āYou worry too much for someone who Allah has never failed.ā
ojovivo

Product Placement

Jar Jar Binks Fan Club
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
official daine visual archive
Mike Driver
NASA
RMH
Color Me Curious
Keni

oozey mess
KIROKAZE

Sweet Seals For You, Always
noise dept.

pixel skylines
occasionally subtle
I'd rather be in outer space šø

Love Begins

seen from Canada

seen from Germany
seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Canada
seen from Norway
seen from Sweden

seen from Venezuela

seen from Malaysia
seen from Myanmar (Burma)
seen from Germany
seen from United States

seen from Algeria
seen from Palestinian Territories
seen from United States

seen from Italy

seen from Germany
seen from Sweden

seen from Italy
@kardusmieinstan
āYou worry too much for someone who Allah has never failed.ā

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
orang yang kemarin gue anggap rumah ternyata rumahnya rumah KPR.
Beberapa hari ini kepalaku tak bisa berfikir. Entah karena apa, ku kira aku sedang dalam mode bertahan hidup.
Hidup ini memang berat sekali, seperti membawa sekarung batu di pundak masing-masing, tanpa bisa melepaskannya. Beban itu adalah hal wajib yang harus kita jalankan, tanggung jawab.
Sampai terkadang aku lupa, kapan aku terakhir kali tertawa lepas untuk diriku sendiri? Apakah aku sudah lupa terhadap diriku? Diriku juga butuh diisi tangki cintanya. Rasanya kering sekali perasaan ini.
Aku ingin kembali menjadi aku yang semangat menyambut kehidupan. Mempunyai mimpi-mimpi yang ingin ku kejar, semustahil apapun mimpi itu. Aku ingin kembali memiliki "hidup" dan "kesadaran hidup", bukan hanya tanggung jawab.
Kalian tahu caranya?
masa menanam
selain mereka yang pewaris, kayaknya jarang kita temukan orang yang stabil dalam segala sisi di usia 20-an. baik itu stabil dalam kemapanan maupun emosi. kebanyakan di usia segitu, semuanya masih pada berjuang. masih pada membangun. masih pada mencari. kebingungan masih jadi teman yang akrab pada semua lini kehidupan.
berangkat dari kesadaran itu, aku kini menjadi lebih ringan dan tenang menjalani fase 20-anku ini. tidak lagi mudah membandingkan diri dengan kehidupan dan pencapaian orang lain, karena aku sadar semua orang punya arena perjuangannya masing-masing. utamanya tidak membandingkan diri dengan orang yang hanya bisa kuintip sekilas kehidupannya di medsos yang tentu tidak pernah cukup menggambarkan kehidupan dia yang sesungguhnya.
semua orang memang berangkat dari nol. tapi definisi"nol" setiap orang tentu beda-beda.
aku kini tidak lagi menjadi terlalu ngoyo. lebih mudah untuk legowo. berusaha terus mengingatkan diri dengan kapasitas dan keadaan hidupku saat ini, apa yang sudah kuusahakan itu sudah cukup layak aku apresiasi. aku telah mengusahakan sebaik mungkin apa yang kumampu. tidak perlu sampai menjadikan "masuk rumah sakit" sebagai pembuktian bahwa aku telah cukup bekerja keras wkwkwkw. aku tidak perlu menerapkan standar "cukup" versi orang lain.
terkadang memang aku masih kurang sabar dalam berproses. merasa hidupku stuck, monoton, dan tidak punya perkembangan berarti dalam hidup. saat berada di dalam momen itu, aku berusaha menasihatkan diri bahwa di usiaku saat ini, aku sedang dalam tahap menanam. bukan memanen.
semua hal baik yang diperjuangkan, butuh waktu untuk dipetik. setiap kesabaran, perjuangan, dan ketekunanku butuh waktu untuk berbuah. yang perlu kulakukan hanyalah terus giat menyebar benih. menanam segala macam bibit-bibit baik. menyemai dan menyiraminya dengan rajin kemudian bersabar dengan kesabaran yang baik.
"aku sedang menanam, aku sedang menanam, aku sedang menanam,"
akan terus jadi mantraku di usia ini.
semoga kelak di masa depan nanti yang barangkali tak lama lagi, semua tanaman itu bisa kunikmati.
selamat menanam
@milaalkhansah
Regulasi emosi tanpa discernment berisiko membuat kita menjadi sangat adaptif terhadap sistem yang sebenarnya membunuh kita pelan-pelan. Yuk marah yuk~~

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
mau ingetin aja bahwa sebenarnya ya,
seporsi kemenangan yang sesungguhnya ialah saat kita akhirnya tak lagi terbelenggu dan merasa harus mengejar dan memiliki standar kesuksesan dan kebahagiaan yang sama dengan orang lain.
so its definetly okay to choose your own wins and happiness.
Stres yang Dinormalisasi:
"Di dunia masa kini, kita tidak butuh ancaman fisik untuk merasa terancam. Cukup satu notifikasi atau pesan dari atasan, sistem saraf kita langsung masuk ke mode bertarung (sympathetic hyperarousal). Ketika stres ini dinormalisasi setiap hari, tubuh kita perlahan-lahan hancur dari dalam."
Project: RE:WIRE Episode 13
Ternyata, bagian tersulit dalam hidup bukanlah menghadapi kenyataan, melainkan menerimanya.
Sebab menerima bukan berarti berhenti berharap. Menerima adalah memilih percaya bahwa Allah selalu mengetahui apa yang terbaik, meski jalan-Nya tak selalu sama dengan yang kita rencanakan.
Ada hal-hal yang tak perlu dipahami seluruhnya. Cukup dijalani dengan sabar, disyukuri saat dilapangkan, dan diikhlaskan saat diuji.
Barangkali, di situlah hidup menemukan maknanya: ketika hati berhenti memaksa, lalu belajar ridha atas setiap takdir yang Allah tetapkan.
Karena sering kali, ketenangan tidak datang ketika semua keinginan terpenuhi, tetapi ketika hati mampu berkata, "Ya Allah, aku percaya pada pilihan-Mu dan juga ketetapan-Mu"
Mengapa Aku Akhirnya Percaya bahwa Kita Perlu Menghindari Situasi yang Membuat Kita Disalahpahami
Seingatku, aku pernah membacanya di sini. Hanya, aku lupa tulisan itu milik siapa. Kurang lebih begini katanya: hindarilah situasi yang bisa membuatmu disalahpahami.
Aku pada masanya pernah menyangkal soal menghindari situasi yang bisa membuat orang lain salah memahamiku.
Menurutku, idealnya, setiap orang bertanggung jawab penuh atas pikirannya masing-masing. Beban kehati-hatian tak seharusnya dilimpahkan kepadaku yang (saat itu) mungkin memang tidak melakukan sesuatu yang ada kaitannya dengan orang-orang tertentu? Bukankah seharusnya itu urusan mereka? Mengapa bukan mereka saja yang berhati-hati dalam menilai, dan mengapa pula harus aku yang menjaga bagaimana mereka akan menilaiku?
Aku saat itu mungkin melihat prinsip itu sebagai bentuk penyerahan diri. BahwaĀ aku harus tunduk pada standar moral dan penilaian mereka.
Dengan percaya diri, selalu kubilang,"Terserah mereka mau berpikir apa."
Sesaat, egoku memang merasa menang, tapi di diri terdalamku, aku tetaplah makhluk sosial. Ketika desas-desus atau prasangka buruk itu sampai ke telingaku, tetap saja akan ada bagian dari diriku yang terluka dan merasa tidak nyaman.
Mungkin memang itu konsekuensinya menjadi manusia. Sebanyak apa pun kita mengaku tidak peduli, tetap ada bagian dalam diri yang terusik ketika prasangka itu akhirnya sampai ke telinga kita.
Atau kalau kuubah sedikit pertanyaannya. Seandainya kita tahu bahwa hal itu potensial membuat orang salah memahami kita (selama hal itu bisa dipastikan memang tempat atau situasi yang buruk), sungguh kita memilih setidak peduli itu?
Manusia pasti akan lelah jika terus-menerus menempatkan diri di medan pertempuran yang tidak perlu.
"Barang siapa menempatkan dirinya pada tempat-tempat yang menimbulkan tuduhan, maka janganlah ia menyalahkan orang yang berburuk sangka kepadanya." Lagi-lagi, kutahu ungkapan ini kerap dinisbatkan kepada Umar bin Khattab, meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad penisbatannya. Terlepas dari itu, maknanya memang telah lama menjadi kaidah etika dalam pergaulanābukan karena kita bertanggung jawab atas semua prasangka orang, tetapi karena kita bertanggung jawab atas sebab-sebab yang berada dalam kendali kita.
Sudut pandangku pun bergeser karenanya.
Beban klarifikasi itu nyata, ketenangan hati itu mahal harganya. Entah akhirnya kita mengeluarkannya tau berakhir menyimpannya, ketika kesalahpahaman terjadi, energi kita bisa habis untuk menyusun kata-kata, membela diri, dan mengatasi rasa dongkol.
Menghindari situasi tersebut adalah caraku menjadi egoisādalam arti yang baikāuntuk melindungi kedamaian pikiranku sendiri.
Karena aku tidak punya waktu dan energi melimpah untuk mengklarifikasi kesalahpahaman, jauh lebih mudah untuk mencegahnya dari awal.
Sehingga aku percaya, kalau prinsip "hindarilah situasi yang bisa membuatmu disalahpahami", sebenarnya tidak sepenuhnya dimaksudkan untuk memuaskan orang lain, melainkan untuk melindungi diri kita sendiri.
Memilih untuk tidak menempatkan diri di situasi yang ambigu sejak awal adalah investasi untuk menjaga peace of mind. Sebuah life hack; cara kita menyayangi diri sendiri agar tidak perlu menanggung beban sosial yang tidak perlu.
Bagaimana pun, mengontrol perilaku diri sendiri jauh lebih mudah dan hemat energi daripada mencoba mengontrol persepsi ratusan kepala orang lain.
Jika dulu aku melihat prinsip itu sebagai bentuk penyerahan diriāketundukan pada penilaian orang lain atas dirikuākini, tidak lagi. Ini adalah otonomi.
"Menyenangkan orang lain melalui hidup yang kamu jalani; kayak kamu masak buat semua orang, tapi kamunya sendiri lupa makan."
-
Ferliana Harman

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Shalat lah dengan tenang, dunia ini tidak akan lari.
Shalat lah dengan tenang, kamu masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan masalahmu.
Shalat lah dengan tenang, jika dunia berhenti saat kamu sedang shalat, tidak akan ada ruginya bagimu.
Shalat lah dengan tenang, selesaikan dulu ibadahmu, tinggalkan sebentar dunia yang selalu memenuhi pikiranmu.
Padahal shalat hanya sebentar, namun sulit sekali untuk khusyuk'. kesuksesan apa yang sebenarnya sedang engkau kejar?
Saat sebuah lemari terasa sempit, sesak, dan penuh, yang harus dilakukan bukanlah menambah lemari baru. Melainkan mengosongkan lebih banyak ruang dari hal-hal yang tidak lagi penting di dalamnya.
tapi ini tak hanya tentang lemari.
kenapa dunia segedabag gedebug gini ya allah
tubuhmu tidak sakit
Tapi kamu sibuk mencari sembuh
š£ļø: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantepšš»

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
pastikan gaya hidupmu tidak menggangu kehidupan ekonomi orang lain
Tidak semua yang belum berumah tangga itu lebih bebas dari tanggungan
Ada dari mereka yang bahkan mungkin punya tanggung jawab lebih besar dari mereka yang sudah menikah
Mereka harus menghidupi dirinya sendiri, orang tuanya, adik adiknya, atau keluarganya yang lain.