Why You give me broken wings to live in a big tree of wisdom
KIROKAZE
𓃗
I'd rather be in outer space 🛸
Misplaced Lens Cap

ellievsbear

if i look back, i am lost
hello vonnie
macklin celebrini has autism

titsay
ojovivo

Origami Around

#extradirty
taylor price

Keni
Lint Roller? I Barely Know Her
YOU ARE THE REASON
d e v o n

gracie abrams

@theartofmadeline

seen from Poland
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Armenia

seen from Argentina
seen from Indonesia
seen from Iraq
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from United States
seen from Romania
seen from France
seen from Poland
seen from Croatia

seen from Singapore
@lampudop-blog
Why You give me broken wings to live in a big tree of wisdom

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Rindu Uap Kopi mu
Malam itu aku terbangun dengan deras nya hujan menghantam cendela ku, Entah kenapa hari ini angin mengamuk Terpaksa ku duduk karena tak bisa tidur sambil menatap cendela yang berkali-kali di hajar air.
Tak tahan dingin yang menusuk kulit, Kuputuskan bangkit dan segera membuat secangkir kopi hangat, namun belum sempat kuberanjak sekali lagi ketenangan batin ku di uji oleh listrik yang padam
Ku banting pintu dan segera pergi ke kedai kopi, Kupesan secangkir kopi dengan wajah yang memerah Kududuk dekat cendela yang terasa sepi tanpa ada seorang pun disana, atau entah karena ku tak perhatikan mereka
Seketika wajah memerah ku pudar tersapu uap kopi ini Entah kenapa uap ini mengingatkan ku padamu, tak terasa bibir ku tersenyum membayangkan uap kopi itu membuat embun di permukaan kaca matamu Kutau saat itu kau merasa terganggu dengan uap itu, entah kau menyadarinya atau tidak, raut wajah mu terlihat lucu saat embun kopi itu menggangu mu
Seketika ku menyadari rasa lelah dan kesal ku lenyap ketika ku memikirkan mu, Ku berharap hari ini bisa melihatmu terganggu lagi dengan uap kopi mu itu, Namun sepertinya tak kudapati kaca matamu yang kadang menarik perhatianku itu
Ku habiskan kopi ku dan segera pulang sambil tersenyum tetap mengingat mu
-Lampu dop City of Mojo, 28 Maret 2017
Dear My Big Bro
Seperempat abad lama nya adalah waktu yg lama, hanya sebuah ingatan kabur yang terlintas, namun masih ada sebuah rasa kuat yang masih terikat. Kucoba menggapai masa lalu yang samar tentang mu, bahkan ku katakan kau masih dalam kotak hati ini, yang dulu pernah ku kunci dan ku coba untuk mengeluarkan nya kembali. Namun hukuman melemparkan kunci itu pada sebuah kolam waktu, tanpa ku menunggu ku hanyutkan jiwa ini untuk mencari kunci itu kembali. Hingga terjebak ku di dasar kolam itu dan melemparkanku di tempat ini, tanpa mengenal mu lagi, hingga jingga hanya terpanah melihat diriku yang terus mencari tanpa ada ingatan tentang wajah mu yang samar terlihat di mimpi.
Bisikan si Ulat kecil
Malam ini telingaku terusik saat hendak memejamkan mata, seperti ada yg bergerak di dalamnya, kucoba memanggil sang surya namun hari sudah terlalu larut untuk dapat menolongku. Ku coba mengambil cermin dan menyuruh diriku yg lain memeriksanya, namun dia tak dapat melihatnya. Kucoba memanggil si benanh putih untuk memeriksa telingaku, benang itu menyuruhku berbaring di bawah bola lampu. “Oh ternyata hanya ulat telingah yg sedang memainkan musik” kata benang itu di telingaku, dia bermaksud membuat ku mendengarkan lagu kenangan yg tersimpan sebuah cerita didalam nya, namun dia kehilangan buku lagu nya. Lalu kucoba bicara pada ulat itu “hei kenapa kau mau membangkitkan kenangan itu, kuhargai tindakanmu itu tapi cukup bagiku untuk mendengarkan lagu lama itu, biarkanlah itu menjadi memori yg manis, dan aku tak ingin merasakan kenangan itu hingga sampai bosan untuk merasakannya” Ulat itu diam sejenak sambil mendengarkanku “Biarlah kenangan itu kembali saat aku berada dan bersama mereka ditempat yg sama di waktu yg berbeda” Lalu ulat itu mengeluarkan sebuah buku yg tetlihat baru, “baiklah kalau itu yg kau mau” dia mulai membuka buku itu dan mulai menulis sebuah judul lagu, “Kuharap kau bisa merekam kenangan indah lainnya bersama terputarnya lagu ini” Karena hari semakin larut ulat itu keluar dan pergi sambil mengatakan “satu judul untuk hari ini, semoga esok kan jauh lebib berharga dari hari ini” Ku matikan lampu ku dan berharap besok seperti apa yg dikatakannya.
Lampu dop Volscars Valley, 26 Agustus 2016

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan salam terbuka saat ku kembali Namun seperti tangan mengepal di belakang senyum itu
Volscars Valley, 12 Agustus 2016
Jangan menjebak ketulusan dalam sangkar kebencian
Lampu dop
Duduk Sendirian disebuah Sollercoaster
Manusia memang mempunyai berbagai perasaan, salah satunya adalah rasa takut, hari ini aku mengalaminya, rasa yang ingin segera kulalui, tak bisa dihindari rasa ini membuat perutku mual dan juga pening yang teramat di kepala. Ingin ku tepis rasa ini dengan bergabung bersama teman yang bahkan tak nampak nyata, namun hari ini mereka semua menghilang, aku tak bisa kabur dari perasaan ini, kurebahkan badan karena terlalu lemas dengan rasa takut ini, manusiawi memang bila manusia merasa takut, tapi rasanya tak kuat sama sekali untuk tetap tegar, ku ketik cerita ini masih dengan perasaan takut dan berharap rasa ini berkurang, seperti yang pernah ku baca disuatu kutipan menulis dapat meredakan rasa takut, kurasa ini sedikit berhasil. Namun sepertinya setelah kutuliskan cerita ini rasa takut itu tetap akan timbul lagi, bahkan saat aku tertidur maupun besok aku bangun di pagi hari perasaan itu akan terus terbayang. Seperti duduk sendirian disebuah rollercoaster yang akan melaju.
Takut pasti manusiawi kan Cuma berharap cepat berlalu
Menggiring Malam Bertemu Mata
Tak terasa Bola raksasa itu akan bersembunyi lagi dari kerumunan para pembawa sunyi Aku hanya memperhatikannya dari bingkai persemayaman seraya memikirkan kejadian yang ku alami sewindu ini Ku lihat kapas putih melambaikan senyum jingga nya dan menghilang Alunan nada mengiringinya untuk pergi Sesekali ku bernyanyi mengikuti nada di tiap bait lagu agar terdengar oleh gemerlap cahaya sunyi Walau kini aku dikelilingi hitam bayang namun masih bisa kulihat secerca garis sinarnya Ku tutup bingkai dan ku ucapkan trimakasih atas pertunjukannya Sorak sorai camar menutup pertunjukan dengan damai Lampu dop Bumi, 28 Juli 2016

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menyindir Pensil
Hari ini ku kesal pada sebuah Pensil, kutunggu suara gores nya saat ujung pensil itu menyentuh lembar kertas, dan memberiku sebuah cerita yang akan membuatku senang hari ini. Namun rasa senang itu hilang seketika saat dia menuliskan sebuah kata tentang “Dia”, heran ku lihat dia mengeluh pada nya yang sepertinya membuat si pensil kesal, dalam benakku aku merasa kesal karena menunggu kabar mu yang hilang berhari hari, tapi kau malah menyebut kata “Dia” yang membuatku sedikit kesal, kenapa kau masih peduli padanya kalau kau dibuat kesal oleh nya. Sial sekarang rasa kesal nya menular padaku, sekarang justru pensil ku yang kau buat kesal, sekarang hanya kipas angin yang terus membisikiku dengan angin itu seakan mengatakan “kau hanya membuang waktumu, dia bahkan tidak menghiraukanmu dari balik kaca itu”. Entahlah aku akan mendengarkan lagu dan bersandar pada cendela seakan tak benar benar melihat nya.
Lampu dop Bumi, 26 Juli 2016
Rindu dalam Lamunan
Tak terasa sudah setahun lebih merantau, jauh dari rasa takut, penyesalan, dan kesialan yang dulu tertinggal disana, dan menjadi manusia baru di suatu tempat. Namun kini bayangan dari 3 teman lama itu datang kembali menjemputku untuk kembali pulang, namun langkah ini seakan tertahan oleh teman baruku selama diperantauan yang tidak pernah kutemui, sebuah Keberanian, Kesempatan, dan Keberuntungan yang menggantikan teman lama ku, dan tak hanya itu, aku mendapatkan lebih banyak teman dari sebelumnya. Namun aku harus kembali lagi karena kurasa tiket ku untuk tinggal sudah hampir berakhir, berat memang kurasa karena harus meninggalkan teman teman yang selama ini menemaniku disini, ingin sekali aku mengajak mereka pergi juga dan mengikutiku pulang, entah mereka mau atau tidak, sedangkan 3 teman lama sudah menjemputku untuk pulang.
Lampu Dop Bumi, 24 Juli 2016
Walau sayapmu rusak, kau dapat terbang lagi menembus sinar mentari diantara dedaunan, aku iri padamu
Secangkir Kopi Kesialan
Hari ini adalah hari untuk meletakan sedikit kepenatan dari kegiatan pekerjaan, karena tidak mau hari ini terbuang percuma, ku coba mengawali hari ini dengan membuat secangkir kopi hangat. Ku ambil cangkir kopi favorit ku dan mulai memanaskan air, tapi tunggu... kopi.. dimana kopi yang kemarin baru ku beli? Aku jelas-jelas meletakannya disini, kucari wadah kopi itu, entah kemana perginya, kumatikan air yang sedang ku panaskan. Ah ini dia ternyata, entah kenapa itu terselip diantara bumbu masak, aku nyalakan kembali api kompor untuk memanaskan air, lalu kubuka wadah tempat kopi itu, sekarang aku sedikit kesal, karena yang ku lihat hanyala ampas kopi yang berada di wadah kopi. Ku matikan lagi kompor nya, dengan sedikit kesal aku keluar rumah untuk membeli kopi, tapi yang kudapati hanyala tokoh tutup dimana-mana, sambil sedikit kesal aku membujuk diri untuk tetap tenang dan tidak berusaha mengacaukan hari libur ini, aku pulang dengan tangan kosong tanpa membawa bubuk kopi, aku duduk sebentar di kursi untuk melenyapkan rasa kesal dihati, sebelum kantong plastik membuatku berdiri lagi karena hampir aku menimpanya, ternyata didalam kantong plastik itu terdapat kopi yang baru kubeli kemarin, astaga... sambil bergumam ku ambil kopi itu dan mulai lagi untuk membuat kopi. Ku nyalakan kembali kompor itu untuk memanaskan air nya, ku buka plastik pembungkus kopi itu dan hendak menaruhnya di dalama wadah nya, karena tak melihat gunting aku mencoba membuka plastik kopi itu, tapi entah karena aku yang kurang kuat atau bungkus plastik itu yang terlalu kuat, ku coba mengeluarkan sedikit tenaga dan juga kekesalan untuk membukanya, dalam hitungan detik bungkus plastik itu terbuka, tapi tidak dengan semestinya karena bubuk kopi itu berhamburan karena aku membuka bungkusnya terlalu keras, seperti salju yang berjatuhan namun berwarna hitam, lantai yang tadi nya bersih berubah warna menjadi hitam kecoklatan karena bubuk kopi itu, suara nyaring dari lubang kecil yang menyemburkan uap air yang mendidih, terdengar seperti diri ini yang tak kuasa menahan uap panas kekesalan karena tak berhasil membuat kopi di cangkir itu, pagi hari ku yang tadi nya kumulai dengan senyum berubah menjadi lekukan pelangi kekesalan. -Lampu dop Bumi, 7 Juli 2016
Saat Lampu harus Istirahat
Hari itu badan ku serasa di guyur hawa panas, langit serasa berputar, mata seakan ingin terpejam dan tenggorokan bagai seperti menelan kaktus. Sudah di pastikan kalo aku sakit, aku bergegas pergi ke apotik terdekat dan membeli perlengkapan perang, untuk membantu sel darah putih yang sedang bertarung. Kuputuskan untuk absen dari kegiatanku, dan merebahkan kepala ini di atas bantal, Sedikit penyesalan karena aku tidak bisa melihat si kopi di kedai kopi malam itu. Kupacu kuda besi ini melalui kerumunan keramaian ini, sesampainya di rumah, ku jatuhkan badan ku di kasur tanpa melepas semua atributku, astaga aku langsung tertidur dan seperti orang terkapar yang baru di pukul di kepala. Namun sebuah mimpi kecil memberiku hiburan tersendiri, ku bermimpi duduk berdua berkenalan dengan si kopi sambil melihat nya meminum secangkir kopi.
-Lampu dop

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Block lamp by Harri Koskinen
(via Pinterest • The world’s catalog of ideas)
Like me when i stuck with my problem, make me freeze but still fight to keep my Ideas Shining
Melihat si Kopi Termenung
Kulihat sang Mentari berpamitan hari ini ,dengan diiringi lambaian langit jingga yang berangsur menjadi hitam. Kumulai mencari lagi sosokmu, yang selalu terpintas masuk melalui pintu kedai kopi kami. Namun yang kudapati hanyalah sosok lain yang tak aku kenal, terus keluar masuk tanpa memberi salam pada lampu ini. Lama kumenunggu akhirnya kutemukan sosokmu yang datang melalui pintu itu, Kulihat kau mulai duduk dan memesan kopi lagi. Kuperhatikan mu dari jauh, kau termenung menembus cendela keramaian, seolah mencari sesuatu atau seseorang dikerumunan manusia itu. Ingin ku sentuh pundakmu itu agar kau sadar, bahwa kau tak sendiri dibawah kolong langit ini.
-Lampu dop Bumi, 1 Juli 2016