PART 2
Tahun demi tahun berlalu, aku sudah lama tidak pergi ke dokter gigi karena memang aku belum merasakan keluhan yang parah. Sampai pada titik dimana aku mulai merasa tidak nyaman dengan semacam benjolan di gusiku kemudian aku memutuskan untuk pergi ke dokter gigi. Dokter yang sama yang dulu pernah menanganiku. Aku rasa dia sudah lupa dengan diriku, karena aku tak sepenting itu. Sebaliknya aku tak melupakan beliau, karena beliau pernah menyampaikan kata yang membuatku percaya diri.
Tiba saatnya giliranku untuk masuk ke ruangan. Dokter bersama perawat gigi itu sudah siap dengan peralatannya dan memakai APD. Aku pun dipersilahkan bersandar untuk diperiksa. Singkat cerita akhirnya dokter memotong benjolan itu, katanya semacam kista gigi atau bisa juga benjolan yang berisi nanah. Setelahnya mulutku terasa lebih nyaman karena tidak ada benjolan yang mengganggu. Terima kasih dokter.
Seperti pada umumnya, aku diberikan resep obat, lalu menebusnya di apotek. Untunglah semua berjalan lancar, aku tak merasakan sakit sedikit pun saat ditindak. Dan bahkan anestesi yang diberikan dokter pun tak menyakitkan, tidak disuntik tetapi dioles semacam cream berwarna merah muda ke daerah benjolan di gusi.
Malamnya setelah aku sampai ke tempat tinggalku, aku meminum obat resep itu. Senang sekali bisa tidur nyenyak karena gigiku yang sedikit berlubang juga sudah tidak nyut-nyutan. Sebelumnya selain benjolan di gusi, gigiku sedikit merasa nyut-nyutan yang membuat kepala pusing sampai tidak bisa tidur sekitar dua hari.
Esoknya, ada semacam gumpalan yang muncul menyelimuti area gigi yang berlubang. Perkembangannya cepat membuat aku panik. Aku khawatir. Akhirnya aku putuskan mengirim pesan WhatsApp ke admin dokter gigi. Admin pun mengirimkan kontak WhatsApp dokter. Segera aku berkonsultasi via chat dengan dokter gigiku. Aku mengirim foto gumpalan di gigi itu dan dengan respon cepat dokter menjawab bahwa itu tidak berbahaya hanyalah gumpalan darah atau istilah medisnya liver clot. Aku pun merasa tenang. Dokter memberi tahu cara mengambilnya dengan benar, bahkan dokter tidak keberatan jika aku memerlukan bantuannya lagi. Terima kasih dok, semoga dokter sehat jasmani dan rohani, aku mendokan yang terbaik.












