Surat Cinta dari Masa Ini
Terimakasih untuk waktunya
maaf, terlalu lama mengurusimu
sekarang silahkan hidup pada timeline itu
aku sudah tuntas mencengkeram pundakmu.
Kubiarkan dirimu dan mereka
tertawa dan marah dalam ruang yang sama kembali.
Lagi dan lagi.
Terkhusus kamu
silahkan duduk di kursi favorit
tempat biasa membantah, berpikir, dan merenung
dalam kebingungan yang abadi.
.
.
.
PR/'24













