Cinta adalah dorongan yang kuat, tegas beliau dalam analogi sholat, yang mana saat kita beribadah tanpa mencintai Allah hanya akan menjadi rutinitas kosong tanpa ruh yang kuat.
Cinta adalah perwujudan Rasulullah Shalallahualaihi Wassalam kepada umatnya. Saat Mi'raj, boleh jadi Beliau menetap di surga, namun karena rasa cintanya, kabar gembira sekaligus risalah ini sampai kepada kita, panggilan cinta 5 kali dalam sehari.
Cinta adalah jalan Para Mujahid. Perang atau revolusi adalah drama kemanusiaan, disana ada perjuangan untuk melindungi orang yang kita cintai.
Dengan cinta kita mampu mengendalikan motif dan cara berperang. Tetap ada kekerasan, darah, tapi cinta membuatmu menjadi agung karena sesuai dengan aturan-aturan-Nya.
Cinta adalah perjuangan sunyi, selayaknya para pahlawan yang mungkin tidak tercatat dalam sejarah.
Karena, Pahlawan bukan hanya elite politik yang saling berebut kuasa atau sosok yang jauh di masa lalu, atau memiliki kekuatan super, namun pahlawan itu salah satunya adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan besar dalam sunyi hingga waktu mereka habis untuk menghadirkan kebermanfaatan yang luas bagi umat.
Cinta juga yang menjadikan seorang muslim memiliki komitmen. Mulai dari yang berkomitmen dalam urusan ibadah, bertransformasi menjadi dai, berpartisipasi penyelesaian masalah umat, hingga menjadi mujahid yang memimpin masyarakat untuk menciptakan masyarakat madani. Cintalah yang menjadi energinya.
Dan juga, tentang cinta atas dasar jiwa, yang mungki hanya menggerakan dalam satu waktu. Maka cinta misilah yang harus melengkapi agar perjalanan hidup menjadi lebih berarti dan menguatkan langkah juang.
Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.
Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya: karena -kemudian- semua keajaiban terjawab di sana.
(Ust. Anis Matta - Serial Cinta)