Cillian Murphy Behind The Scenes/Gag Reel of EDGE OF LOVE (2008)

PR's Tumblrdome
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Sade Olutola
ojovivo
Jules of Nature
Game of Thrones Daily
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around
One Nice Bug Per Day
he wasn't even looking at me and he found me
todays bird
Today's Document

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
sheepfilms

⁂
$LAYYYTER

@theartofmadeline
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸
seen from Colombia

seen from Indonesia
seen from Brazil

seen from Chile

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from Canada

seen from United Kingdom
seen from Algeria
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Romania

seen from Türkiye
seen from Tunisia
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
@mylouke
Cillian Murphy Behind The Scenes/Gag Reel of EDGE OF LOVE (2008)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita berdua pernah bermimpi akan masa depan bersama. Bedanya sekarang, kamu sudah terbangun dari mimpi itu sedangkan sampai saat ini aku masih terlelap di dalam mimpi itu.
Andira W.
Bandung, 15 Februari 2019.
Sayang sekali, kini kamu turut serta menjadi bagian dari mimpi-mimpi yang tidak akan pernah terwujud.
You used to be one of my dreams.
Andira Wu
7 Juli 2023
ive never hugged you.
but you look like you give great hugs.
you look like your arms could feel like home.
whenever im sad i want you to hug me.
noone else.
just you.
i only need you.
₍ᐢ..ᐢ₎ 🌷 夢への一歩 !! <3
♥︎% like or reblog if u save . . . ! ^o^)/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
nicki minaj and her cute hand mirrors
(some) unique female vocalists of korea
“I wanna hug you so tight, letting you know that you are loved.”
— k.b. // i love you
Message of the day:
To the person, you were before,
Thank you for surviving,
To the person, you are now,
Thank you for trying
To the person, you will be,
Thank you for growing
You at every stage deserve gratitude, recognition and and the right to be proud of your progress.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Saya merindukan diri saya yang dulu, yang belum pernah bertemu denganmu, yang belum pernah merasakan sakitnya patah hati, yang belum pernah tahu kalau cinta tidak selamanya akan selalu dibalas.”
—
A.W.
28 Mei 2017.
Mengikat Hati
Menjadi keharusan untuk menerima konsekuensi dari setiap pilihan hidup, dan menjadi keharusan meyakinkan hati untuk menghilangkan keraguan. Semua memang tidaklah sempurna, tapi siapmu mengambil pilihan dan menjalaninya akan menjadikannya sempurna. Kamu dan aku
Ketahuilah, memilih dan menerima pilihan adalah cara awal mengikat hati. Bahkan persoalan jarak pun akan luntur dan hilang saat yakinmu datang, percayalah. Ku pastikan pilihanku sudah yakin dan pasti, dan untuk memulainya aku sudah siap, bersamamu. Terima kasih telah menerima pilihan. Mengikat hati.
Tulisan ini khusus aku buatkan untuk sahabat karib yang akan menikah sebentar lagi, menghitung hari dengan jari. Semoga Allah mudahkan dan lancarkan. Teman kamar, teman menghafal, teman murojaah, dan teman seperjuangan. Bahagia untukmu.
@jndmmsyhd
arin icons
(open requests)
180406 music bank // arin

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
[TRANS-INDO] 200323 W Korea Edisi April 2020
Lucky Spring (IU)
Dewasa sejak muda, manusia bertubuh mungil yang memiliki pemikiran yang luas. Duta Gucci, IU, yang aman dalam dunianya sendiri, mulai sekarang bermimpi untuk memperluas dunianya dan membuatnya berbeda. Beruntung dapat melihat saat-saat dimana dia memperluas kapasitas dirinya.
Q1. Kita dapat melihat berbagai macam sisi IU tahun lalu. Mulai dari perilisan Seri Netflix Original <Persona> pada paruh pertama tahun hingga <Hotel Del Luna> pada paruh kedua tahun, kemudian dilanjutkan dengan album <Love poem>, kamu memiliki jadwal yang sangat sibuk. Bagaimana kamu menghabiskan waktumu hari-hari ini? IU: Saat ini aku sedang beristirahat dengan perasaan bahagia dan puas setelah menjalani jadwal yang sangat sibuk tanpa istirahat.
Q2. Belum lama ini dikabarkan bahwa kamu akan bermain bersama dengan aktor Park Seo Joon dalam <Dream>, film terbaru sutradara Lee Byung Hun [bercerita tentang tim sepak bola nasional dadakan yang mencoba mengikuti Homeless World Cup, pertandingan sepak bola tunawisma internasional tahunan] dan kamu adalah seorang produser yang akan membuat film dokumenter tentang mereka. Selain itu, tidak banyak detail tentang film tersebut yang diungkapkan. IU: Aku mengkhawatirkan banyak hal, mungkin karena ini adalah debut pertamaku dalam film komersial. Untungnya selama ini aku menerima banyak naskah dan tawaran yang bagus, entah itu Jian-ie dalam <My Mister> maupun Manwol dalam <Hotel Del Luna>, karakter-karakter yang kuperankan sebagian besar unik dan berkesan. Bagiku, Somin dalam <Dream> lebih menonjol dibanding yang lain karena karakternya sangat manusiawi, tidak memiliki senjata khusus. Somin adalah tipe orang yang kuinginkan ada — setidaknya satu — disekitarku. Aku selalu ingin mencoba memerankan karakter seperti ini.
Q3. Jika kita ingin membuat asumsi tentang sutradara Lee Byung Hun hanya berdasarkan film-film yang dia buat, sepertinya dia adalah orang yang memiliki kecerdasan dan kefasihan yang luar biasa. Percapakan macam apa yang kalian buat saat kalian berdua bertemu? IU: Sutradara Lee adalah tipe orang yang sangat pemalu jika berada disekitar orang-orang yang belum dia kenal, sama sepertiku. Saat pertemuan pertama, kami membuka diri satu sama lain tentang hal ini dan berbincang-bincang tentang hal-hal yang berhubungan dengan film secara singkat sebelum akhirnya berpisah. Tidak ada pertemuan yang lebih baik dari ini bagi seseorang sepertiku, yang justru akan semakin canggung dan tidak alami ketika mencoba mengakrabkan diri dengan orang lain dalam waktu yang singkat (tertawa). Bukan hanya sutradara saja, staf-staf lainnya juga semuanya sangat pemalu. Tapi yang sangat imut adalah ketika pertama kalinya aku menghadiri pertemuan, mereka menggantung fotoku yang berukuran sangat besar dan menghiasnya dengan balon-balon berwarna ungu di kantor. Jadi sulit untuk dipercaya bahwa orang-orang yang membuat event yang imut tersebut ternyata sangat pemalu jika berada disekitar orang-orang yang belum mereka kenal…. Mereka benar-benar tipeku (tertawa).
Q4. Bagaimana perasaanmu menonton IU di layar lebar? Cukup mengesankan bahwa sutradara Lee Kyung Mi, Im Pil Sung, Jeon Go Woon, dan Kim Jong Kwan membuat yang terbaik dari ‘IU’ melalui gaya dan kisah mereka masing-masing dalam <Persona>, Seri Netflix yang dapat ditonton melalui komputer/ laptop. IU: Aku ingin bekerja dengan keempat sutradara ini lagi suatu hari nanti. Aku sangat gembira dapat digunakan sebagai materi utama mereka. Seri ini akan dikenang sebagai karya spesialku untuk waktu yang lama.
Q5. Merasakan sudut pandang dan wawasan berbagai macam sutradara dalam waktu yang sama sungguh merupakan hal yang spesial bagi seorang aktor/ aktris. Pasti ada empat interpretasi dan metode penggunaan ‘IU’, sisi yang seperti apakah yang mereka lihat atau keluarkan dari dirimu? IU: Bagiku hal yang paling menarik adalah keempat sutradara melihatku dengan memproyeksikan diri mereka hingga batas tertentu. <Persona> adalah kumpulan empat film pendek di mana seorang aktris digambarkan menggunakan empat sudut pandang yang berbeda. Berdasarkan struktur, seri tersebut dapat dilihat sebagai proyek yang terpusat pada aktris, tapi aku merasa ini adalah sebuah karya yang lebih dapat menampilkan kepribadian dan warna masing-masing sutradara. Proses memahami apa yang ingin diproyeksikan oleh sutradara melalui diriku adalah proses yang sangat menarik dan mengasyikkan. Kurasa kami memiliki suatu kesamaan, dan hanya mungkin terjadi karena kami dapat memahami satu sama lain.
Q6. Jadi, apakah ‘IU’ mengamati para sutradara yang juga sedang mengamati ‘IU’? Ketika kamu pertama kali menonton versi lengkap <Persona>, apakah ada sisi dari dirimu yang tidak kamu kenal? IU: Aku sungguh merasa asing dengan diriku saat adegan dimana karakter Jieun-ie membuang raketnya dan berteriak “Fxxk You!” setelah terus menerus kalah dalam pertandingan, dan ketika duduk di lapangan dengan lututnya yang terluka kemudian menangis, meminta agar Doona tidak menikahi ayahnya dalam <Love Set> yang disutradarai oleh Lee Kyung Mi. Mungkin karena lelah akibat berlari-lari di lapangan tenis seharian saat musim panas, aku jadi agak kesulitan dalam mengatur ekspresi tubuh dan wajah. Namun aku sama sekali tidak membencinya. Juga ketika menonton adegan dimana aku memberitahu temanku, Hye Bok, bahwa dia imut dalam <Kiss Burn> yang disutradarai oleh Jeon Go Woon, aku berpikir, “Oh, sekarang aku cukup bisa diandalkan, ya?”
Q7. Diantara keempat episode yang dirilis berurutan, aku paling tertarik dengan <Love Set> di mana kamu bertanding tenis melawan Bae Doona. Aku suka bagaimana [film tersebut] diawali dengan seorang wanita dan seorang anak perempuan yang berhadapan satu sama lain untuk memperebutkan seorang laki-laki, berakhir hanya dengan ketegangan yang luar biasa diantara keduanya. Apakah ada sesuatu yang IU lihat dalam Bae Doona? IU: Aku menghargai proses alami dalam menjalin hubungan. Menjadi alami sebenarnya bukan hal yang mudah. Terutama jika aku bertemu dengan seseorang dalam pekerjaan, kita harus melewati hal-hal yang kurang penting dan langsung ke inti pokok permasalahan, jadi ada kalanya dimana [hubungan] terasa seperti bangunan yang lemah yang sedang berada dalam tahap awal pembangunan. Mengakrabkan diri dengan cepat dan mendekati seseorang dengan nyaman adalah kebajikan dan kemampuan yang diperlukan saat bekerja, namun aku sangat canggung dalam hal tersebut. Tetapi kadang-kadang juga ada orang yang berpikir ‘wajar bagi seseorang untuk menjadi tidak alami/ canggung pada saat-saat seperti ini’, kemudian terus berusaha untuk menerima kecanggungan orang lain. Bae Doona sunbaenim adalah tipe orang yang seperti itu.
Q8. Apakah kamu bersyukur dia [Bae Doona] tidak pernah mendesakmu dan kamu dapat menggunakan waktumu sebanyak mungkin? IU: Dia sangat keren sampai-sampai aku jatuh hati padanya. Meskipun ini hanyalah sebuah film pendek, dia adalah seorang rekan yang mana aku harus bertukar banyak emosi dan sejalan dengannya. Dia tidak pernah sekalipun mendesakku dan selalu menungguku. Dia bahkan tidak memperlihatkan kalau dia sedang menunggu, dia akan berlagak pura-pura tidak tahu dan melihat kejauhan dengan tenang saat menunggu jika aku memperhatikannya! Haha. Juga ada berbagai alasan lainnya, namun sejak pertama kali bertemu dengan seseorang, aku dapat mengetahui jika orang itu sangatlah keren.
Q9. Bagaimana sukacita dari menyelesaikan musik dan tampil berbeda dari sukacita dari berakting? IU: Aku merasa bahwa proses pengerjaan sebuah lagu mulai dari studio hingga ruang rekaman cukup mirip dengan proses pengambilan gambar yang berulang-ulang di lokasi syuting. Membuat keputusan berulang kali untuk memberi hasil yang terbaik dalam jangka waktu yang ditentukan agaknya memberikanku tekad yang kuat? Tentu saja ada saatnya dimana aku sering merasa terbeban dengan hal-hal yang menjadi kekuranganku, namun saat-saat seperti itu membuat jantungku berdetak paling cepat dan darah mengalir melalui pembutuh darahku. Sangat berbeda dengan konser. Tidak ada waktu untuk mengambil keputusan-keputusan. Aku hanya mengikuti arus [mengikuti penonton]. Tidak memungkinkan bagiku untuk dapat berdiskusi dengan para penonton tentang keinginan yang kumiliki akan jalannya konser hari itu. Para penonton mengambil inisiatif dalam hal ini. Bagiku, tidak ada yang dapat kulakukan selain menampilkan apa yang telah kupersiapkan tanpa membuat kesalahan. Karena itulah aku hanya mengikuti para penonton kemanapun mereka membawaku dengan perasaan yang bahagia.
Q10. Kamu telah memberikan sebuah analogi dan penjelasan tentang musik dan akting yang belum pernah kudengar sebelumnya. Aku ingin mengintip buku harian atau catatanmu yang berisi pemikiran-pemikiran seperti ini… IU: Aku belum menulis buku harianku selama 4 bulan terakhir. Sepertinya akhir-akhir ini aku merasa agak lesu dan bosan. Karena itulah aku mencoba hal-hal baru dan berhenti menulis buku harian yang biasanya kulakukan setiap hari sejak aku menjadi trainee ketika berusia 15 tahun. Seperti sebuah anomali bagiku. Melepaskan satu per satu peraturan yang kubuat dan kujaga layaknya sebuah kebiasaan. Meski demikian, duniaku tidak benar-benar runtuh [karena hal itu].
Q11. Apakah kamu mengetahui aturan dan metode yang tidak disadari oleh orang lain, yang hanya diketahui olehmu, dan hal tersebut tampaknya mempertahankan cara hidupmu, tidak akan menyebabkan ‘rumah’-mu hancur bahkan ketika kamu melepas salah satu pilarnya? IU: Ada beberapa hal yang kuupayakan dengan keras agar tidak terlupakan. Menulis di buku harian adalah salah satu hal yang kuupayakan. Sekarang aku ingin melupakan hal-hal yang pada akhirnya terlupakan. Kurasa akan baik-baik saja.
Q12. Entah itu dari catatan, buku harian ataupun ucapan, pasti ada kata-kata atau gambaran unik yang sering kamu gunakan. Aku merasa kata-kata yang cenderung kamu gunakan secara tidak sadar mencerminkan nilai-nilai yang penting bagimu. Apakah kamu memiliki kata-kata seperti itu? IU: Berdasarkan tingkat keseringan, kurasa aku paling sering menggunakan ‘아무래도 [bagaimanapun juga/ kelihatannya]’.. Apakah hal itu membuatku menjadi seseorang yang mengutamakan hasil? (tertawa) Aku juga sering menggunakan ‘흥미 [ketertarikan]’ dan ‘매력 [pesona/ daya tarik]’. Kalau dipikir-pikir, yang paling kutakutkan tidak lain dan tidak bukan adalah rasa bosan. Aku lebih memilih merasa lelah atau sedih. ‘책임감 [rasa tanggung jawab]’ adalah suatu kata yang juga sering kugunakan.
Q13. Apa yang kamu lakukan ketika kamu merasa tertekan? Aturan atau pola kecil IU untuk mengatasi perasaan tersebut IU: Aku mencuci piring untuk menghadapi apa yang menekanku. Jika mencuci piring hingga bersih cemerlang tiba-tiba saja menjadi hal yang paling penting maka hal yang awalnya membuatku tertekan menjadi sedikit tidak mengancam. Meskipun ini bukanlah sesuatu yang besar, setelah mencuci piring aku merasakan suatu pencapaian, dan perasaan tertekan yang kurasakan menjadi sedikit hilang.
Q14. Bagaimana ketika kamu merasa tertekan akibat menulis lirik atau mengerjakan sesuatu? Apakah akan terselesaikan dengan berhenti menulis lirik kemudian mencuci piring [dari pertanyaan no.13]? IU: Ada sebuah metode yang dikatakan oleh penulis Kim Eana kepadaku. Dia berkata bahwa jika lirik yang kutulis mulai terasa seperti bukan milikku atau jika mulai terasa sulit, carilah definisi kata tersebut di dalam kamus. Sebagai contoh, diantara sekian banyak arti kata ‘사랑 [cinta]’, ada definisi ‘생각의 옛말 [kata lampau dari ‘niat hati’, berarti niat hati tersebut sekarang tidak ada/ hilang]’ atau ‘애틋하게 그리워하다 [merindukan sesuatu/ seseorang dengan penuh gairah]’. Pemikiran ’apakah cinta pada dasarnya berasal dari ketiadaan?’ ini muncul dalam benakku. Tidak ada lawan kata dari ‘외로움 [kesepian]’ merupakan sesuatu yang kutemukan melalui pendekatan tersebut. Mungkin karena tidak ada hal yang dapat melawan/ mengalahkan kesepian. Aku dapat berkata bahwa mulai dari sekarang, salah satu tema [dalam karya IU] yang akan kupertahankan adalah “menemukan lawan dari kesepian”.
Q15. Memproduksi musik sendiri - seperti apakah proses tersebut dan apa artinya bagimu? IU: Memiliki arti ‘aku adalah pemilik IU’? Haha, tentu saja [memproduksi musik] adalah hal yang paling menyenangkan, paling susah, paling berbarti, dan paling ekonomis yang pernah kulakukan.
Q16. Apakah ada topik yang benar-benar menarik minatmu akhir-akhir ini? IU: ‘Big Size [berukuran besar]’. Sejak masih muda, bagiku musik yang mudah didengar; dan, entah itu buku ataupun film, aku selalu lebih suka yang kecil dan sepele dibandingkan dengan sesuatu dengan narasi yang besar. Namun akhir-akhir ini aku lebih tertarik dengan topik-topik yang lebih besar. Aku ingin membuat “musik yang besar”. Karena itulah aku memikirkan tentang gaya bernyanyi yang lebih dalam dan dengan suara yang lebih rendah. Walaupun beresiko, aku ingin membuat duniaku yang dulunya selalu aman dan kecil, menjadi sedikit lebih luas.
Q17. Ketika IU mendaur-ulang [remake] lagu-lagu Kim Changwan dan Jo Dukbae serta berduet dengan Choi Baekho, kamu mampu membuktikan kemampuanmu dalam menginterpretasikan/ menafsirkan lagu dengan sangat baik. Pernahkah kamu berpikir untuk mencoba suatu genre atau gaya yang tidak pernah terbayangkan untuk dilakukan olehmu? Seperti mencoba trot [genre musik khas Korea Selatan] atau apa. IU: Aku bukan tipe [penyanyi] yang hanya mengkhususkan diri kepada suatu genre musik. Bahkan dengan lagu-lagu terbaruku, masing-masing berbeda dengan caranya sendiri. Mulai sejak pertama kali aku menyukai musik saat masih muda hingga sekarang, aku tidak pernah benar-benar banyak memikirkan konsep genre musik. Trot keren. Baru-baru ini aku menonton <Mister Trot [acara TV]> dan setelah membaca lirik lagu-lagu trot yang kukenal, aku tersadar, ‘wow aku tidak tahu kalau liriknya sedalam ini’, ‘wow jadi trot merupakan musik yang dinyanyikan dengan cara dan ekspresi wajah yang seperti itu meskipun lirik lagunya berbobot’. Ketika kekuatan batinku menjadi lebih kuat, tanpa ditanya lagi, aku ingin mencoba trot. Hip Hop selalu menarik buatku karena luasnya topik yang dapat dibahas dan banyaknya jumlah kata yang dapat kamu gunakan dalam sebuah lagu.
Q18. Setelah terungkap bahwa IU akan menjadi model sampul majalah <W> untuk bulan ini, seorang produser TV yang terkenal berkata bahwa ada sesuatu yang harus kutanyakan kepadamu: Kapankah kamu sendiri mulai mendapatkan firasat bahwa kamu adalah orang yang luar biasa? Adalah suatu kebohongan jika kamu menjawabnya dengan ‘aku tidak merasa bahwa aku adalah orang yang luar biasa’, jadi mereka meminta agar aku menanyakanmu dengan lebih gigih. IU: Hahaha, jika aku harus menjawab dengan jujur dan blak-blakan, aku tidak yakin apakah ini pertama kalinya, tapi mungkin saat itu, ketika aku berusia 6 atau 7 tahun dan aku memenangkan hadiah besar dalam lomba pidato. Tidak seperti sekarang, ketika aku masih muda, setiap kali orang-orang menatapku ketika aku berada dihadapan mereka, aku menjadi bersemangat. Bahkan aku menyukai rasa gugup.
Q19. Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika kamu memikirkan ‘masa remaja dan orang tua’? IU: Berpikir tentang masa lalu, masa remajaku adalah warna abu-abu. Kurasa kata yang tepat untuk menggambarkannya adalah ‘고됐다 [keras, berat, sulit]’. Memikirkan orang tuaku membuatku tersenyum, mereka tampak seperti pasangan yang imut, yang bertolak belakang satu sama lain. Meskipun aku merasa haru ketika berpikir tentang Ibu, berpikir tentang Ayah membuatku tertawa. Jika Ayah dan aku sama-sama terjatuh dalam air maka Ayah akan mencoba untuk berenang terlebih dahulu. Aku bersyukur bahwa ketika aku memikirkan Ayah, bukannya terharu, aku malah tertawa. Jika kami berdua sama-sama jatuh dalam air, tidak apa-apa jika Ayah tidak menyelamatkanku, kuharap Ayah dapat terus menjalani kehidupan sesuai dengan caranya. Ayah seperti hadiah terbesar dalam hidupku.
Q20. Jika IU di masa sekarang diminta untuk memberi nasihat kepada IU remaja masa itu, apa yang akan kamu sampaikan? IU: Dia lebih unnie [dewasa] daripada aku jadi aku tidak berani memberikan nasihat kepadanya. Hanya berkat/ karena dialah aku dapat hidup dalam kehidupan indah yang kumiliki sekarang. Jika aku diminta untuk mengatakan sesuatu, aku hanya akan bertanya kepadanya tentang bagaimana aku harus menjalani hidup mulai dari sekarang.
Q21. Apakah Lee Jieun [nama asli IU] tahu bahwa IU akan bertumbuh menjadi artis yang luar biasa dan patut dipuji? Apakah IU ditakdirkan menjadi IU hari ini? IU: Kurasa pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepadaku hari ini lebih sulit dari yang pernah kuterima sebelumnya. Sulit tapi menarik, dan karena aku ingin menjawabnya dengan jujur, pertanyaan ini membuatku berpikir keras. Hmm… Aku juga tidak tahu kalau aku akan menjalankan [karier] ini selama ini. Kurasa masa sekarang ini jauh lebih menakjubkan dari apa yang pernah kuharapkan atau inginkan saat aku masih muda. Aku sadar bahwa membuat musik yang didengarkan oleh orang-orang adalah sesuatu yang jauh lebih susah dan lebih menakjubkan daripada yang kupikirkan. Haruskah aku [menjawabnya dengan] lebih jujur? Tentu saja bagi seseorang sepertiku untuk dapat menjadi seseorang seperti IU adalah pencapaian yang luar biasa dan membanggakan. Keadaan seperti ini adalah sesuatu yang sangat amat kubanggakan dan kusyukuri. Meski demikian, sejauh ini aku masih belum dapat merasa benar-benar puas dengan karyaku. Jika aku menjawab pertanyaan ‘apakah ini adalah takdir’ dengan sebuah kalimat, jawanbanku adalah ‘hanya setengahnya’, karena meskipun aku telah bertumbuh lebih dari apa yang telah ku impikan, kurasa aku belum menjadi seorang artis yang luar biasa dan patut dipuji. Tetapi kepribadian dan keberuntungan yang tidak dapat dijelaskan inilah yang membuatku dapat menjadi diriku yang sekarang; bukankah sulit bagi seseorang untuk mengatur kepribadian maupun keberuntungan alamiah nya sendiri? Jadi kurasa bisa disebut takdir, haha.
Q22. Orang yang seperti apakah yang membuatmu iri? IU: Aku iri kepada orang-orang yang jauh lebih rajin dan bekerja lebih keras daripada aku. Meskipun demikian, aku merasa tidak berdaya ketika bertemu dengan orang yang tidak mengeluh tentang hidupnya. Membuatku merasa rendah diri dan merasa bahwa aku belum melakukan pencapaian apapun. Dan juga orang-orang yang masuk dalam kategori jenius. Aku iri dengan orang-orang yang mampu menikmati pekerjaan yang nyaris tidak dapat kulakukan walaupun aku berusaha dengan keras. Itulah sebabnya aku iri dengan orang-orang yang hidup dalam kekhawatiran yang jauh berbeda denganku.
Q23. Apakah kekurangan yang dimiliki oleh IU? IU: Sejujurnya, aku seorang yang pemalas. Aku juga tidak memiliki tekad yang kuat [tidak tegas, mudah goyah]. Aku bukanlah tipe orang yang menikmati tantangan, aku tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik atau menikmati sesuatu jika aku tidak dalam keadaan dimana aku merasa aman. Karena itulah aku kagum dan iri kepada orang-orang yang mampu menikmati tantangan.
Q24. Bagi IU yang pemalas dan tidak memiliki tekad yang kuat, keadaan seperti apakah yang dikatakan sebagai ‘bahagia nyaris sempurna’? IU: Saat memakan makanan yang lezat, kemudian dilanjutkan dengan memakan sebatang cokelat tebal sebagai pencuci mulut jika perut masih belum sepenuhnya kenyang.
Q25. Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika kamu bercermin? IU: Dulu aku dengan tegas menyangkalnya, namun akhir-akhir ini aku mulai mengakuinya. “Aku terlihat sama persis dengan adik laki-lakiku”.
Q26. Sebelumnya dalam lirik lagumu [lirik lagu Twenty Three], kamu berkata ‘aku ingin menjadi wanita yang 물기 [memiliki arti ‘lembab’, namun dalam kamus ada definisi lain yaitu 얼다 yang berarti ‘merasa gelisah atau bersemangat dibawah pengaruh suasana atau orang tertentu/ terkejut hingga tidak tenang’]. Semakin bertambahnya usia, aku sadar akan pentingnya menua dengan 물기. Menurut IU, apa yang membuat seseorang 물기 dan tidak 건조 [memiliki arti ‘kering,’, namun ada definisi lain yang berarti ‘membosankan’]? IU: Hal-hal yang membuat jantungmu berdebar dengan sangat kencang. Contohnya, cinta atau ambisi yang muncul dalam hidupmu dari waktu ke waktu? Hahaha! Seperti setrika uap yang panas dan memiliki fungsi pelembaban otomatis.
Q27. Apakah ada sesuatu yang, bahkan bagi seseorang yang sepertimu, pokok/ intisari-nya tidak pernah berubah terlepas dari semua perubahan besar dan kecil yang terjadi? IU: Dalam artian baik, rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab memiliki peran kunci untuk menarik dan menyeret diriku yang pemalas hingga mencapai titik dimana aku ada saat ini.
Korea - Inggris : IUteamstarcandy Korea - Indonesia : All About IU Inggris - Indonesia : All About IU
Twitter : @ allaboutIU Instagram : @ aai.indonesia