Rasa yang Berbeda
Hallo di sini Karimah,
Ini cerita yang biasa saja hanya saja cukup membuat saya terkejut dan merasa kesal, Gogos a.k.a lalampa adalah salah satu kue atau jajanan yang sering kita dapati di pasar Banggai. Yang kuketahui bahwa makanan ini selalu memberi rasa menyenangkan dan kenyang dalam perut, sebab asap bara dari arang salah satu ciri khasnya, yang selalu mengugah selera. Jangan lupa, perpaduan rasa anatara asin, gurih, pedas (sedikit) beuh enak sekali.
Hanya saja beberapa hari lalu, saya membeli dengan perasaan tidak sabar untuk mengganjal perut sebelum tarwih, satu gigitan oke masih aman walaupun rasa gurih, asin, pedas tidak saya dapati 100% dalam mulut, lagi mencari kesenangan didalam mulut, mana nih rasa yang kuinginkan? Tidak ada sama sekali, yang ada hanya perpaduan manis dan pedas (sedikit).
Apalah ini plis, aku yang biasanya makan bisa empat atau lebih tiba-tiba harus berhenti hanya karena rasa yang aneh. Tidak-tidak mengapa jika diberi gula unntuk kelengkapan bumbu, tapi plis duh! Jangan sampai rasa manis itu mendominasi hingga asin dan gurihnya hilang, entah ke mana dua rasa itu pergi.
Selesai makan, masuk ke kamar tidak butuh waktu lama, langsung kepikiran. Saya merasa, bahwa rasa Gogos atau Lalampa itu dikhiantai, dilecehkan, dan berakhirlah kesal sendiri. Kayak ya sudahlah, biarkanlah kue Tetu a.k.a Lampu-Lampu a.k. Kapal-Kapal yang manisnya luar biasa memanjkan lidah, tidak perlu mengajak Gogos plis. Ciri khasnya gogos itu memang asin gurih pedas (sedikit), cukup!
Biarkanlah jika pembelinya ingin memberi rasa manis pada Gogos, itu menjadi urusannya dengan menambahkan kecap ABC sambil dicocol atau gula atau apalah.
Oke, sekian btw ini ungkapan pribadi, kalau ada yang berpendapat lain, itβs oky tidak maslah.
Salam Karimah.














