yang paling menyakitkan dari memeluk kehilangan, mungkin bukan karena kamu melepaskan, tetapi saat ternyata kamu harus menerima bahwa yang membuatmu terluka adalah ia— seseorang yang namanya begitu menggema di langit doa. kamu harus kembali membiasakan diri, menjadi kamu yang tanpanya, yang tidak lagi merindukannya, mulai belajar melupakannya, dan yang lebih menyakitkan ialah saat kamu harus berhenti memastikan keadaannya baik-baik saja, padahal sebelumnya, kamu yang paling tahu segala tentangnya. terluka? pasti. kamu hanya manusia biasa, yang rapuh untuk beberapa hal tertentu, mungkin sebuah kehilangan adalah kelemahanmu. kubilang, jangan terlarut menyesali kepergian. barangkali, Tuhan sedang menyelamatkanmu dari cinta yang palsu. biarkan ia pergi, biarkan ia mencari pengganti, pun haknya sama sepertimu saat ini. percayalah, Tuhan tidak memberi kehilangan, kecuali itu yang terbaik. tidak akan ada yang diambil, kecuali akan diganti dengan yang lebih baik. tugasmu hanya satu— menunggu, dalam sabar merawat waktu. hati baik sepertimu, tidak akan dibiarkan Tuhan berlama-lama dalam kesedihan. tersenyumlah, sebab hari manismu akan segera tiba. dan kuaminkan sukacitamu untuk merayakan cinta. selamat berbahagia! . . ❤️: @penakecil_id 📷: pinterest










