Auggie is A Wonder
Wonder. Itโs amazing movie for 2017.
Sayangnya aku baru nonton di 2018 ini, Itu pun karna liat ratingnya 8,1/10, dan ada temen sesama penggemar film yang rekomen film ini.
Dan jadilah Sabtu pagi ini aku duduk manis di meja makan dengan berbekal handphone di tangan dan wifi rumah. Ya, inilah menu sarapnku pagi ini.
Cerita diawali dari perkenalan seorang anak umur 10 tahun bernama August Pullman atau biasa disapa Auggie. Anak yang memiliki cacat di wajahnya sejak lahir ini hingga umurnya 10 tahun sudah melalui 27 operasi. Sebentar lagi Auggie akan masuk SMP, orangtuanya yang sangat sabar dan perhatian punya rencana untuk memasukkan Auggie ke sekolah umum, dimana Auggie bisa berinteraksi dengan anak-anak sebayanya. Sebelumnya Auggie hanya home schooling bersama Ibunya. Di sini lah kehidupan baru Auggie dimulai, Auggie harus membuang jauh-jauh rasa mindernya, Auggie harus bertahan di setiap celaan teman-temannya. Dan segala kehidupan Auggie berubah di sini.
Film yang memiliki sudut pandang dari beberapa tokohnya ini sangat menarik. Drama keluarga yang sangat menyentuh hati, membangun rasa kesabaran yang tinggi , dan cerminan keluarga penuh konflik tapi mereka tetap harmonis. Film ini sangat menguras emosi sampai aku bertanya-tanya kenapa harus ada air mata berderai-derai nggak berhenti di menit-menit terakhir film ini, dan inilah yang disebut klimaks. Yaiyalah, siapa sih yang meragukan akting Julia Roberts, Owen Wilson, dan Jacob Trembley. Jacob Trembley sebelumnya pernah main di film Room (2015). Bocah ini emang edan. Wajah innocent nya patut dibanggakan. kana mudah dikasihani dan aktingnya pun memukau. Ternyata film ini pun mengajarkan kita bahwa banyak hal yang membuat kita bisa berubah.ย
Nggak heran film ini punya rating yang tinggi. Good Job, Stephen Chbosky!














