Nasihat Ramadhan #4: Ketika Allah Mengundang Kita untuk Kembali
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam hati manusia adalah, “Apakah Allah masih akan mengampuni kita?”
Pertanyaan ini biasanya hadir ketika seseorang merasa telah melakukan terlalu banyak kesalahan, ketika dosa terasa begitu berat, masa lalu tampak begitu kelam, atau saat seseorang merasa sudah terlalu jauh dari Allah. Namun, ada pertanyaan lain yang sebenarnya lebih dalam dari itu: "siapa yang membuat hati kita ingin bertaubat?"
Ketika hati seseorang tiba-tiba tergerak untuk kembali kepada Allah, mulai merasa menyesal, atau mulai bertanya tentang pengampunan, maka itu sebenarnya sudah menjadi tanda bahwa Allah sedang mengundangnya kembali. Sebab, keinginan untuk bertaubat tidak muncul begitu saja. Ia adalah panggilan dari Allah, Yang Maha Menerima Taubat.
Pada bagian awal Al-Qur’an, Allah memperkenalkan diri-Nya dengan sangat jelas:
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Allah adalah Rabb seluruh alam semesta. Seluruh makhluk, seluruh dunia, dan seluruh peristiwa berada di bawah kekuasaan-Nya. Dia juga Ar-Rahman Ar-Rahim, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, serta Maliki Yawmid-Din, Penguasa Hari Pembalasan. Ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia bukanlah sesuatu yang acak. Semua yang terjadi berada dalam rencana Allah dan pada akhirnya akan bermuara pada Hari Pengadilan.
Setelah manusia diperkenalkan kepada siapa Allah, Al-Qur’an kemudian menggambarkan bagaimana manusia merespons panggilan tersebut. Dalam Surah Al-Baqarah disebutkan bahwa ada manusia yang beriman, ada yang menolak kebenaran, dan ada pula yang munafik. Setiap orang akan mengalami hubungan yang berbeda dengan Allah sesuai dengan jalan yang mereka pilih. Orang yang mencari petunjuk akan diberi petunjuk, sedangkan orang yang memilih kesesatan akan dibiarkan dalam kesesatannya.
Dalam kisah penciptaan manusia yang dituliskan di Surah Al-Baqarah ayat 32, para malaikat berkata, “Kami tidak memiliki pengetahuan kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Di sini Allah memperkenalkan dua nama-Nya: Al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui) dan Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana).
Sering kali manusia ingin memahami semua hikmah di balik peristiwa yang terjadi. Namun kenyataannya, tidak semua hal dapat dipahami dari sudut pandang kita yang terbatas. Ibarat seekor semut yang berjalan di atas karpet: dari sudut pandangnya, pola karpet itu tampak acak dan membingungkan. Namun, jika dilihat dari atas, ternyata ada desain yang indah di sana. Begitulah kehidupan—apa yang tampak kacau bagi kita bisa jadi sebenarnya adalah bagian dari rencana Allah yang penuh hikmah.
Kisah Nabi Adam juga menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Setelah melakukan kesalahan, Allah justru mengajarkan Adam kata-kata untuk bertaubat dalam QS. Al A'raf: 23, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."
Kemudian Allah menerima taubatnya.
Di sini Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai At-Tawwab Ar-Rahim (Yang Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang). Yang indah dari kisah di atas adalah bahwa Allah bukan hanya menerima taubat, melainkan juga menggerakkan hati manusia untuk bertaubat.
Para ulama mengatakan bahwa taubat seorang hamba berada di antara dua rahmat Allah yaitu ketika Allah mengundang hamba untuk kembali dan ketika hamba itu bertaubat lalu Allah menerima taubatnya.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah membuka pintu taubat siang dan malam bagi hamba-hamba-Nya. Selama seseorang masih hidup, pintu kembali kepada Allah selalu terbuka.
Ramadan adalah kesempatan besar untuk menjawab undangan itu. Bulan ini mengajak kita untuk kembali melakukan introspeksi: di mana kita telah menzalimi diri kita sendiri? Di mana kita belum memberikan usaha terbaik kita?
Maka, jadikan Ramadan ini menjadi momen bagi kita untuk kembali kepada Allah dengan hati yang lebih jujur.
Semoga dengan demikian, Allah bukakan bagi kita pintu ampunan dan rahmat-Nya. Aamiin.
Instagram: 🌷@saliha.ofc 🌻@kamilahub








