[TRANS-INDO] 210324 Wawancara IU bersama Majalah <W Korea> Edisi April 2021
[TRANS-INDO] 210324 Wawancara IU bersama Majalah <W Korea> Edisi April 2021
HELLO GOODBYE (IU)
Sekarang kami akan memperkenalkan IU di masa sekarang, yang dengan tenang mengucapkan selamat tinggal kepada dirinya di masa lalu, dan mencoba untuk dengan gembira menyambut dirinya di masa yang akan datang.
Q. Halo Lee Ji-dong-ssi (Tertawa). Aku menikmati konten YouTube yang menampilkan karakter penggantimu sebagai karyawan baru tingkat pemula, Lee Ji-dong. Kamu cocok [sinkron] dengan pegawai perusahaan yang tampak acuh tak acuh. IU: Aku memang pada dasarnya suka bermain-main dengan sketsa komedi situasional (role-playing/ bermain peran). Semua orang yang bekerja denganku telah mengenal satu sama lain dengan baik karena mereka sudah bersama denganku sejak lama. Sekarang mereka dapat langsung berimprovisasi dan menanggapi permainan bermain peran, bahkan jika aku melakukannya secara tiba-tiba (Tertawa).
Q. Sejak tahun lalu kamu aktif di YouTube. Mulai dari ‘Mish Mash Live’, ‘Homebody Signal’, hingga ‘IU’s Palette’ dimana para artis dapat melakukan bincang-bincang dan saling menyanyikan lagu milik satu sama lain. Tampaknya kamu adalah orang yang sangat rajin/ giat bekerja. IU: Memang ketika ada pekerjaan aku bisa sangat rajin. Diluar pekerjaan tidak banyak yang dapat kulakukan atau fokuskan. Ketika sedang beristirahat aku akan merasa terpuruk, tetapi ketika sedang bekerja pikiranku menjadi jernih dan aku dapat mengatur pemikiranku dengan lebih baik. Konsep ‘Karyawan Baru Tingkat Pemula, Lee Ji-dong’ adalah ide yang muncul di pagi hari ketika kami berencana untuk melakukan syuting konten ASMR, tetapi kami ingin melakukannya dengan cara yang baru dan berbeda. Saat syuting ‘Homebody Signal’ bersama Jukjae, aku menyukai saat-saat yang tidak dibuat-buat, dimana kita hanya menyanyikan lagu-lagu secara dadakan dan bertukar pikiran satu sama lain dengan bebas, karena itulah kami mengembangkan (konten) tersebut menjadi ‘Palette’. Aku menyukainya karena ada semacam pesona dan sinergi tersendiri yang muncul ketika para artis saling menyanyikan lagu milik satu sama lain.
Q. Tanggal 25 Maret kamu akan merilis full-album ke-5-mu setelah 4 tahun lamanya. Apakah kamu ingat wawancara kita hampir setahun yang lalu [wawancara IU dengan majalah W Korea untuk Edisi bulan April 2020]? Saat itu kamu berkata bahwa kamu tertarik dengan ‘[musik] big size [skala besar]’. Berbeda dengan saat kamu masih muda, kamu tertarik dengan cerita berskala besar dan ingin membuat musik berskala besar. IU: Keinginan tersebut akan secara aktif dicerminkan dalam album ini. Maksud dari pesan-pesan dan cakupan luas suara musik [dalam album LILAC] akan beragam dan terdengar berbeda-beda dalam berbagai sisi. Di album kali ini tidak ada satupun lagu yang komposisinya kubuat sendiri. Dari sudut pandang sebagai seorang produser, album IU tidak berarti harus memiliki lagu yang komposisinya dibuat sendiri oleh IU. Hingga sekarang aku telah sering membuat komposisi lagu-lagu yang tenang, yang memuat ceritaku sendiri. Pada akhirnya aku menyimpulkan bahwa jenis lagu [yang biasanya dibuat oleh IU] tersebut tidak selaras dengan gaya album ini, dan akupun memutuskan untuk tidak meng-ikutsertakan [lagu-lagu yang komposisinya dibuat sendiri oleh IU] dalam album ini.
Q. Oh, aku dapat merasa bahwa album ini disempurnakan dengan adanya sudut pandang seorang produser yang obyektif dan berkepala dingin [berpikiran jernih]. IU: Aku ingin membuat orang-orang berpikir demikian ketika mendengarkan album ini, “IU telah merilis album yang sangat gamblang dan tidak berbelit-belit [jelas, tidak ambigu]”. Sebuah album yang akan memuaskan telinga [menyenangkan untuk didengar] orang-orang, tetapi juga memiliki banyak kisah. Sebuah album yang menyenangkan dari awal hingga akhir, dan tidak ada satu lagupun yang dapat mencegahmu untuk mendengarkan [album ini secara keseluruhan]. Aku merasa sepertinya sekarang aku telah mencapai sebuah pengalaman karir dimana aku dapat menentukan apakah lagu ini adalah lagu yang dapat langsung memikat pendengar ketika baru satu kali didengarkan, atau apakah lagu ini adalah lagu yang baru dapat memikat pendengar setelah dua atau tiga kali didengarkan. Aku telah memproduseri album-album - yang meskipun aku mengatahuinya - pada akhirnya aku akan berpikir, ‘Meskipun begitu, aku masih ingin menambahkan lagu ini sebagai lagu b-side [lagu yang bukan title dalam album]’ atau ‘Ini adalah sebuah lagu yang komposisinya kubuat sendiri, lagu yang mengandung esensi keberadaanku, karena itulah aku ingin menambahkannya [dalam album]’; tetapi tidak ada lagu seperti itu dalam album [LILAC].
Q. Jadi dengan kata lain, <LILAC> lebih merupakan sebuah film blockbuster [ilm-film dengan biaya pembuatan tinggi dengan pasar yang lebih luas] yang memiliki daya tarik yang sangat luas, daripada sebuah film indie [film-film yang diproduksi dan didistribusikan oleh studio film independen, dipasarkan dalam rilis terbatas] IU: Memang tampak lebih menyerupai sebuah film komersial besar daripada film indie [berskala] kecil. Ada kalanya dimana aku ingin membuat ‘pertunjukan yang sempurna secara hiburan terlebih dari apapun juga’ saat sedang merencanakan konser besar. Album ini juga dibuat dengan pemikiran yang seperti itu.
Q. Lalu mengapa nama albumnya <LILAC>? Apa maksudnya? IU: Nuansa dan tema album ini lebih pasti daripada sebelumnya, dan tema album ini adalah ‘인사’ [salam, memiliki arti ’halo’ dan ‘selamat tinggal’]. Ini adalah salam perpisahanku untuk usia 20an, berisi rasa syukurku kepada semua orang yang telah menyaksikan usia 20an-ku. Kata kunci dalam LILAC adalah ‘kenangan masa mudaku’ [bunga lilac dalam bahasa bunga berarti ‘kenangan masa muda’]. Seolah-olah dalam salam perpisahan aku mengatakan ‘Sekarang aku akan berpindah ke lembar selanjutnya’ sambil menyambut usia 30an-ku yang baru.
Q. Ada baiknya memantau perjalanan [hidupmu] ketika mendengarkan [lagu-lagu] ‘Seri Usia’. Ketika berusia 23 tahun, kamu berkata merasa seolah kamu adalah ini dan itu, dan meskipun belum dapat memahami diri sendiri, kamu membuka [lagu-lagu seri usia] dengan ‘Twenty Three’ yang agak provokatif. Ketika berusia 25 tahun, kamu menyanyikan ‘Palette’, yaitu tentang bagaimana kamu merasa sudah sedikit lebih memahami dirimu sendiri. Kemudian tahun lalu saat menginjak usia 28 tahun, kamu merilis ‘eight’ dan menanyakan tentang apakah saat ini kamu bahagia. Lalu, bagaimanakah dengan dirimu yang berusia 29 tahun? IU: Sejujurnya, beginilah yang kurasakan - ‘Usia 20an-ku masih saja belum berakhir? Aku tidak percaya masih ada sisa 1 tahun [sebelum menginjak usia 30]!’ - Ketika merenungkan usia 20an-ku, terkadang aku merasa ingin menghabiskan hari-hari terakhir di usia 20an dengan bersantai, kadang aku juga merasa bahwa ‘Aku harus menghabiskan [hari-hari terakhir di usia 20an] dengan hidup lebih semangat dari biasanya’.
Q. ‘Usia 20an-ku masih saja belum berakhir’? Dapatkah kamu menjelaskan lebih lanjut perasaanmu tentang pernyataan itu? IU: Aku debut di usia 16 tahun. Ketika aku berbicara dengan orang-orang yang juga telah memasuki kehidupan sosial sejak usia dini, kami memiliki pemikiran yang sama. Bahwa usia 20an kami terasa lebih panjang/ lama? Kami sudah menjadi bagian dari masyarakat terlepas dari usia kami yang masih muda, karena itulah kami tidak dapat dengan bebas bertindak sesuai dengan usia kami, selain itu titik awal kami mau tidak mau maju menjadi lebih awal beberapa tahun sebelum [waktu]-nya. Ada kalanya orang-orang melihat betapa mudanya [usia]-ku dibandingkan dengan jumlah pengalaman yang kumiliki. Karena itulah setiap berganti tahun bukannya memikirkan ‘Ah, sayang sekali waktu berlalu’, aku justru memikirkan ‘Aku ingin cepat-cepat mencapai usia yang [dianggap masyarakat] pantas/ layak’. Usia dimana aku dapat mendapatkan pengakuan yang pantas/ layak untuk pengalaman karirku maupun usiaku yang sebenarnya.
Q. Ketika kamu melihatnya kembali, bagaimanakah usia 20an-mu? Apakah luar biasa? IU: Menurutku aku bekerja dengan sangat amat giat. [Kerja keras tersebut] memberikan hasil yang baik. Sebelumnya aku juga pernah bekerja dengan giat namun hasilnya tidak begitu bagus, jadi aku tahu bahwa aku sangat beruntung.
Q. Jadi IU menjadi IU yang sekarang berkat keberuntungan dan kemujuran? Apakah kamu sungguh-sungguh berpikir demikian? IU: Fakta bahwa aku dapat bekerja dengan sangat giat adalah sebuah hasil dari karakter/ kepribadian - [Bekerja dengan sangat giat adalah] sebuah karakteristik yang terlahir berkat keberuntungan dan kemujuran. Jadi dapat kusimpulkan bahwa aku diberkati dengan keberuntungan yang baik dan tidak memiliki kesempatan untuk menjadi malas-malasan (Tertawa).
Q. Ini adalah full-album ke-5 mu setelah 4 tahun lamanya sehingga mungkin saja kamu memiliki banyak pertimbangan dan kekhawatiran tentang [album] itu. Apakah ada bagian yang kamu pikirkan berulang-ulang? IU: Karena aku mulai memproduseri [album] ketika aku berusia 23 tahun, tidak dapat dipungkiri jika aku memiliki warna pribadi yang tersendiri. Aku banyak menimbang-nimbang tentang haruskah aku menceritakan kisah salam halo/ selamat tinggal dengan gaya pribadiku yang sudah tidak asing lagi, atau haruskah aku mencoba untuk menunjukkan perbedaan antara awal dan akhir [usia 20an-ku] dengan suara dan nuansa yang benar-benar berbeda. Mengerjakan album ini membutuhkan waktu yang lama dan album ini pun telah melalui berbagai proses perbaikan dan perubahan. [Proses pengerjaan yang lama ini] hampir sebagian besar [terjadi karena] aku tidak bekerja dengan mereka yang biasanya bekerja denganku, namun kali ini aku bekerja dengan banyak orang-orang baru, yang sebelumnya belum pernah bekerja denganku. Bagaimanapun juga - entah proses pengerjaannya panjang maupun tidak - aku merasa untuk dapat menemukan chemistry [keserasian] yang tepat satu sama lain memerlukan waktu.
Q. Salah satu komposer yang berpartisipasi dalam album ini adalah Naul. Benar-benar tidak pernah kuduga akan melihat Naul [yang musiknya] cukup dramatis, dipasangkan dengan IU [yang musiknya] cukup ringan, tapi setelah mendengar karakter album ini, sepertinya sekarang aku mengerti. IU: Aku memintanya untuk [membuat] ‘sebuah lagu yang mengingatkan [pendengar] pada pemandangan visual ketika diperdengarkan’. Seperti memiliki aroma parfum. Aku menggunakan lagu milik Naul sunbaenim apa adanya, sesuai apa yang dia berikan kepadaku, aku tidak merubah apapun.
Q. Ada lirik dalam salah satu lagumu [Twenty Three] yang berbunyi “Aku ingin menjadi seorang wanita yang ‘물기’ [memiliki arti ‘lembab’, namun dalam kamus ada definisi lain yaitu 얼다 yang berarti ‘merasa gelisah atau bersemangat dibawah pengaruh suasana atau orang tertentu/ terkejut hingga tidak tenang’]“. Ketika aku menanyakan “Hal apakah yang membuat IU seorang wanita yang ‘물기’? Dalam wawancara tahun lalu, kamu menjawab ‘cinta atau ambisi yang muncul dalam hidupmu dari waktu ke waktu’. Apakah akhir-akhir ini IU sudah merasakan energi bersemangat yang mulai tumbuh? IU: Aku adalah seseorang yang sering membuat sasaran baru, jadi setiap kali ada sesuatu yang ingin kucapai, aku selalu merasakannya. Setiap kali aku merilis sebuah album, selalu ada sebuah sasaran yang ada dalam pikiranku, karena itulah aku tidak akan pernah merilis sesuatu yang tidak benar-benar membuatku puas. Saat ini sasaran dan ambisiku adalah merilis musik yang tidak hanya memuaskan diriku sendiri, tapi juga musik yang ingin didengar orang lain. Dengan kata lain, aku ingin lagu tersebut memiliki daya tarik umum bagi masyarakat pada umumnya. Aku ingin orang-orang berpikir ‘Aku ingin mendengarkan ini karena lagu ini memang benar-benar bagus’, dan bukannya ‘Kurasa aku akan mendengarnya karena ini IU’.
Q. Apakah ada tindakan seseorang yang membuatmu merasa bahwa dia benar-benar ambisius? Seperti apakah mereka sekarang? IU: Ada, orang itu adalah Ayahku (Tertawa). Kapanpun Ayahku mencapai sesuatu, itu bukanlah akhirnya. Selalu ada saja minat dan keterampilan baru [yang dia miliki]. Selalu ada sesuatu yang baru - entah itu berupa barang yang dia inginkan atau hal yang ingin dia lakukan.
Q. Ah, Ayah IU sepertinya [orang] yang menggemaskan? (Tertawa) IU: Sangat menggemaskan. Aku sangat mencintai Ayahku. Meskipun terkadang aku bersikap keras padanya dan berkata ‘Ayah, tolong merasa puaslah dengan ini], aku juga merasa betapa beruntungnya aku bahwa dia adalah seorang yang seperti itu.
Q. Bukankah dia hanyalah seseorang dengan semangat yang tinggi, bukannya seorang yang sangat berambisi? IU: Benar. Meskipun aku selalu memiliki sasaran baru yang tidak akan pernah berakhir karena darah Ayah mengalir dalamku, aku tidak mendapati kesenangan yang dia miliki ketika melakukan semuanya. Ayahku benar-benar adalah seorang petualang sejati. Jika aku berkata, “Aku akan memberi Ayah banyak uang untuk Ayah habiskan, nah sekarang bisakah Ayah berdiam diri dan menjalani kehidupan yang nyaman dan santai?” Maka dia akan menjawab, “Ini bukan tentang uang. Memiliki hati yang rindu mencapai [sesuatu] berbeda dengan memiliki sasaran uang. Yang kuinginkan ada dalam bentuk sebuah lingkaran, tidak benar jika [kamu] mencoba untuk menjejalkannya ke dalam bentuk bintang”.
Q. Sepertinya [Ayah IU] adalah seorang pengajar/ penasihat yang baik? Ini terdengar seperti percakapan dalam [karya sastra] <The Little Prince>. Apakah ada percakapanmu dengan Ayahmu yang masih kamu ingat? IU: Aku pernah bertanya kepada Ayahku tentang apa yang dia pikirkan saat akan tidur. Bagiku, ada banyak hal yang terlintas di pikiranku sebelum tidur. Jika bukan tentang pekerjaan, maka [yang terlintas di pikiran adalah] penyesalan-penyesalan maupun kekhawatiran yang kumiliki. Ini yang Ayahku pikirkan [sebelum tidur] - “Jika aku diberi 3 permintaan [untuk dikabulkan] secara tiba-tiba, permintaan apakah yang ingin kunyatakan? Kamu tidak pernah tahu kapan seseorang akan secara tiba-tiba memintamu untuk menjawab pertanyaan ini, karena itulah kamu harus memikirkan jawabannya sebelumnya”.
Q. Tadi malam aku melihat sebuah postingan di internet yang berbunyi demikian - “Aku berpikir tentang bagaimanakah aku akan menghabiskan uangku jika aku menang lotere, tapi kemudian aku kehabisan uang”. Menurutku sangat menggemaskan, sehingga aku tertawa terbahak-bahak. IU: Menurutku itu menggemaskan. Kurasa orang-orang yang seperti itu tentu sangat tahu bagaimana menjalani hidup dengan semua yang ditawarkan [kehidupan] padanya.
Q. Aku tidak menduga kamu akan menjawab ‘Ayah’ ketika ditanya tentang ‘ambisi’ (Tertawa). Ketika diperhadapkan dengan cinta yang membuatmu sebagai seorang yang ‘물기’ [memiliki arti ‘lembab’, namun dalam kamus ada definisi lain yaitu 얼다 yang berarti ‘merasa gelisah atau bersemangat dibawah pengaruh suasana atau orang tertentu/ terkejut hingga tidak tenang’], apakah kamu berbeda ketika menerima cinta dan ketika memberi cinta? IU: Kurasa [menerima dan memberi cinta] adalah dua hal yang berbeda. Ketika aku menerima cinta, aku menjadi sangat kikuk dan malu. Bahkan aku merasa malu saat para penggemar sangat baik kepadaku. Tetapi kurasa hal ini perlahan-lahan berubah seiring dengan pertambahan usia, karena jika aku tidak mengungkapkan rasa cintaku sekarang, aku tidak tahu apakah ada kesempatan lain untuk mengungkapkannya. Jika itu adalah cinta yang kumulai, maka aku adalah tipe orang yang akan melakukannya [mengungkapkannya] tanpa mengkhawatirkan segala sesuatunya.
Q. Ketika kamu memberikan cinta, apakah sisi Lee Jieun yang lebih natural muncul? IU: Hatiku tentu merasa lebih nyaman. Memberi itu mudah. Kamu hanya perlu berkata “Terimalah, inilah hatiku” lalu memberikannya. Ketika kamu menjadi penerima, kamu merasa tidak tenang karena kamu mengkhawatirkan tentang bagaimana caranya membalas kebaikan hatinya. Tetapi sekarang aku lebih memahami, bahwa ketika seseorang memberimu cinta, tindakan menerima kebaikan itu dengan baik adalah sebuah cara untuk memberikan cinta [bagi orang yang memberimu cinta].
Q. Apakah ada benda atau barang yang membuatmu terikat? Karena itu pun merupakan salah satu bentuk cinta. IU: Aku tidak memiliki banyak keinginan atau keterikatan pada barang. Itulah sebabnya aku merasa iri dan kagum kepada orang-orang seperti Ayahku, yang memiliki banyak hal yang mereka inginkan, karena darah orang-orang yang memiliki banyak keinginan akan mengalir lebih cepat [menjadi bersemangat] untuk hal-hal yang mereka inginkan. Karena jarang ada sesuatu - entah berupa barang atau orang - yang dapat membangkitkan perasaan keterikatan dalam diriku. Kapanpun sasaran itu muncul, aku akan melangkah menuju sasaran itu dengan rasa percaya diri. Awalnya aku akan menyambut perasaan itu, kemudian tanpa berpikir terlalu panjang pikiran dan tubuhku akan mulai bergerak dan bertindak.
Q. Meskipun album baru yang akan segera kamu rilis menjadi bahan perbincangan hangat yang paling menghebohkan saat ini, kamu juga memiliki berbagai topik percakapan lain yang menjadi perincangan hangat. Film <Shades of The Heart> besutan Sutradara Kim Jong-kwan akan tayang [di bioskop] pada tanggal 31 Maret 2021, kamu mulai syuting film bersama Park Seo-joon dan Sutradara Lee Byung-hun tahun lalu, kemudian aku juga mendengar bahwa kamu akan segera mulai syuting untuk <Broker>, film terbaru sutradara Hirokazu Koreeda. IU: Syuting untuk film sutradara Lee Byung-hun sudah dimulai tapi saat ini masih ada beberapa bagian yang perlu disyuting. Untuk film <Broker>, aku baru bertemu dengan sutradaranya saja, proses pembacaan naskah masih belum dimulai. Mungkin saat majalah <W Korea> edisi ini dirilis kami sudah melakukan proses pembacaan naskah? Sebentar lagi aku akan segera dapat menyapa Song Kang-ho, Bae Doona, dan Kang Dong-won sunbaenim. Aku tidak sabar!
Q. Pada [wawancara dengan] majalah <W Korea> tahun lalu, kami telah bertanya tentang bagaimana pendapatmu tentang Bae Doona, karena itu aku tidak akan menanyakannya lagi. Aku penasaran dengan percakapanmu dengan sutradara [Hirokazu Koreeda]. IU: Kami melakukan video-chat 1 kali dan bertemu langsung secara tatap muka 1 kali. Aku menanyakan beberapa pertanyaan tentang semirip apakah pemikiranku dan pemikiran sutradara tentang karakterku. Aku bertanya tentang makna dibalik detail-detail tertentu dalam naskah film. Aku adalah seorang yang penuh dengan pertanyaan, karena itu aku pasti sudah membuat kesal sutradara dengan semua pertanyaan yang kuajukan, tapi untungnya dia menerima semua pertanyaanku dengan senang hati.
Q. Pertanyaan seperti apa yang kamu tanyakan [kepada Hirokazu Koreeda]? IU: Hmm, pertanyaan yang membutuhkan waktu paling lama bagi sutradara [Hirokazu Koreeda] untuk menjawabnya adalah pertanyaan yang berhubungan dengan sebuah dialog dalam naskah. Aku penasaran apakah [dialog] yang dikatakan oleh karakterku ini benar-benar muncul dari dirinya sendiri ataukah [dialog] itu adalah sesuatu yang ingin dikatakan oleh sutradara melalui bibir karakterku. [Sutradara Hirokazu Koreeda] berkata dengan penuh minat bahwa dia akan memberiku jawaban saat nantinya kami bertemu kembali.
Q. Mengapa kamu penasaran tentang [apakah dialog itu berasal dari karakter yang dia perankan atau dari sutradara]? IU: Itu adalah cuplikan dialog yang membuatku bertanya-tanya. Dari sudut pandang seseorang yang harus memerankan [karakter] itu, aku ingin mengetahui seberapa dalamkah [makna] kata-kata [dalam dialog] berakar dalam karakter itu karena aku harus menentukan apakah [dialog] ini merupakan kata-kata yang dikatakan sambil lalu tanpa banyak pemikiran atukah merupakan kata-kata yang diungkapkan oleh karakter itu sambil menatap lawan bicaranya dengan saksama.
Q. Kamu juga adalah seorang artis, jadi pasti sudah pasti tahu. Dalam tingkatan yang berbeda-beda, dalam setiap produk sampingan ungkapan seni yang diciptakan seseorang pasti mengandung proyeksi diri [pencipta] di dalamnya. Tapi tentu saja, karena IU adalah soerang penyanyi yang menyanyikan lagu-lagunya sendiri, dia tidak harus mengatakan sesuatu dengan berbelit-belit, sehingga dia mengungkapkan kata-katanya dalam sudut pandang orang pertama; contohnya dalam lagu ‘Palette’ [featuring G-DRAGON], kamu mengungkapkan bahwa kamu menyukai hal-hal yang agak ketinggalan jaman. IU: Bagaimanapun juga, kriteria ‘ketinggalan jaman’ ini tergantung pada pendapat orang lain. Ini adalah kata-kata yang cukup sering kudengar dari orang lain, yaitu, “Kamu sungguh berpikir jika itu cantik? Itu sudah ketinggalan jaman”. Ketika dihadapkan dengan kata-kata itu, alih-alih mengatakan ‘aku tidak aneh atau eksentrik’ atau mengatakan ‘aku sebenarnya tidak merasa hal itu ketinggalan jaman’, pada akhirnya aku mengatakan “Oke, kamu benar. Aku suka hal-hal yang agak ketinggalan jaman, aku suka hal-hal agak kolot/ konservatif, aku suka hal-hal yang kekanakan. Di mataku itu cantik.”
Q. Tampaknya keinginan yang kamu miliki - supaya album ini dapat memenuhi standar orang lain - jauh lebih besar dari sebelumnya. Pernahkah kamu membayangkan seperti apa jadinya ketika kamu berhasil memenuhi harapan semua orang dan juga ketika tidak berhasil memenuhi harapan? IU: Sepertinya aku membayangkan hal itu setiap harinya sejak debut (Tertawa). Tapi kegembiraan karena sesuatu yang kubayangkan menjadi kenyataan tidaklah sebesar yang kamu bayangkan. Berada dalam saat yang indah bukan berarti bahwa pada akhirnya kamu akan menjadi lebih bahagia. Pada akhirnya inilah yang dapat kusimpulkan, ‘Ini tidak dikerjakan olehmu seorang, Tidak ada yang perlu dirayakan [oleh diri sendiri]’. Aku cenderung ingin menyendiri saat albumku dirilis. Aku akan melihat reaksi awal [orang-orang terhadap albumnya], setelah itu aku tidak akan begitu banyak melihat ponselku. Aku telah memutuskan untuk berlatih memfokuskan diri kepada apa langkah/ hal selanjutnya di saat [album] telah dirilis ke dunia.
Q. Kamu tidak tahu bagaimana menjadi seseorang yang menerima cinta, kamu juga tidak mampu menikmati sesuatu, apakah [kedua] karakteristik unik itu berhubungan satu sama lain? IU: Ya. Karena itu untuk mengubah cara pandangku, aku mencoba untuk sangat menikmati proses pembuatan album. Sudah terlambat untuk merasakan kegembiraan dari hasil setelah menyelesaikan [pembuatan] album, dan aku merasa ada suatu keharusan untuk menikmati semua kesenangan dalam proses pembuatan [album]. Itulah sebabnya aku mencoba untuk melakukan segala sesuatunya dengan caraku.
Q. Jadi kesimpulannya, apakah ini merupakan jalan keluar yang paling bijaksana yang kamu buat untuk melindungi dirimu yang kecewa jika [hal-hal terjadi] tidak sesuai harapan? IU: Sejujurnya, tidak banyak pengalaman dimana [hal-hal berjalan] melenceng jauh dari harapan yang kubuat. Karena itulah aku berkata bahwa aku adalah orang yang sangat beruntung. Aku selalu mempersiapkan hatiku untuk itu [kalau-kalau hal-hal tidak berjalan sesuai harapan]. Rasa takut yang kumiliki juga bertumbuh.
Q. Berarti saat ini pun kamu sedang bersiap-siap. Berarti IU yang kutemui sekarang ini sedang mempersiapkan mental untuk hal besar selanjutnya. IU: Aku bukanlah seseorang yang kemudian merasa bersemangat dan bertindak gegabah ketika [hal-hal] berjalan dengan baik. Karenanya saat [hal-hal] tidak berjalan dengan baik, aku akan berkata pada diriku bahwa aku juga harus menjadi seorang yang merasa, ‘Tidak apa-apa, hal seperti ini terjadi’ kemudian melupakannya. Masuk akal, bukan? Jika aku bukanlah tipe orang yang tergila-gila dengan kebahagiaan, maka ketika sesuatu yang mengecewakan terjadi, aku tidak akan merasa begitu terpukul/ kecewa. Jika aku menganggap bahwa kesuksesan [terjadi] bukan hanya karena kemampuanku sendiri melainkan juga karena keberuntungan, maka aku pun tidak akan merasa bahwa ini atau itu tidak adil. Aku bukanlah tipe orang yang mengalami masa-masa sulit bahkan jika hal-hal yang tidak mengenakkan terjadi.
Q. Mari kita menjelajah waktu hingga akhir 2021. Setelah saat-saat yang menegangkan ini berakhir dan hasil dari kegiatan promosi [album]-mu sudah mendekati akhir. Dalam saat-saat terakhirmu di usia yang ke-29 tahun, didepan pintu masuk usia 30an yang terhormat, kamu berharap untuk memiliki keadaan pikiran yang seperti apa? IU: Sejak masih muda aku memiliki romansa/ imajinasi tentang usia ‘tiga puluhan’. Karena usia ‘dua puluhan’ sangat dekat [dengan usianya di masa muda saat itu], aku tidak berpikir kalau aku akan berevolusi seperti Pokemon; tapi karena usia ‘tiga puluhan’ berada sedikit jauh kedepan, samar-samar aku membayangkan diriku menjadi seseorang yang keren. Sama seperti di saat-saat akhir ujian, kuharap aku dapat [berteriak] ‘Uwaahhh!’ (Tertawa) Aku dapat menghitung dengan jari berapa kali dalam hidup ini aku merasa sangat bahagia sampai-sampai aku berteriak. Aku bahkan bisa menghitungnya sekarang. Mungkin 3 kali?
Q. Kamu berkata tentang kebahagiaan murni yang tidak dapat dihalangi oleh apapun juga, seperti kebebasan seseorang yang telah menyelamatkan sebuah negara, benar bukan? Apa saja 3 momen itu? IU: Pengalaman pertamaku adalah setelah ujian semester masa-masa SMP, aku belajar dengan sangat giat hingga hari [terakhir ujian]. Setelah ujian selesai, aku [berteriak] ‘Uwah! Aku bisa pergi ke Lotte World [taman hiburan] sekarang!’ Jadi itulah rasanya kebebasan. Aku ingat bahwa saat itu aku heboh. Kali kedua adalah ketika g.o.d datang ke konserku sebagai bintang tamu [konser ‘dlwlrma’ tahun 2018 di Seoul]. [g.o.d] adalah orang-orang yang mengubahku menjadi seorang penggemar setia untuk pertama kalinya dalam hidupku. Terakhir kali adalah ketika aku selesai menulis lirik untuk albumku yang akan [dirilis]. Aku melemparkan ponselku ke sofa dan berteriak, “Selesai!” Tidak peduli seberapa empuk sofa tersebut, aku bukanlah seseorang yang bertindak kasar seperti ini (Tertawa). Aku menanti-nantikan untuk dapat mengalami kebebasan mengakhiri usia 20an-ku.
Q. Untuk lagu pre-relase ‘Celebrity’ yang dirilis bulan Januari yang juga akan ada di album [yang akan dirilis], kamu berkata bahwa kamu menulis liriknya berdasarkan bagaimana seorang teman dekatmu diperlakukan sebagai seorang yang aneh. [Lagu tersebut menunjukkan] bahwa kamu bukan seorang yang ‘aneh’, melainkan seorang layaknya ‘bintang’. Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sendiri cukup keren? IU: Sebenarnya ketika mempersiapkan album ini aku merasa bahwa aku cukup keren. Ah, seenarnya kata-kata seperti ini tidak biasanya keluar dari mulutku, dan aku jarang merasa keren. Bisa jadi hal ini berubah seiring dengan bertambahnya usiaku. Ketika aku mengerjakan album ini, ada banyak hal yang harus diselesaikan. Ada hal-hal yang kucoba untuk pertama kalinya, juga kolaborasi-kolaborasi baru, dan semua lagu dalam album ini memiliki genre musik yang berbeda. Meskipun memiliki genre yang berbeda, ada semacam suara generator yang menjalankannya, atau sebuah kata kunci [untuk album ini]. Daripada memintaku untuk menjelaskan, kurasa orang-orang yang mendengarkan album ini akan dapat merasakannya. Ini adalah proyek besar karena itulah aku merasakan luapan emosi. Kupikir aku tidak akan dapat menyelesaikannya tetapi pada akhirnya aku dapat menyelesaikan sesuatu yang membuatku puas, membuatku berpikir ‘Aku cukup keren tuh”.
Sumber: website majalah <W Korea> Korea-Inggris: IUteamstarcandy Inggris-Indonesia: All About IU











