Surah Al-Qamar [54:10]
Cookie Run:Kingdom Official!
EXPECTATIONS
todays bird
Color Me Curious

The Bright Sessions

if i look back, i am lost

shark vs the universe
Claire Keane

@theartofmadeline
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
tumblr dot com
Today's Document
🩵 avery cochrane 🩵
d e v o n
macklin celebrini has autism

Origami Around

Jar Jar Binks Fan Club

titsay

seen from Germany
seen from Ukraine
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Guatemala

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from India

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from T1
seen from Malaysia

seen from South Korea

seen from Colombia
seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from Congo - Brazzaville

seen from Germany
@nadiritma
Surah Al-Qamar [54:10]

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Imam Ibn al-Qayyim said:
"Whoever increases in worries and sadness must recite: Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh."
- Zād al-Maʿād, Vol. 4, p. 183.
Di perjalanan yang tak selalu mudah ini, Allaah masih mengizinkan melangkah bersama orang-orang tersayang. Dia juga menghadirkan orang-orang baik dengan cara yang berbeda; ada yang menjadi teman perjalanan, ada yang menguatkan lewat do'a, dan ada yang hadir melalui uluran tangan. Karena Allaah tidak pernah kehabisan cara untuk menjaga hamba-Nya, bahkan ketika semuanya terasa berat, Dia tidak membiarkan berjuang seorang diri..
~ Terima kasih, semoga selalu ada orang baik di tiap tempat kita berpijak
Imām Ibn Qayyim رحمه الله said:
“Grief weakens the heart, weakens determination, hurts a person's will and nothing is more beloved to Shaytan than a sad believer.”
📚Tareeq ul-Hijratayn 1/418
Ibn al-Qayyim رحمه الله:
“And if Allāh, wants to have mercy on his slave then he puts in his heart compassion and kindness
& if he wants to punish his slave,
he removes from his heart mercy and compassion, replacing it with harshness and hardness.”
[Kitab al-Ruh | Pg. 250]

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The Final Chapter.
Allah punya takdir, dan kita punya doa.
Jadi apa pun yang kita harapkan, jangan hanya simpan dalam hati, jangan hanya tunggu tanpa arah….teruskan meminta dan berdoa.
Sebab ada perkara yang kita tak mampu kejar, tapi mampu kita minta. Ada jalan yang kita tak nampak, tapi Allah sudah tentukan.
Dan kalau bukan milik kita, doa akan tenangkan hati untuk melepaskan. Kalau memang untuk kita, doa akan membuka jalan yang tak disangka.
Di penghujung cerita ini, kita tak perlu menang semuanya, cukup kita dan Allah yang tahu, kita sudah berharap dengan cara yang paling benar.
Ya sayang, Allah punya takdir, tapi kita juga punya doa. Dan doa juga boleh merubah takdir.
Jadi, sebut dalam doa, ulang dalam sujud…Percaya dalam diam. Sebab antara takdir dan doa, ada rahmat yang Allah simpan… untuk mereka yang tidak pernah berhenti berharap.
Ya Allah, jika satu kebaikanku Engkau terima, jadikan itu sebab Engkau ampuni yang lainnya.
Dan jika aku belum pantas untuk Kau muliakan, setidaknya jangan Engkau biarkan aku jauh dari-Mu.
Karena pada akhirnya,
yang aku cari bukan dunia yang sempurna,
tapi Engkau…
yang selalu menerima,
meski aku datang dalam keadaan yang tidak sempurna.
If you truly understood the power of istighfār and the du‘ā’ “Rabbi inni limā anzalta ilayya min khayrin faqeer,” you would be amazed at the doors of success and relief they open.
Doesn’t it comfort you that Allah (swt) is always watching, that if you need help or if you need someone to listen, all you have to do is pray and ask?
Allāh does not forget!!
Ibn al-Qayyim رحمه الله:
“Allāh does not forget the good you do, nor does He forget the good you did to others and the pain you relieved them from. Nor will He forget the eye which was about to cry but you made it laugh.”
[Timeless Seeds of Advice]

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku pernah berdiri di garis paling rapuh dari sebuah kepercayaan, memegang namamu seperti kaca tipis yang berkilau, tapi mudah retak. Di hadapan dunia, aku menjaganya tetap utuh. Aku menutup celah-celah kecil yang bisa membuat orang lain meragukanmu. Aku menyebutmu dengan bangga, bahkan saat ragu mulai berisik di dalam dadaku sendiri.
Kamu tidak pernah tahu betapa sering aku membelamu tanpa kamu minta. Di meja makan keluarga, aku mengubah keraguan menjadi keyakinan. Di antara teman-teman, aku merapikan ceritamu agar terdengar layak diperjuangkan. Aku menyulam citramu dengan kata-kata terbaik, berharap suatu hari kamu akan tumbuh menjadi versi yang aku percayai sejak awal.
Sedikit pun aku tidak pernah memandang ketidaksempurnaan sisi gelap yang pernah menyentuh hidupmu sebagai sesuatu yang layak direndahkan. Di mataku, kamu hadir menjadi sosok yang layak dicintai dengan penuh ketulusan dan pengharapan.
Tapi di matamu, mungkin aku hanya seseorang yang terlalu banyak bertanya. Terlalu ingin tahu. Terlalu ingin masuk ke ruang-ruang yang kamu sebut “pribadi”, seolah cintaku adalah gangguan, bukan rumah.
Padahal yang aku lakukan hanyalah mengetuk, memastikan kamu baik-baik saja di dalam sana, di balik diam yang semakin hari semakin asing. Aku ingin kamu menjadi lebih baik, bukan untuk dunia, melainkan untuk dirimu sendiri, dan untuk masa depan kita.
Namun, niat yang kugenggam erat itu berubah wujud di matamu menjadi tuntutan, menjadi beban, menjadi sesuatu yang ingin kamu hindari. Mungkin benar katamu, aku tidak pantas mengetahui apa-apa. Mungkin bukan aku yang kamu tuju untuk menjalani segalanya.
Dan hebatnya, kamu memilih pergi dengan cara paling sunyi. Tidak ada kata selesai. Tidak ada penjelasan. Hanya jarak yang tiba-tiba menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang tak pernah sempat terucap. Seolah aku adalah satu-satunya yang salah. Seolah semua usahaku hanyalah kesalahan yang terlalu besar untuk dimaafkan.
Aku berdiri di sini sekarang, di antara sisa-sisa pembelaan yang dulu aku bangun untukmu, dan luka yang perlahan belajar menerima bahwa tidak semua perjuangan berakhir dengan dimengerti. Kadang, yang paling menyakitkan bukanlah ditinggalkan, tapi ketika seluruh cinta yang kita berikan dipahami sebagai sesuatu yang mengganggu.
Dan lebih dari semua itu, ketika kamu memilih diam, lalu membiarkanku menanggung seluruh cerita sendirian. Membiarkanku menghapus air mata yang berulang kali gagal kutahan, dengan tanganku sendiri. Tangan yang masih gemetar melepaskanmu pergi menuju bahagiamu, tanpa ada aku lagi.
aku masih sama, hanya saja lebih tenang, aku tidak berubah, aku hanya berhenti menjadi versi yang mengerti segalanya, yang pergi pergilah, yang salah paham silahkan menilai buruk, biarkan itu urusan mereka, aku tidak marah, hanya memilih tenang, karna damai lebih menyelamatkan dari pada sibuk menjelaskan.
Ketenangan itu bernama huznudzon. Dalam kelelahan, pernah aku bertanya pada diri sendiri; “Mengapa hidup terasa begitu berat, padahal aku telah berusaha taat?”
Lalu malam berbisik pelan, “Bukan karena beban hidupmu terlalu besar, melainkan karena hatimu masih menyimpan prasangka kepada Rabbmu”.
Aku kira aku telah berserah, padahal tanpa sadar masih menggenggam kekecewaan. Aku mengira telah ikhlas, namun diam-diam terus mengharapkan takdir yang berbeda.
Padahal, ketenangan tak selalu datang bersama jawaban. Ia hadir ketika hati belajar berprasangka baik kepada Allah, meyakini bahwa Allah tak pernah salah dalam menetapkan apa pun, bahwa setiap luka memiliki tujuan, dan setiap air mata adalah bagian dari proses menguatkan jiwa.
Sejak itu, aku mulai mencari ketenangan bukan pada hasil yang kukejar, melainkan pada keyakinan bahwa apa pun yang Allah berikan hari ini adalah yang terbaik, baik untuk hidup di dunia maupun sebagai bekal menuju akhirat kelak.
Sebab, husnudzan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti iman yang sedang tumbuh dan belajar menjadi dewasa.
Refleksi Diri di Penghujung 5/365.
Dear You🤍
Your soulmate is not someone you find, but someone Allah reveals to you, at the right time, in the right place." Love is not a coincidence, but a divine appointment, written in the pages of Qadr and when Allah writes your love story, every chapter unfolds with precision, every word with purpose.
So don't rush the chapters of your life, for Allah is writing a masterpiece, and your spouse is the missing page. Trust in Allah's timing, for He knows the perfect moment to unite two souls, patience is not waiting, but trusting Allah's plan, even when the wait seems long."
("And among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquility with them." (30:21)
Jodohmu bukanlah seseorang yang kau temukan, melainkan seseorang yang Allah tunjukkan kepadamu, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat. Cinta bukanlah kebetulan, melainkan janji ilahi yang tertulis dalam lembaran Qadr. Ketika Allah menulis kisah cintamu, setiap bab terungkap dengan presisi, setiap kata dengan tujuan.
Jadi, jangan terburu-buru dalam menjalani bab-bab hidupmu, karena Allah sedang menulis sebuah mahakarya, dan pasanganmu adalah halaman yang hilang. Percayalah pada waktu Allah, karena Dia tahu saat yang sempurna untuk menyatukan dua jiwa; kesabaran bukanlah menunggu, tetapi mempercayai rencana Allah, bahkan ketika penantian terasa lama.
"Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah bahwa Dia menciptakan bagi kalian pasangan-pasangan dari kalangan kalian sendiri, agar kalian dapat hidup tenteram bersama mereka." (30:21) @herr-qalb
(Ya Rabb, Anugerahkanlah kepada kami pasangan, serta keturunan-keturunan yang menyejukkan mata dan hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa, Aamiin ya Allah)
Dan kalau kau tanya, “nanti kau tua, siapa nak jaga?”
Sayang, Allah kan ada. Aku tak hidup bersendirian, aku hidup berserah….Hari ini aku jaga diri aku sebaiknya, esok aku serahkan pada Allah yang Maha Mengatur.
Aku tidak menutup pintu takdir, aku cuma tidak memaksa masa depan datang ikut kehendak aku.
Jika Allah izinkan pasangan, aku terima dengan syukur. Jika tidak, aku tetap lengkap. Kerana hidup yang aku pilih ini bukan tentang siapa yang menjaga aku nanti, tetapi tentang bagaimana aku menjaga amanah diri yang Allah pinjamkan hari ini.
Dan selagi langkah aku menuju kepadaNya, selagi niat pengakhiran dalam keadaan diredhaiNya hidup dalam diri aku , maka apa sahaja bentuk hidup ini, aku terima sebagai rahmat, bukan kekurangan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
it's just dunya after all
Salah satu perubahan yang aku notis di diri aku di tahun ini ialah, aku menjadi semakin tenang dalam menghadapi banyak hal, sehingga hari-hariku kini juga berjalan dengan lebih ringan. Kalau aku di tahun-tahun sebelumnya kerap mendramatisir, overthink, dan berlarut-larut dalam berbagai kejadian, sekarang udah lebih kek, "it is what it is, and just let it be" lebih cuek, lebih careless. Akhirnya sekarang lebih cepat move on, dan legowo terhadap apa pun.
Penyebabnya mungkin karena aku sekarang udah capek berusaha mengontrol banyak hal sesuai kemauan—udah lebih kek pasrah dan terserah Allah aja mau membawaku ke mana, toh Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hidupku, makin dewasa makin gak ada energi buat pusingin hal gak penting, dan udah lebih menerima juga bahwa toh it's just dunya after all jadi emang buat apa menyimpan sesuatu yang gak berguna buat akhirat, dan pada akhirnya akan kutinggalin dan terlupakan juga.
Tapi bukan berarti sekarang aku hidup tanpa ambisi dan keinginan sama sekali. Namun lebih ke udah punya mindset, "kalau terjadi dan terwujud alhamdulilah, kalau enggak juga ya nggak papa, kek yaudah sihh." Jadi bermacam bentuk kesibukan yang mengisi hidupku saat ini bukan karena aku lagi ngejar sesuatu dari dunia, dan pengen hidup lama di sini, melainkan itu semua hanya sebagai bentuk memanfaatkan jatah umur yang udah diberikan Allah dengan semaksimal mungkin dan menunggu waktu untuk dipulangkan.
Sekarang fokusku hanya memperbanyak bekal pulang. Terutama melihat keadaan dunia saat ini dan berbagai huru-haranya jadi buat mikir kek, "emang mo ngapain lagi sih hidup lebih panjang?" Soalnya udah capek banget jadi manusya jujur. belum lagi ketika mengingat pertanggungjawaban yang sedang menanti, duh, kek "ya allah ini bisa langsung masuk surga aja gak sih?"
Aku juga udah tau mau menjalani hidup yang seperti apa—hidup yang sangat jauh dari patokan standar hidup sejahtera dan bahagia versi orang kebanyakan. Dan aku sudah oke dengan itu semua. Kalau dulu apa yang orang lain miliki rasanya pengen aku miliki juga, apa yang orang alami pengen aku alami juga, sekarang. "I'm happy for them. It's good for them!" Yah again, setiap pilihan hidup ada risikonya masing-masing dan setiap dari kita hanya perlu memilih jalan mana yang bersedia kita tempuh dan mampu kita terima dan pertanggungjawabkan konsekuensinya. Karena hanya hidup kita berbeda, bukan berarti hidup kita tak lebih berharga daripada hidup orang lain.
Justru jika doamu belum terkabul, itu berarti kamu hidup dalam takdir terbaik-Nya.
Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan ‘kan?