Hari libur, ovt tidak libur
hari ini tanggal merah. harusnya cocok buat rebahan nasional, tapi hidup dewasa memang sering tidak mengenal kalender libur
aku memulai hari agak telat. baru benar-benar bangun dari tempat tidur sekitar jam 08.00. padahal sejak selesai salat subuh aku cuma menjalankan ritual sakral manusia dewasa: rebahan.
mungkin juga karena semalaman menahan kesal akibat kejadian di tempat kerja. ah sudahlah, tidak perlu dibahas di sini. biarlah ia menjadi salah satu rahasia yang kubawa sampai tua nanti. pengalaman yang cukup... traumatize, kalau boleh jujur. semacam pengalaman yang membuat jantung berdebar setiap mendengar kata "mohon segera ditindaklanjuti" >,<
kadang aku berpikir, kalau hidup tidak membutuhkan materi dan tagihan tidak perlu dibayar, mungkin aku udah cabut entah ke mana. tapi sayangnya kopi mocal dan nasi goreng tidak bisa dibeli dengan idealisme. jadi ya begitulah, untuk sementara tetap bertahan sambil memikirkan langkah ke depan
oke, kembali ke cerita hari ini
setelah berhasil memenangkan pertempuran melawan gravitasi dan keluar dari tempat tidur, aku mulai mencuci pakaian yang sudah menumpuk lebih dari seminggu. memang pakaian hanya untuk satu orang, tapi entah mengapa baju kotor berkembang biak lebih cepat. kelar nyuci, lanjut nyetrika pakaian yang entah sudah berapa lama mengendap. aku curiga beberapa di antaranya sudah hampir memiliki status penghuni tetap lemari
belakangan ini pekerjaan terasa datang silih berganti tanpa jeda. ingat sekali, bulan lalu aku berdoa semoga Mei cepat berlalu. eh ternyata setelah Mei selesai, Juni datang membawa plot twist baru. hidup memang lucu. kadang kita minta pindah bab, ternyata penulis ceritanya malah menaikkan tingkat kesulitan- Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, semoga Engkau hapuskan dosa-dosaku
jujur, agak trauma guys...
kalau boleh memilih, rasanya ingin meminta waktu berhenti di April saja, lalu skip langsung ke Juli hahaha
sebelum masuk ke dunia akademisi ini, aku terbiasa bekerja sendiri atau bersama tim kecil. berkutat dengan dokumen perencanaan, persediaan, produksi, sampai qc. di industri diajarkan bahwa banyak keputusan harus diambil cepat karena berkaitan dengan biaya, efisiensi, dan target
eh, ternyata takdir membawaku ke dunia yang berbeda
di kampus, pekerjaan berarti bertemu banyak orang, melewati birokrasi sana sini, menjaga alur komunikasi yang kadang berlapis-lapis seperti bawang. banyak hati yang harus dijaga, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. salah mengambil keputusan, bisa-bisa debu direktorat seperti aku ikut tersapu angin. hahaha
maklumlah, status saat ini masih pegawai biasa. level npc administratif dengan quest harian yang terus bertambah hmm
awalnya aku cukup shock dengan ritme kerja seperti ini. kampus memang berbeda dengan pabrik. tidak semua hal bisa sat set. ada pertimbangan pelayanan, peningkatan kualitas mahasiswa, penelitian, pengabdian dosen, regulasi yang berubah-ubah, dan banyak hal lain yang kadang baru kupahami setelah menjalaninya
dulu sempat benci. sekarang? ya... terbiasa
manusia memang makhluk adaptif. atau mungkin hanya terlalu butuh gaji
tidak terasa sudah dua tahun sejak memulai jalan ini. cepat juga ya. padahal rasanya baru kemarin masih kebingungan membaca alur birokrasi yang bercabang ke mana-mana seperti peta dungeon
loh, kok jadi curhat kerjaan lagi hahaha
kembali ke hari ini...
setelah menyetrika, perut mulai lapar. akhirnya masak seadanya untuk sarapan sekaligus makan siang
dan sekarang aku sedang duduk di coffee shop sambil mengetik tulisan ini
awalnya berniat menyelesaikan modul ajar dan laporan kegiatan yang sudah lama tertunda. tapi ternyata ada hal-hal yang memang harus dikeluarkan dulu sebelum pikiran bisa kembali bekerja dengan tenang
ingin bercerita ke manusia rasanya sungkan. takut mengganggu suasana liburan mereka karena aku datang membawa energi negatif kyak WA pekerjaan di tanggal merah wkwk
jadi ya sudah
biarkan tumblr menjadi saksi bahwa hari ini aku baik-baik saja. atau setidaknya sedang berusaha baik-baik saja













