It’s hard to see the good things coming when you’re in the middle of tough and uncertain times. Just know that they’re up ahead if you keep going! ☀️
Chibird store | Positive pin club | Instagram
Fai_Ryy

Origami Around

Kiana Khansmith
EXPECTATIONS

Discoholic 🪩

Product Placement
cherry valley forever
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
The Bowery Presents

❣ Chile in a Photography ❣

JVL
YOU ARE THE REASON
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
ojovivo
he wasn't even looking at me and he found me
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from Vietnam
seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Australia
seen from France
seen from Germany
seen from Spain

seen from Türkiye

seen from Austria
seen from Poland
seen from Vietnam
seen from Saudi Arabia
seen from Türkiye

seen from South Korea
seen from Bangladesh

seen from Poland

seen from Australia
@lelelovelilsun
It’s hard to see the good things coming when you’re in the middle of tough and uncertain times. Just know that they’re up ahead if you keep going! ☀️
Chibird store | Positive pin club | Instagram

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Besar Karena Nama Institusi atau Karya?
Sejak SMP hingga kuliah S1, aku berada di institusi dengan kualitas baik. Mudahnya, kalau aku sebut nama sekolahnya, orang pasti tahu dan kagum deh. Bagian dari diriku tidak merasakan kekhawatiran untuk dianggap rendah karena kualitas diriku seolah sudah terjamin oleh nama institusi tempatku terafiliasi tersebut.
Begitu mulai bekerja, aku memilih jalur yang idealis. Begitu banyak kekhawatiran tentang mencari rezeki yang halal di jalur IT hingga Allah mempertemukanku dengan kantorku saat ini, Alhamdulillah. Namun memang, namanya belum sebesar itu hingga kalau kusebut namanya pun, kebanyakan tak akan paham perusahaan jenis apa tempatku bekerja ini.
Tanpa aku sadari, ada bagian dari diriku yang merasa sedikit rendah diri karena tidak merasa dikenal dan diakui. Padahal, kalau jujur, aku sangat bangga dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan dan posisi yang sangat langka untuk bergabung ke perusahaan seberprinsip kantorku ini.
Tapi, memang situasi setelah lulus dan terjun ke dunia nyata tidak seindah masa sekolah. Selama menjadi pelajar dan mahasiswa, aku dikelilingi teman-teman yang memiliki semangat tinggi untuk belajar. Karena ranking institusinya tinggi, tidak susah untuk bertemu dan bergaul dengan mereka yang otaknya cerdas dan cemerlang. Topik diskusi ilmiah yang seru mengalir begitu saja dan rasanya berbobot. Aku yang biasa-biasa saja ini, jadi ikut ter-upgrade skill-nya karena berkumpul dengan mereka.
Namun di dunia kerja, tidak semua punya level dedikasi dan kompetensi yang sama. Masing-masing telah menjadi orang dewasa yang sudah berkeluarga dengan prioritas dan kepentingannya sendiri dalam bekerja. Tidak ada yang salah dan benar, semua adalah tentang nilai yang dianggap penting bagi setiap insan.
Sedihnya, aku mulai merasa asing. Aku yang excited dengan keilmuan mulai merasa tidak begitu banyak yang menganggap ketertarikanku ini juga menarik. Sebagai perempuan, aku merasa apa yang aku anggap keren berbeda dari kebanyakan perempuan seumuranku. Aku merasa, aku aneh dan berbeda. Bukan lantas aku tidak bisa mingle, hanya saja... terkadang aku merasa apa yang ku anggap penting berbeda. Tidak ada yang salah, aku pun paham. Ini hanya tentang... perbedaan tiap manusia yang memang Allah ciptakan agar bervariasi.
Hah, ternyata aku sama aja kayak eyang ya wkwk. Dulu aku begitu sebal kalau eyang bilang soal dia yang susah nyambung kalo ngobrol sama tetangga, ternyata begini rasanya. Tapi tolong take a note ya, aku cuma ngerasa kurang nyambung, bukan berarti lantas merasa diriku eksklusif ya! Aku cuma merasa hal yang penting buat diomongin kadang berbeda aja. Kadang...justru ngerasa lebih nyambung sama karyawan yang laki-laki. Tapi, keanehan ini pun sudah aku sadari sejak SMA. Jadi, bukan yang tiba-tiba juga.
Lalu harus gimana? Kompromi dan adaptasi.
Aku ingin menjaga ketenangan batin dengan mencari rezeki dari tempat yang aku percaya terjaga prinsipnya. Konsekuensinya, kalau ada hal-hal yang ga suka tapi harus dikerjain, ya diterima aja. Kalau ada influence untuk bisa intervensi, ya bisa dicoba untuk mengubah. Kalau ngerasa ga divalidasi orang karena tempat kerjanya ga terkenal, ya usahain biar karyanya yang ber-impact luas. Apakah artist lukisan yang terkenal itu menjadi besar namanya karena afiliasi institusi? Ga juga kan? Melainkan karena value dirinya sendiri dari karya yang dia buat.
Saat kemarin bisa summer school sepekan, aku menyadari bahwa yang aku harap-harapkan dari besarnya keinginan untuk sekolah lagi ternyata adalah dikelilingi orang-orang ambisius—dalam makna positif. Mereka yang bersemangat tinggi untuk belajar dan berkarya yang berdampak, mereka yang jago banyak bahasa, mereka yang berwawasan luas, mereka yang strive for excellence. Rasanya otak dan jiwaku tersirami dan bersemi kembali setelah sekian lamanya.
Bagaimana bisa tetap menjaga lingkungan yang dikelilingi semangat dan suasana seperti itu ya? 🥺
Kamu pernah ga, denger suara orang jadi imam sholat begitu merdunya, sampe bikin kamu pengen berlama-lama sholat dan nambah rakaat?
Kalau harus cari partner hidup, sepertinya aku butuh yang seperti itu😌✨
How to Wake Up Early
I always wanted to be one of those girls who would wake up early, go for a run and be super productive with their mornings. The issue is - i really love sleep. Every time i would start a routine, i would eventually fail. I would wake up to turn the alarm off, think to myself “5 mins more” and boom- it’s suddenly 8:30 am and i need to leave for work in less than 1 hour.
Two videos on YouTube really changed my mind. One was Andrew Huberman’s, and the other was Jihyo, a k-pop star.
I came across Andrew Huberman’s video about dopamine, and somehow, it helped me to understand why the difficulty waking up early is so important. Now I’m no expert of neuroscience, but let me explain to the best of my abilities.
Dopamine is essentially the build up to the reward; it is not the reward. It is the satisfaction and happiness you feel (when your body releases), after you have achieved something that was painful/ required you to struggle a bit. In order to receive this reward, you have to feel pain, because pain and satisfaction are directly related to each other. Satisfaction without pain is useless and does nothing for you essentially.
That got me wondering: for me, waking up early is difficult. It’s painful. I dont want to do it. But if I do it, its my first win of the day. It’s the first challenge I have overcome of that day, and I always do feel amazing after. The dopamine release after the struggle of waking up and winning the battle of not going back to sleep is definitely there. I feel more confident because a) I have done the “right” thing b) selfishly, i can do something so simple that a lot of people struggle with c) it weirdly makes me feel more confident and like I’m doing the first step of being an adult right.
Jihyo’s video was quite random - she did some show where it shows her daily life when she’s not working. Parts of it made me feel like she’s unable to just relax with herself (probably because her body and mind are so used to chaos, performing, her girl group living together for so many years) so she busies herself a lot. I took the positives from the video; she’s extremely disciplined which I admired, she gets her chores done, she’s good at ensuring that her space is truly her space.
So I decided to build a relatively foolproof routine; but mind you, it does require quite a bit of willpower.
I’ve developed a habit of waking of waking up at 5 am. I head straight for a 30-45 minute meditation and then at least an hour long workout. I stack my habits that way; right after meditation, I put on my running shoes. I used to really struggle with waking up, even if I had to wake up late. This is the strategy that worked me, see if it works for you.
1. Reset your space the night before
This makes you feel less stressed in the morning and also genuinely makes you feel like you have your shit together. Put your clothes away, keep your bag in its place, clean up your desk, reorganise your make up and skin care products. You’re going to go to sleep and wake up to a clean space.
Make sure you define both your bedtime and wake up time. My bedtime is 9:30 pm - so i manage my chores, reading, dinner, everything around that.
2. Early dinner
I’ve noticed that early dinners help me sleep better. I’ve built the habit of casually walking for 25-30 minutes post dinner (not right after eating, after about 15 mins). I’m not walking fast to a point where I’m sweating and puffing, I’m casually strolling outside. During this time, I don’t listen to music, interact with anyone or my phone. I use this time to connect with myself and think about whatever I feel like.
3. No devices before sleeping
I don’t want to stimulate myself before sleeping, so I prefer reading before bed. If you don’t like reading, you can instead do your skincare, maybe revise some physical study notes, etc.
4. Using Alarmy app
This app is torture and I swear by it. This little thing makes you a solve a challenge of your choice in order to make the alarm stop, like math problems, puzzles, etc. I chose 5 math problems.
5. Keep your phone across the room
Don’t charge it near your reach. Keep it as away from you as possible.
6. Stand for two minutes after shutting off the alarm
Don’t allow yourself to snooze, or go back to bed. This is the part that really requires you to tell yourself: “i am not going back to sleep. I’m going to wake up and do the things I have to do for my own benefit.” Remember - the states of heaven and hell are not outside of you, they’re inside you. They are mental states. You have to fight with your lazy demon and tell him/her/whoever that NO; we are NOT going back to bed.
I charge my phone across the room so that forces me to walk first thing in the morning. To stop myself from going back to sleep, after i have shut the alarm off, i just stand for 2 minutes. I dont sit, or go back to bed. I stand and tell myself, we’re doing this. We’re going to wake up and have an amazing day.
Your mind is like a child with tantrums and mood swings. Your rational self has to discipline your mind the way a parent would to a child.
7. Turn a small light on
Not something that is jarring or overwhelming, but enough to help you start waking up. I turn my phone’s flashlight on and keep it on my desk.
8. Be consistent, even on weekends
The biggest mistake you can make is not being consistent. Your body doesnt recognise weekends, your mind does. Your body doesn’t know that tomorrow is Monday, so its time to wake up early. By staying consistent (yes, I wake up at 5 am on weekends too), it allows my body to develop its own body clock and not wrecking the system I’ve kept in place.
What do I do if I have a late night?
It really depends. Let’s say I come home relatively early (+2 hours around my bedtime) around 11 pm, and im in bed by 11:30. I’ll wake up somewhere close to 5 am, like 6 am instead. The next day I ensure I’m in bed by the bedtime I’ve kept for myself and wake up at 5 am again.
If I come home really late, like 3 am - i keep my alarm exactly 8 hours from that time. I need to get sleep, but oversleeping is an issue and that wont allow me to wake up early the next day. I want to get enough sleep where im rested for the day, but not excessively. Unfortunately, sleeping so late would definitely mean that i wont be able to fall asleep at my dot 9:30 pm bedtime, but i turn the lights off and get ready to sleep by then anyway, and mentally prepare for my 5 am wake up call.
Gatau kenapa tiba-tiba nangis kepengen banget S2 sampe S3, ngelab, sehari-hari ke kampus... Terus bisa naik haji kuota luar negeri. Habis lihat Instagram Malikah Najibah kayak... Ya Allah, tolong lancarkanlah jalanku agar bisa seperti itu juga😭
Ga pengen bergelimang harta, pengennya rumah cukup dan bisa selalu ada di lingkungan penuntut ilmu😭
Nangis sampe beneran banjir ini teh😭
Tapi sekolah jalur design yang beasiswa profesor ada ga yaa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
It's normal to be hard on yourself, because you want to do the best you can and accomplish everything, even when your time or energy is limited. However, sometimes the criticism towards yourself is too much, and it has a negative impact on your mood and motivation. The next time you catch yourself thinking that you "should" be doing more, pause and see if that's actually helpful, because maybe you're doing as much as you can already.
Chibird store | Positive pin club | Instagram
Pi-Eich-Di
Barusan came across a tweet of someone getting a rather harsh comment dari reviewer terus si orang yang ngetweet ini wondering if he should go ahead seeking for PhD. Terus di saat yang bersamaan juga baru aja tadi siang ditanyain oleh 2 kenalan baruku (mutualnya Hanif, huhu terima kasih Hanif yang keep introducing me to young friends): “gimana kak, PhD? Seru nggak? Recommended nggak?” PSA: PLS ANYONE stop asking me this karena jujur ngejawabnya SUSAH BANGET. Ku biasanya akan diplomatis jawab: “PhD is not for everyone. Kalau kamu tipikal yang curiosity tinggi, bisa jalan sendiri tanpa disuruh, senang nulis, senang ngulik, senang MIKIR, nah iya berarti cocok ambil PhD. Tapi kalau kamu tipikal yang lebih suka disuruh, nunggu instruksi baru kerja, dan memang nggak ada passion untuk mencari tahu jawaban dari suatu persoalan, itu akan susah banget sih ngerjain PhD-nya. Bukannya nggak bisa, tapi akan struggling banget aja.”. That’s already a good answer in my opinion(?). Tapi sebetulnya jawabannya PANJANGGG banget. Ini akan bergantung juga dengan segimana aku tahu si orang yang nanya ini, aku sedeket apa sama dia, aku tahu sifat dia seberapa dalam, karena jawabannya emang akan customized banget tailored berdasarkan orangnya. Tapi yaudah kan siapa saya juga ya, yang nanya juga kan pasti orang-orang yang udah dewasa dan nggak mungkin juga ada orang yang decided untuk ambil PhD solely based on my (unworthy) opinion, jadi ku juga santai aja sih, nggak nganggep jawabanku ini sebagai jawaban sakral apa gimana.
Yang jadi pertimbangan paling besar sebetulnya adalah: (ku berkali-kali ngomong ini di twitter sepertinya) “kalau orangnya aku sayang banget, I wouldn’t recommend them doing PhD”. Kenapa? Karena capek banget. Susah. Kasian. Aku sudah mengalami sendiri. Untuk orang yang cukup nosy pengen banyak tahu dan sangat senang belajar hal baru aja tuh, ku mengalami kesulitan. Terutama dalam menulis ya. Ini makanya ku sebetulnya mengasah kemampuan menulis juga di Tumblr ini supaya bisa menyusun apa yang ada di otak, di-kristalisasi, terus ditumpahkan jadi kata-kata di keyboard. Beneran se… bikin gila itu doing PhD tuh. Ku sampe konseling. Ku stres. Kadang sampe bikin gabisa tidur. Menangis. Pokoknya definisi hardship tu si PhD ini. Mana lonely pulak. I really didn’t want anyone else experiencing this.
Tapi, at the same time, ku juga pengen banget orang ambil PhD… (kan emang kontradiktif aja anaknya aku mah). Kenapa? Karena ku merasa BELAJAR BUANYAKKKK BANGET di PhD ini! Not necessarily science ya atau methods (ini mah pasti), tapi juga ke self-discovery, thinking method, belajar nulis, doing research, building network and collaboration, communication. Beneran ku yakin kalau 3 tahun terakhir ku di Indo aja, I wouldn’t have this much confidence in talking to people, in writing, in going to the lab, to the field. I wouldn’t know myself the way I do now, too. Kayak, oh sebetulnya music dan painting itu ya memang secara empiris sangat berguna untuk mental health aku. Terus, kenapa aku behave seperti ini ya, itu semua tersingkap pas sesi konseling yang mungkin gaakan aku lakukan juga kalau aku di Indo karena nggak berada under big stress gitu kan. Jadi… ku juga pengen banget teman-temanku dan orang-orang yang kusayang untuk experiencing semua ini juga: all the positive impact I’ve felt during the process of my PhD.
Kesimpulannya adalah apa? I will let them think again. Buat apa ngambil PhD, emangnya mau jadi dosen atau researcher kah? Jadi ya emang kebutuhan kan kalau gitu mah. Dan ya harus banget lah kalau mau bikin R&D di Indo bagus ke depannya ya harus ada banyak banyak lulusan PhD di Indo. Tapi kalau buat iseng-iseng aja, atau si orangnya juga ga yakin-yakin amat, emang cuma lagi bosen aja sama kerjaan, saran saya mah: nda usah. Udah bekerja aja di Indonesia, 9 to 5, mencari uang yang banyak, beli rumah tapi jangan beli mobil (we don’t need more cars in Indo), beranak, sekolahin anaknya sampai pintar, nanti si anaknya aja yang PhD.
Tapi yang penting buat di-note juga. Nggak berarti keterima PhD terus kita harus selesaikan ya. Ku ada beberapa cerita atau ada teman sendiri yang dulu udah sempat PhD di suatu tempat, terus setelah jalan berapa lama kok nggak ngerasa cocok, akhirnya ya keluar. Dan gapapa banget. Malah aku super salut sama orang-orang kaya gini, karena mereka tahu value mereka apa dan mungkin ngerasa academia ini kok nggak sejalan sama value yang mereka pegang ya. Atau (hopefully tapi ga kejadian di teman-temanku) lagi nggak hoki aja dapet prof/lab yang toxic misalnya. That’s OK, too. Nggak ada yang bilang juga kalau PhD itu komitmen yang harus dijalanin sampai selesai. So you do you. Kalau ada teman yang tanya, kalau ku deket BUANGET (teman-teman dekatku udah tahu ini sih), ku memang tipe yang “gak helpful” kalau dimintain pendapat HAHA karena ujung-ujungnya aku akan “ya tapi terserah lo juga sih”. I’m such a Libra. Yang ngasih view dari semua sudut, terus pas ditanya kesimpulannya apa A atau B akan jawab “hmmmmm either is ok” atau malah “nggak dua2nya deh” HAHA.
Tapi iya itu ya jadinya jawabanku teman-teman. Kalau ada yang tanya lagi next time, sepertinya aku akan kasih link post ini aja haha. Biar mereka baca sendiri. Dan juga bisa scroll ke postinganku yang lain. Biar bisa lihat strugglesnya dan happy-nya gimana selama 3 tahun terakhir.
Ciao!
30.18 17:44 04/10/2023
Arti Menikah - Belajarlah tentang banyak hal.
Kata Bapak hafidzhahullah ta'ala, "jika cinta dan kasih sayang seorang laki-laki itu lebih besar dari pada cinta seorang perempuan, maka dia tidak akan pernah melepaskan perempuan itu darinya. ia akan tinggal lama dihatinya. dan untuk membuat seorang laki-laki demikian, dibutuhkan seorang perempuan yang sabar dan pengertian."
aku teringat obrolan santai dengan Bapak, sehari sebelum menjadi seorang istri. Kala semua orang sibuk menyiapkan banyak hal termasuk Ibu, Bapak justru mengajakku lebih banyak cerita dari kebiasaan Bapak yang tidak demikian. Saat itu aku bertanya bagaimana posisi Ibu dihati Bapak. Yang semakin banyak ku rinci, Bapak semakin banyak tersenyum seolah membenarkan.
Namun satu hal yang Bapak katakan membuatku tertarik untuk bertanya lebih lanjut. "Ibumu itu orang yang sabar dan pengertiannya begitu lapang. Ibumu itu keras terhadap pendirian dan pendapatnya, namun ketika keputusan Bapak tak selaras dengan Ibumu, ibumu meletakkan semua pendapatnya dan memilih pada keputusan Bapak. Ada banyak momen dimana Bapak tidak berkata sekalipun, Ibumu lebih peka perihal apa yang Bapak butuhkan. Tanpa bertanya banyak hal, Ibumu sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Tanpa memberi tugas, Ibumu telah paham apa yang menjadi tugasnya. Beberapa hal bertanya tentang apa yang Bapak suka dan tidak, selebihnya tanpa Bapak kasih perintah, Ibumu telah lebih dulu mengerti.
Tak pernah bertanya kenapa begini, kenapa begitu sebab paham bahwa Ibumu tidak ingin memberikan banyak beban. Ibumu begitu totalitas menjalani perannya sebagai seorang istri. Tak pernah menuntut harus jalan-jalan setiap pekan, atau liburan setiap tahun, atau hal-hal yang dirasa bapak belum mampu untuk menyanggupinya kala itu. Tidak pernah merengek meminta waktu bapak atau menuntut untuk lebih romantis atau hal-hal yang dimana Bapak harus peka terhadap kondisi ibumu. Ibumu tidak pernah meminta akan hal itu. Kala sudah tenang semuanya, barulah ibumu sampaikan dengan bahwasanya yang dimana tanpa menggurui bapak akhirnya mengerti.
Pernah saat dimana belum ada HP dan saat itu posisi ibumu sedang mengandung kamu 6 bulan, belum ada telpon rumah juga. Saat itu bapak harus lembur dan tidak pulang karena memang harus menyelesaikan deadline, dimana besok pagi presiden pak Soeharto akan berkunjung. Bapak nggak bisa ngabari ibu, karena memang tidak bisa pulang. Kamu tahu apa yang ibumu lakukan? Ibumu jalan sama emak tetangga sebelah rumah mau pergi menyusul bapak dikantor. Sebelum sampai kantor ada pos marinir dan bertanya perihal ada perlu apa jam segini kok mau ke PT.Pal dari pos ke kesana masih sangat jauh sekali. Lalu ibumu bilang kalau suaminya dari kemarin belum pulang, ia khawatir takut terjadi apa-apa. Lalu seorang petugas meminta ibumu dan emak untuk menunggu di pos, salah satu petugas berangkat menanyakan hal tersebut ke kantor. Setelah memastikan nama dan divisi bapak. Petugas tersebut menyampaikan bahwa seluruh karyawan disivi tersebut memang harus lembur, karena besok pagi akan ada kunjungan presiden. Setelah tahu kabar itu, ibumu dan emak pulang kerumah. Dan setelah beres semuanya bapak pulang kerumah, sampai dirumah ibumu tetap menyambut bapak dengan baik. Tak bertanya ini itu dengan banyak pertanyaan atau memasang muka cemberut. Nggak, ibumu tidak demikian.
Ibumu tetap melayani bapak dengan baik dan membiarkan bapak beristirahat dengan nyaman. Tanpa bertanya kenapa ndak pulang, bapak lebih dulu menjelaskan perihal tersebut.
Sebetulnya diawal pernikahan laki-laki itu sudah siap untuk mengayomi, mendidik, dan siap untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya nanti. Terkadang yang membuat mereka berubah salah satunya dari pasangannya sendiri. Yang mungkin terlalu menuntut banyak hal dan tidak memberikan rasa tenang itu. Memang manusia tidak ada yang sempurna, demikian juga dengan Bapak ataupun ibumu ini. Namun ada banyak hal kebaikan ibumu yang tidak bisa bapak sebutkan satu persatu. Biarlah bapak banyak doakan untuknya, biar Allaah yang balas dengan banyak kebaikan untuknya. Sekali lagi pernikahan itu adalah salah satu karunia yang harus disyukuri selama perjalanannya. Ujar bapak mengakhiri ceritanya.
Lalu malam harinya aku memutuskan untuk tidur dengan ibu sebelum menjadi istri esok harinya. Sebelum tidur banyak hal yang aku tanyakan, aku tak pernah merasa benar-benar begitu sangat dekat ketika saat itu juga. Salah satunya aku bertanya perihal cerita bapak tadi sore itu, mengapa ibu bersikap demikian dan demikian.
Ibu menjelaskan dengan bahwasanya yang apa adanya, "ketika seorang wanita telah memutuskan untuk menikah, maka seharusnya ia sudah paham perihal hak dan kewajiban serta konsekuensinya. bagaimana jika nanti pasanganku seperti ini, bagaimana jika nanti masuk fase seperti itu. Apalagi ketika seorang perempuan telah menjadi istri maka ia sudah mengerti bagaimana seharusnya berkhidmat untuk suaminya. Jika sudah paham dan mengerti bagaimana seharusnya bersikap, maka sudah sepatutnya kita harus memberi banyak udzur kepada pasangan kita. Saat itu ibu mencoba untuk memberi banyak udzur kepada bapak.
Tidak ada seseorang yang melakukan tanpa ada alasan. Dan bapakmu pasti sedang dikondisi yang demikian. Ibu mencoba belajar untuk mengerti, terkadang tidak semua kondisi bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya. Tidak semua kondisi bisa dijelaskan saat itu juga. Pernikahan itu ibadah terlama, dan dalam beribadah tidak semuanya berjalan menyenangkan sesuai dengan keinginan kita kan ya, nduk. Itulah mengapa sabar diperlukan untuk menjalani setiap prosesnya.
Intinya jangan pernah merasa paling capek, paling menderita, paling jenuh, atau paling sibuk. Jika nanti kamu menemukan kondisi yang demikian, cobalah kembalikan ke dirimu sendiri. Saat capek, jenuh dan kondisi tidak baik-baik saja, pasanganmu menuntut banyak hal darimu. Apakah kamu senang? Tentu tidak kan ya, maka diperlukan hati yang lapang untuk mengerti.
Jangan banyak menuntut hak sama manusia, sebab balasan terbaik adalah balasan dari Allaah. Karna kalau banyak menuntut dari manusia, kamu akan merasa capek sendiri dan tidak menemukan ketenangan nantinya. Serahkan semuanya sama Allaah, biar tenang.
Apa yang bisa kamu beri kepasanganmu nanti, berikanlah senampumu. Berkhidmatlah dengan totalitas untuknya, tidak akan sia-sia apa yang kamu berikan. Sebab sekecil apapun upayamu, Allaah melihatnya. Ketika sudah melakukan yang terbaik, jangan berkecil hati bila balasannya tidak sesuai apa yang kamu harapkan.
Berkhidmat itu yang menyenangkan hati suamimu, yang dimana suamimu betah dirumah sebab ia temukan ketenangan dalam rumahnya.
Empat tahun lalu nasihat ini aku simpan ditumblr, ku baca kembali. Dan aku menangis. Sebab memang benar, dalam sebuah pernikahan tidak hanya tentang aku saja melainkan dia juga yang menjadi kita.
Sebagaimana pengertiannya Ibunda Khadijah radhiyallaahu anha yang tanpa bertanya mengapa Rasulullaah Shallaahu alaihi wassalam tubuhnya gemetar dan meminta Ibunda Khadijah untuk menyelimuti Rasulullaah. Yang dengan totalitas berkhidmat dan menyerahkan seluruh harta, jiwa dan hidupnya kepada orang yang tercintanya. Itulah mengapa Ibunda Khadijah radhiyallaahu anha tinggal begitu lama dihati Rasulullaah Shallaahu alaihi wassalam.
Bukan perihal apa yang sudah pasangan berikan kepada kita, melainkan sudah sejauh dan semaksimal apa yang telah kamu lakukan untuknya karena Allaah. Maka mintalah kepada Allaah Ta'ala untuk menganugerahi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Sebab rumah tangga sakinah adalah karunia Allaah yang harus terus dipintakan hingga akhir hayat..
للَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ
"Ya Allaah, satukanlah hati kami. Perbaikilah keadaan kami jalan-jalan keselamatan (menuju surga)." - HR. Abu Daud, no 969, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu anhu.-
Pernikahan itu tidak tegak karena rupa yang elok atau harta, akan tetapi dia tegak dengan agama dan akhlak. (Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi rahimahullaah)
Akhlak, sabar dan saling mengerti masuk dalam kategori akhlak kan? Maka berakhlak dengan akhlak yang baik. Semoga Allaah menganugerahi kita semua pasangan yang menyejukkan mata dan hati. Yang menjadi penenangan dalam segala kondisi apapun. Allaah anugerahi kita rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah. Sehidup sesurga bersama.. aamiin..
Kontemplasi 9/11/19 - 9/11/23
Ya Allah, kuatkanlah🥲
Belajar pengelolaan dan perencanaan keuangan ini materinya buanyak bangett ya😭 Belom lagi praktiknya ya...
Checklist sebelum menikah ✅
1. Hafal Juz 30
2. Tamat Sirah Nabawiyah
3. Tamat Playlist YouTube Tata Cara Sholat Ustadz Adi Hidayat
4. Tamat Playlist YouTube Arabic Class Ustadz Nouman Ali Khan
5. Tamat S2 Human AI Interaction

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tadi malu banget😭
Udah lama banget ga dibelain oleh sekelompok teman laki-laki ketika terkena masalah
Rasanya kayak🥹
Salah satu pintu hasad, hati kotor, yaitu membandin-bandingkan
Boleh ga sih nge-block orang? Aku suka sharing, tapi kalo pihak requester ga ada patrap tu ya gimana😮💨
Ciri orang yang berilmu yaitu tenang, tidak panikan, tidak gelisah, tidak mulesan
Ga Aman Buat Jantung
Sekarang aku paham, kenapa Islam menganjurkan untuk tidak berteman dekat dengan lawan jenis. Mengapa lebih baik dijauhi. Sebab makin dewasa, walaupun tidak ingin, tetap saja perasaan yang tidak penting itu datang mengganggu 😭
Rasanya menyenangkan saat bertemu. Tapi sungguh, perasaan yang membekas setelah itu berakhir, bikin deg-degan dan kepikiran hiks
Padahal kan...bisa saja dihindari sejak awal. Tapi kenapa diteruskan? Itulah shaitan. Padahal aku bisa mengontrol diriku sendiri, tapi malah membiarkan dikontrol oleh shaitan.
Bener-bener, ga aman buat hatiku yang lemah ini

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
no matter what and how i put my effort to do it, if it's not according to the way she likes it, it's just useless in her eyes😮💨
patience. patience is the key. don't talk back🙏🏻
I just had a serious talk with my dad. He said,
"We don't force you to have to take a master degree. As parents, as long as you are happy doing what you like and it can be beneficial for your iman and good deeds, we already feel grateful. But, if you really want to study again, better take it sooner, as you will suffer a great age loss the later you complete it. Don't hold back your dream if the reason behind is only money. We can still afford it."
Thanks Dad for discussing this with me. I do understand that all parents just want the best for their children. But I think I need a lot of time to think and consider them all carefully. I know I'm not a kid anymore. I need to plan my future.
At least, with Dad telling me all of that, now I gain the confidence to start researching and writing about my future family and my future career. I also understand that they value and respect my interest. They are willing to give insights before I make any decision, as they have been living in this world longer.
Okay, let's start planning this big project now and present to them at the right time!
#adulting #overthinking #future #planning