jika ia dinilai lebih layak meraih penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1962 daripada Josef Masopust yang menjadi pemenang saat itu.
Sebelum era Lionel Messi, tim nasional Argentina juga pernah memiliki penyerang berkualitas dalam diri Diego Maradona. Ia dikenal karena gol “Tangan Tuhan” ke gawang Timnas Inggris pada pertandingan perempat final Piala Dunia 1986. Golnya tersebut tidak hanya mengantarkan negaranya sampai laga final, tapi Argentina juga sukses keluar sebagai juara di akhir turnamen.
Dalam ajang Piala Dunia 1986, Maradona secara total berhasil mengoleksi 5 gol. Karena kontribusi yang besar itu, Maradona dianggap lebih layak memenangi Ballon d’Or 1986 daripada Igor Belanov.
Edson Arantes do Nascimento atau kerap dipanggil Pele adalah pemain sepak bola yang fenomenal pada masanya. Ia memiliki karier yang luar bisa bersama tim nasional Brasil dan Santos. Total 13 gelar juara berhasil diraih oleh Pele dengan klub dan negaranya tersebut.
Hebatnya lagi, Pele mampu mencetak 1000 gol lebih sepanjang kariernya. Sang pemain juga sempat membawa Brasil memenangi tiga kali edisi Piala Dunia pada tahun 1958, 1962, dan 1970. Jika aturan Ballon d’Or sudah berlaku saat itu, tentu koleksi Pele berpotensi lebih banyak daripada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Meski gagal meraih penghargaan Ballon d’Or, mereka tetap dianggap sebagai pesepak bola terbaik sepanjang sejarah karena kontribusinya yang luar biasa, baik bersama klub maupun negaranya masing-masing. PokerPelangi