Ngerjain rapot anak tuh sambil nginget-nginget kembali pencapaian anak-anak pas tema itu. And anak anak itu unik banget ya?
Ada yang pinter disains, dibahasa kurang. Ada yang kurang dibahasa pinter dilogika and math. Ada yang pinter dilogika and math kurang diart. Ada yang kurang diart bagus diemosional.
Yang masih nyepelein kecerdasan emosional mulai besok jan temenin. Justru kalau kecerdasan emosionalnya bagus pemecahan masalahnya juga bagus. Ya iya atuh disadari atau tidak emosi dan suasana hati mempengaruhi kita dalam bersikap, iya kan?
Makanya, kadang kalau ada anak yang terlihat setengah-setengah mengerjakan tugasnya setelah dicoba berulang-ulang kali, dibujuk ini itu, i just 'oh yaudah, suasana hati dia sedang tidak baik-baik saja', Heiii jangan salah suasana hati anak-anak lebih dari sekedar roller coaster gampang naik turun tak terduga. Or 'dia kaya gitu karena ga tertarik aja', Dengan catatan, anak sudah mengerjakan tanggungjawab tugas dia hari ini meskipun hanya sebagian.
Buat saya proses dia belajar, kesabaran dia ketika mengerjakan hal yang menurutnya susah, dan keinginannya untuk mencoba lebih berarti daripada dipaksa untuk belajar tapi sebenarnya dia ga mau, saya juga ga mau sih kalau ada anak yang berpikir, "apaan sih belajar ga enak banget," so yeah kalau kata kepsek sih kita harusnya menciptakan fun learning biar anak-anak seneng belajar.
Pasti seneng kalau liat anak yang suka belajar, as we know dengan belajar anak menjadi pintar, tapi pintar saja tidak cukup ya bila tidak diiringi adab dan akhlak yang mulia. And plissss jangan lupa soal belajar agama ya, pelan-pelan sedikit-sedikit gapapa agar sudah besar terbiasa. Karena kita semua tau hanya doa anak yang soleh yang akan mengalir kepada kita meskipun kita telah tiada.
Pasti mau kan punya anak Soleh? Oh tentu, maka kita harus jadi teladan y. Teladan seperti apakah kita sekarang?
Cms, 11/4/2020
With love,
Saadahahaha















