Dan akhirnya semua rasa yang ku pendam rasanya percuma, karena setidaknya sekali lagi ku teringat. Kurang adalah lebih, tepatnya dibalik kita merasa kurang disitu ternyata ada kelebihan yang tak kita syukuri sehingga rasanya yang ada bahkan yang terlihat hanya kurangnya saja. Tanpa tahu, di kekurangan itu begitu banyak orang yang menginginkan hal tersebut. Sama seperti kamu yang selalu tidur membelakangi ku dengan pundak mu. Ya... yang ku lihat setiap malam jika terbangun adalah pundak mu. Adakah kau tahu, setiap kali ku menangis bila melihat mu hanya sebatas pundak, adakah kau rasa setiap membelakangi ku ketika tidur rasanya hati ini pilu dan sepi. Ketika kita bersama namun rasanya aku hanya seorang diri. RIndu rasanya pelukan tulus dari mu. Saat tidur kita bergandengan tangan, namun saat saat ini rasanya semua itu memudar. Tak apa, karena kembali lagi ku teringat lebih baik ku bersyukur, karena setidaknya untuk saat-saat ini kamu masih ada dengan ku. Karena dulu bukan hanya pundakmu namun dirimu saja tak ada bersama ku di malam-malam itu.