Masih dan masih tentang #melawanasap. Kami yang tinggal di Riau yang rindu udara bersih dan langit biru. Sudah jatuh korban meninggal dunia karena sesak napas akibat kabut asap yang semakin parah dari hari ke hari. Anak-anak, ibu hamil dan bayi dalam bahaya besar yang mengancam. Hari-hari ini kota kami begitu amat mencekam, menakutkan, memilukan, bak kota mati. Mungkin karena kami sudah hampir mati di sini. Sebagian besar dari kami memilih tinggal di rumah yang pun asap sudah gampang masuk menyeruak hingga ke kamar tidur. Dear, Bapak Jokowi.. Selain doa yang sudah kami panjatkan dari detik ke detik lainnya pada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami menaruh harapan besar padamu. Kami juga warga dari ibu pertiwi yang kita cintai ini. Bantu kami untuk bisa merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kami di kota lain. Kami hampir lupa warna biru langit itu seperti apa. Ikutlah berjalan bersama-sama dengan kami #melawanasap ini. Dulu katanya Provinsi ini adalah provinsi yang kaya. Penyumbang besar devisa negara katanya. Tapi sekarang? Kota ini diaebut kota mati, Silent Hill, dan banyak nama menakutkan lagi yang dilekatkan pada Riau tercinta ini. Apa yang bisa kita lakukan? Sampaikan pesan pada dunia bahwa serangan asap ini harus dihentikan. Karena ini ulah manusia, bukan bencana alam. Sebarkan dan kabarkan supaya segera ditangani. Gunakan tagar #MelawanAsap #RiauHaze. We've got to do something, for God sake. That's all my friends and family here. Please help. Teman-teman media sudilah kiranya menyisihkan beberapa menit untuk membantu menyebarkan pesan ini. Let the world knows about this. Thank you. Monggo dibuka video di sini ~> https://youtu.be/Sct122LQMWo