Ketakutan Aruna
Dua puluh dua tahun, tepat bulan lalu di tanggal dua puluh dua, Aruna bertambah usia. Sudah memasuki usia dewasa,dan senangnya semua ini berjalan sesuai mimpinya. Lulus kuliah tepat waktu dan tidak lama setelah wisuda, dia diterima disalah satu perusahaan baru di ibu kota, ‘StartUp’ begitu kata teman-temannya. Tidak masalah, karena dia menyukai latar belakang perusahaannya, meski baru Aruna yakin perusahaan ini akan berkembang. Bos dan teman-temannya di perusahaan ini sangat baik dan cerdas, meski Aruna dari kota kecil mereka tidak pernah mengganggapnya remeh, karena ayolah Aruna merupakan salah satu mahasiswa cukup baik, meski bukan lulusan cumlaude, dia merupakan sekretaris himpunan mahasiswa selama dua tahun masa jabatan. Singkatnya, Aruna cukup aktif semasa kuliah. Kehidupan sebagai orang dewasa ini tepat seperti keinginannya, tinggal sendiri ‘meski masih indekos’, memiliki pekerjaan, dan tentu memiliki uang ‘meski masih sedikit karena toh dia baru saja bekerja’. Aruna yakin, bisa seperti Alfin yang membanggakan bapak, hingga semua kebahagiannya hilang karena Aruna baru saja kehilangan pekerjaannya, pekerjaan pertamanya.
-bersambung










