Suatu saat, aku akan berhasil lupa denganmu. Namun, yang lebih menyakitkan dari melupakan adalah kenyataan bahwa kamu tidak pernah peduli untuk diingat.
Andira W.
styofa doing anything

pixel skylines

Discoholic đŞŠ
occasionally subtle
$LAYYYTER
Alisa U Zemlji Chuda
sheepfilms
Aqua Utopiaď˝ćľˇăŽĺşă§č¨ćśăç´Ąă
I'd rather be in outer space đ¸
cherry valley forever

Andulka
Today's Document
dirt enthusiast
Not today Justin
Sweet Seals For You, Always

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON
Claire Keane

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Peru
seen from Colombia

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico
seen from France
seen from United Kingdom

seen from France

seen from T1

seen from United States
@kireinana
Suatu saat, aku akan berhasil lupa denganmu. Namun, yang lebih menyakitkan dari melupakan adalah kenyataan bahwa kamu tidak pernah peduli untuk diingat.
Andira W.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
tidak semua..
tidak semua kebaikan-kebaikan itu bertemu dan cocok. cinta tahu kemana harus pulang, jodoh tahu kemana harus memupuk keshalihan. menjadi baik adalah tugas kita, mencari jodoh yang baik adalah upaya kita. pada akhirnya kita akan paham bahwa kita adalah ujian bagi satu sama lain.
beberapa waktu ini berseliweran tulisan di media sosial seperti ini,
otak: gak harus dia.
hati: gak, harus dia!!
dan aku jadi teringat dengan beberapa kejadian waktu lalu, tentu cerita ini aku tulis sudah atas persetujuan kedua belah pihak. berawal dari suami yang sering dimintai temannya laki-laki untuk dibantu dicarikan jodoh. sejak awal suami tidak ada niatan untuk menjadi perantara seseorang mencari jodoh. namun entah mengapa suami berubah pikiran dan mau membantu temannya mencarikan jodoh.
suami melihat keseharian temannya ini yang Masya Allaah sekali. mulai dari keilmuannya tentang agama, adab, akhlaknya ia yang sopan, lemah lembut, serta secara fisik teman suami ini tergolong tinggi, kulit bersih terawat untuk ukuran laki-laki, berjenggot, dan teduh.
lalu suami membicarakan ini denganku, bertanya kepadaku apakah aku punya teman perempuan yang juga mencari jodoh. aku terpikirkan dengan seorang teman, aku kenal baik sebelum aku menikah bahkan sampai aku telah menikah. dia perempuan yang baik, lemah lembut sekali, tutur bicaranya lembut namun tidak lebay. dia cantik, berpendidikan tinggi (S2), agamanya baik, selama bermuamalah dia orang yang amanah. menurut pandanganku dia akan cocok dengan teman suami.
singkat cerita, aku dan suami bersepakat untuk membantu keduanya menjembatani proses ta'aruf. barangkali Allaah takdirkan mereka berjodoh,. karena akan Masya Allaah, sekali jika memang mereka bersatu. pertukaran biodata keduanya sama-sama ada ketertarikan, cocok dan bersepakat untuk lanjut ditahap berikutnya. tahap berikutnya mereka bertemu untuk nadzor. kedua belah pihak pun setuju, proses ta'aruf berjalan dengan baik.
selama proses ta'aruf berlangsung aku dibuat takjub oleh kedua pasangan ta'aruf ini. mereka benar-benar menjaga diri mereka dari hal-hal kecil selayaknya bermudah-mudahan berkirim pesan tanpa udzur. mereka berdua bahkan tidak tahu nomer satu sama lain. komunikasi dilakukan benar-benar melalui kami selaku perantara. komunikasi berjalan dengan baik, bahkan pertanyaan yang diajukan ketika proses bertemu benar-benar berbobot, tidak menya-menye, point penting ekonomi, pengasuhan anakpun mereka bicarakan dengan baik. keduanya bersepakat untuk lanjut ke proses khitbah dan bersepakat untuk menikah.
ujian dimulai.
ketika kedua belah pihak bersepakat untuk menuju jenjang pernikahan. mereka diuji satu sama lain. orangtua teman perempuanku jatuh sakit, ayahnya stroke. ketika ayahnya sakit, tanggal pernikahan yang sudah ditentukan terpaksa dimundurkan dari rencana. sebab temanku ingin melakukan baktinya sebagai anak sebelum menjadi istri orang. laki-lakinya setuju untuk menunggu beberapa bulan sampai ayahnya sembuh atau setidaknya bisa beraktivitas dengan tidak dibantu.
selama proses perawatan ayahnya, mereka berdua tidak ada komunikasi. benar-benar menjaga satu sama lain. lalu ujian berikutnya datang di pihak laki-laki. ibu dari pihak laki-laki memiliki calon yang ingin dikenalkan ke anak laki-lakinya. awalnya teman laki-laki suamiku ini menolak, sebab ia sudah berjanji akan menunggu ayah calonnya ini sembuh. namun ibunya sudah tidak sabar ingin melihatnya segera menikah, mengingat usianya sudah tidak muda lagi menurut pandangan sang ibu. "35 tahun umur yang sudah seharusnya bisa meanugerahi ibumu ini cucu"
meski teman suamiku ini sudah ngaji, sudah paham, namun ia mengatakan bahwa ia masih perlahan-lahan memahamkan Islam di keluarganya terutama ibu bapaknya. aku memahami ini, bahwa tidak semuanya dari kita cukup beruntung bisa lahir dan tumbuh di keluarga yang paham nilai-nilai dasar agama Islam.
sampailah pada putusan final, suami mendapat undangan langsung dari teman laki-lakinya tersebut. suamiku cukup kaget dan menanyakan bagaimana dengan proses ta'aruf yang ia jalani. sebab dari kabar terakhir keduanya memutuskan untuk ditunda, menunggu dan saling menjaga ditempatnya masing-masing. belum ada salah satu pihak yang memutuskan untuk diakhiri.
pada akhirnya teman suami merangkul suami dengan meminta maaf dan menangis. ia siap pergi menemui teman perempuanku untuk mengakhiri proses ta'aruf nya dan meminta maaf sebab memutuskan sepihak. dia tidak menjelaskan kenapa akhirnya ia memutuskan memberikan. undangan ke suamiku. namun setiba dirumah suami bercerita dan akhirnya kita mencoba memahami sudut pandang satu sama lain, bahwa tidak semua kebaikan-kebaikan akan cocok. tidak semua ikhtiar baik yang dilakukan akan berakhir dengan kesepakatan. bahwa tidak semua rencana manusia akan berjalan sesuai dengan kemauannya. manusia boleh berencana bagaimanapun, pada akhirnya Allaah yang menentukan takdir untuk kita semua.
singkat cerita, aku, suami, dan teman laki-laki suami bertandang kerumah teman perempuanku. untuk meminta maaf, untuk meminta kelapangan hatinya, untuk memutuskan proses ta'aruf ini. aku meminta maaf kepada temanku dan ikut menangis dengannya ketika selesai, dan suamiku juga menenangkan temannya yang menangis dimobil. rasanya semua merasakan sakit tak berdarah satu sama lain.
baru kali ini, aku merasakan sakitnya dari berakhirnya prosesi ta'aruf. bukan karena perempuan ini temanku, atau laki-laki itu teman suami. melainkan sedihnya melihat perpisahan kedua orang yang menurut pandanganku keduanya ini baik, dan akan cocok bila bersatu. namun sekali lagi Allaah lebih tahu mana yang terbaik untuk hambanya.
aku dan suami menghadiri pernikahan teman suami. kami berdua hadir di acara ijab qobulnya. berlangsung khidmat. aku berada diruang tunggu mempelai pengantin wanita. aku duduk bersebelahan dengan seorang ibu yang jika dilihat usianya seperti ibuku sendiri. rupanya benar, beliau adalah orangtua dari calon pengantin. aku memberikan tisu dan minum untuk menenangkannya, dan tak terasa aku dan beliau terlibat obrolan yang mendalam.
selama perjalanan pulang aku terdiam sambil ku takjubi apa yang sedang aku rasakan. aku bercerita kepada suami bahwa aku bertemu dengan ibu pengantin temannya. rupanya si A (inisial nama pengantin) ini sudah yatim sejak umur 5tahun, ibunya membesarkan dia dan kedua saudaranya sendiri. si A ini lulusan terbaik di LIPIA ditahun itu. seorang hafidzah, S2, dan dia punya yayasan tempat untuk anak-anak mempelajari Al-Qur'an. dan disaat yang sama aku mendapat kabar di Wa dari teman perempuanku. bahwasanya ada seorang kakak kelasnya datang kerumah dan memitanya langsung ke orangtuanya. dia menerimanya dan bersepakat bulan depan untuk menikah. sebab calonnya yang juga kakak kelasnya ini sedang menempuh study S3nya ini di Malaysia.
ya Allaah, lalu aku menangis. kedua orang baik ini bertemu dengan pasangannya masing-masing dengan caranya masing-masing. selama perjalanan pulang pembicaraanku dan suami hanya tentang mereka berdua. kami mencoba menelusuri satu per satu yang membuat masing-masing dari kami berpikir tentang bagaimana jodoh itu berjalan. bagaimana ketetapan Allaah itu terjadi.
if something is destined for you, never in million years it will be for somebody else.
Barangkali kita pernah. menjadi satu diantara pilihannya, menjadi tujuan perjalananya. meski pada akhirnya ketetapan Allaah yang jadi pemenang.
barangkali kita pernah. melepas seseorang yang baik itu, menabahkan diri atas keputusan yang kita pilih. sebab memaksa berjalan pada tujuan yang sama tidak menemukan titik temunya.
barangkali kita pernah. dibuat takjub atas perjalan yang Allaah kehendaki. sesuatu yang kita tangisi dengan begitu, justru memberi lebih banyak arti atas serangkaian hidup yang kita jalani.
pada akhirnya kita akan paham bahwa tidak semua kebaikan-kebaikan itu bertemu dan cocok. cinta tahu kemana harus pulang, jodoh tahu kemana harus memupuk keshalihan. menjadi baik adalah tugas kita, mencari jodoh yang baik adalah upaya kita. pada akhirnya kita akan paham bahwa kita adalah ujian bagi satu sama lain.
akhirnya aku memahami kembali, benar ya, seseorang yang begitu menjaga dirinya akan Allaah jodohkan dengan seseorang yang juga terjaga dengan baik. dan akupun juga menyadari bahwa sesuatu yang kita tangisi kelak akan kita syukuri pada akhirnya. Allaah tidak akan membiarkan hambanya yang sudah bersabar tanpa memberikan kabar gembira.
menuliskan ini dengan perasaan masih haru, dan berkaca-kaca, lalu hujan turun. || 19 Januari 2025
Semoga aku juga di pertemuakan dengan jodohku di tahun ini juga dengan jalan yang terbaik...
Mungkin, hanya mungkin, suatu hari nanti kita bisa merasakan membaca ulang sebuah cerita seperti pertama kaliâtanpa tahu akhir yang menunggu di halaman terakhir.
Mungkin kali ini akhirnya akan berbeda. // Andira Wu
Seperti rasa sakit, terkadang untuk menghilangkannya kamu harus menjadikannya kebiasaan.
sampe udah gak berasa sakitnya
Semoga suatu saat kita bisa jatuh cinta dengan penuh tanpa harus dihantui rasa takut akan mendapat balasan separuh.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
âSometimes it feels better not to talk. At all. To anyone.â
â Unknown
No more games.
Aku lelah berbasa-basi yang tidak ada artinya. Jangan tanyakan padaku kalimat seperti âSudah makan belum?â dan âLagi apa?â, kamu tidak akan mengenal seseorang jika hanya bertanya pertanyaan dangkal seperti itu. Jika kamu benar-benar ingin mengenalku, tanyakan apa ketakutan terbesar dalam hidupku dan siapa orang-orang yang berarti dalam hidupku. Â
Aku sudah bosan mengejar-ngejar hati yang memang tidak pernah ingin dikejar. Datang dan pergi seakan-akan aku hanyalah keset. Sengaja menghindar beberapa hari agar dicari-cari.Â
Cukup sudah. Aku sudah muak bermain permainan hati ini.
Maka sudah kuputuskan sekarang jika memang benar ada orang di luar sana yang menginginkan masa depan bersamaku, tolong berkatalah yang jujur padaku dan buktikan semua perkataanmu dengan perbuatan.
Kau merindukanku? Beritahu aku.
Kau ingin bertemu denganku? Datanglah ke rumahku atau ajak aku untuk bertemu denganmu.
Kau marah denganku? Beritahu aku alasannya dan mari kita cari solusi bersama.
Kau menginginkanku? Bilang padaku dan aku akan disini bersamamu, takkan kemana-mana.
Hidup kita tidak lama, sayang. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya untuk bermain permainan hati seperti itu. Bukankah lebih baik jika kita habiskan waktu kita dengan bersama-sama?
Andira W.
Bandung, 20 Januari 2019.
Semoga keputusan-keputusan hidup yang kita ambil, bukanlah di-drive oleh rasa negatif; takut, kekhawatiran, kekecewaan, kecemasan, ataupun rasa dendam. Hiduplah kita di atas keputusan-keputusan yang diambil atas keyakinan dan desire yang berkesadaran.
Ketika perasaan-perasaan itu yang mendorong diri kita untuk memutuskan pilihan-pilihan hidup, maka bukankah berarti kita hanya hidup dari dan di atas ketakutan ke ketakutan yang lain?
Rasa takut, kekhawatiran, cemas itu keniscayaan. Hingga Al-Qur'an bilang setiap kita akan diuji untuk merasakan. Namun, jangan sampai perasaan-perasaan itu kita biarkan hingga membutakan kita pada apa yang kita butuhkan dan pada tujuan yang benar.
Dan mungkin sepertinya ada banyak keputusan besar dan kecil yang kita luput untuk menyadarinya di hidup kita.
Seseorang memilih jurusan atau kuliah misalnya hanya karena cemas melihat teman-temannya pada kuliah. Lalu, seseorang memilih untuk menikah hanya karena khawatir dengan umur dan pertanyaan orang tua. Atau misalnya seseorang memilih mengambil riba hanya karena ingin memiliki seperti apa yang dimiliki orang lain.
Lantas ketika pilihan itu diambil, apakah perasaan-perasaan tadi akan hilang? Belum tentu, karena selepas keputusan kita ambil ada konsekuensi yang menanti setelahnya.
Setiap keputusan itu memiliki konsekuensi. Sayangnya, tak semua kita memiliki kesiapan menerima konsekuensi tersebut.
Lalu bayangkan jika banyak keputusan hidup diambil dari perasaan negatif, lalu setelahnya harus menanggung konsekuensi yang sejak awal tak disadari.
Maka, sering-sering sadarkan diri kala memutuskan untuk memilih dan siapkan diri kita atas konsekuesinya nanti. Dan jangan pernah berhenti untuk selalu meminta petunjuk dariNya. Karena pada akhirnya Allah akan selalu memberikan yang terbaik dan hanya Dialah yang memberikan ketenangan ke dalam hati.
Kamu bilang masih terus mencari, padahal jika sedikit lebih peka, mungkin kamu akan sadar kalau yang kamu cari selama ini, ternyata sudah kamu temukan.
Tapi terkadang disaat kita sudah peka, terlalu takut untuk mengungkapkannya..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Sebuah pembelajaran
Kalo nyari pasangan, cari yg mau dengerin sesampah apa curhatan kita tentang idup. Yakin harus gini. Kalo ngga, ya siap2 aja jadi "story man" alias orang yang apa apa masalah larinya ke story, bukan ke istri atau suami
jiakkhhhh.
Bener juga sih, jatohnya jadi gak sehat klo ada apa2 di buat status dan storyđ
Setelah terluka, pohon tidak pernah menunggu permintaan maaf dari parang yang telah melukainya, ia tetap tumbuh dengan perihnya luka. Ia sadar saat ia tumbuh besar, lukanya akan mengering dan tertutup dengan sendirinya.
Belajar dari pohon, tidak ada untungnya menunggu kata maaf, justru beruntunglah jika kamu menjadi seorang pemaaf. Sakit hati dan dendam yang disimpan, hanya akan membuatmu sakit, melepaskannya dengan maaf akan menjadikanmu lebih tenang, dan biarkan Allah yang memberikan hadiah terindah untukmu. Semua hanya butuh waktu, biarkanlah ia dan mulailah bertumbuh untuk apa yang sedang kamu usahakan.
Mari menjadi pemaaf
@jndmmsyhd
âAku lelah memberikan hatiku kepada seseorang yang ternyata tidak pantas untuk menerimanya.â
â
A. W.
Bandung, 23 Mei 2018.
Jangan nodai kalimat âaku sayang kamuâ bila kamu hanya bermaksud untuk main-main dengan hatiku. Kalimat itu hanya pantas diucapkan oleh mereka yang bersungguh-sungguh, bukan kamu.
Donât ruin those words for me. // Andira Wu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Udah lama gak buka Tumblr..
âDonât use your energy to worry. Use your energy to believe.â
â Unknown