Saya suka senja. Tapi senja itu egois, dia memang datang sering kali. Tapi dia pergi dalam waktu singkat tanpa pamit. Seakan mengatakan untuk kita menunggunya lagi.
Tapi aku tahu setidaknya senja akan selalu datang. Walau nanti akan pergi, ia tidak pernah ingkar janji.
Tapi, bukankah percuma datang kalau tak sapa. Percuma singgah kalau tak tinggal. Percuma janji kalau nanti hanya janji lagi.
Tapi tak apa. Akan saya terima bila hanya sesaat. Setidaknya, saya berterima kasih karna senja juga membawa kehangatan. Walau saya tahu nanti berakhir gelap.
Saya cuma takut, nanti saya berjalan sendiri tanpamu di kegelapan. Nanti saya hidup sendiri di tengah redupnya malam. Nanti saya hanya berdua dengan nafas saya yang mencari kamu.
"Namun takkan ada malam sebelum senja. Jadi jangan khawatir, aku tetap bersama malam mengiringi langkahmu. Kau tak sendiri, ada aku."
Senja, 2018












